//
Anda membaca...
Kesehatan

Kanker Payudara: Jenis, Penyebab dan Gejala

Gejala Awal Kanker Payudara Pada Pria
Para wanita perlu mengetahui beberapa fakta dan informasi mengenai kanker payudara termasuk jenis, penyebab (faktor risiko), gejala dan tanda-tanda kanker ini supaya mereka tidak perlu panik dan dapat membuat keputusan terbaik untuk kesehatan mereka. Organisasi kesehatan dunia, WHO mencatat bahwa pasien kanker payudara meningkat sebanyak 13 juta orang dalam kurun waktu 4 tahun (2008-20012), nomor 2 terbanyak setelah kanker leher rahim, dimana 70 persennya berada di negara-negara berkembang seperti di Indonesia.

Statistik dari Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat prevalansi penderita kanker payudara di Indonesia adalah sebanyak 26 dari 100 ribu perempuan pada tahun 2012 dengan jumlah kunjungan pasien sebanyak 2.089 kasus. Di Amerika Serikat sendiri kasus kanker ini diderita 1 dari 8 wanita sehingga menjadikannya kanker paling banyak diderita di negara ini.

Kanker payudara dapat didefinisikan sebagai tumor ganas atau kumpulan sel kanker yang berkembang dari sel-sel di payudara yang pada umumnya terjadi pada saluran atau lobus ASI. Meskipun penyakit ini dominan terjadi, tapi dapat juga terjadi pada pria dengan statistisk 1 % dari semua kasus kanker ini. Dua dari 3 orang pasien kanker ini berusia diatas 50 tahun. Namun demikian, kanker payudara dapat diobati atau diatasi dengan baik jika dideteksi sejak dini dimana kanker belum menyebab sehingga tumor dapat dilokalisasi dengan baik.

Jenis atau Tipe Kanker Payudara

Terdapat beberapa jenis kanker dan tumor payudara. Beberapa diantaranya sering terjadi dan ada juga kombinasi dari beberapa tipe kanker, seperti:

  • Karisnoma Duktal Invasif (Invasive Ductal Carcinoma)

Kanker payudara yang paling sering dialami ini awalnya muncul di saluran ASi dan berkembang ke jaringan di sekelilingnya. Jenis kanker ini tecatat terjadi pada 80% pasien kanker payudara.

  • Karsinoma Lobus Invasif (invasive lobular carcinoma)

Kanker payudara ini dimulai dari kelenjar payudara yang memproduksi ASI dengan statistik 10 % dari pasien kanker payudara.

  • Karsinoma Duktal in Situ (ductal carcinoma in situ)

Ini merupakan jenis kanker non-invasif yang paling sering dialami pasien dimana sel abnormal telah tumbuh di dalam saluran payudara tetapi tidak menyerang jaringan di sekitarnya yang menjadikannya dapat disembuhkan dengan laju kesuksesan tinggi pada semua kasus. Jenis kanker ini mirip dengan lobular carcinoma in situ, dimana kanker terdapat pada lobus payudara.

Jenis kanker lain yang jarang diderita pasien adalah mucinous carcinomas dimana sel kanker berbentuk seperti upil, gabungan tumor yang mengandung beberapa jenis sel kanker, dan karsinoma medular.

Penyebab dan Faktor Resiko

Penyebab kanker payudara tidak diketahui dengan pasti namun terdapat beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan peluang seseorang mengidap penyakit ini seperti:

  • Usia

Semakin tua seseorang (khususnya wanita), semakin riskan mengidap kanker payudara. Hal ini sudah diperlihatkan dari usia pasien.

  • Riwayat Keluarga

Wanita yang mempunyai kerabat dekat mengidap kanker ini lebih beresiko daripada yang tidak.

  • Faktor genetika atau keturunan

Wanita yang mempunyai gen keturuan, BRCA-1 dan BRCA-2 beresiko mengidap kanker payudara dan kanker lainnya.

  • Haid

Wanita yang memulai masa haid pada di bawah usia 12 tahun dan mengalami menopause sejak usia 55 tahun mempunyai resiko lebih tinggi mengidap penyakit ini.

  • Bentuk Payudara

Wanita yang mempunyai payudara montok, berisi atau padat lebih beresiko.

  • Ras

Wanita kulit putih cenderung lebih beresiko daripada ras lain namun pada wanita keturunan Afrika di Amerika lebih cenderung menderita tumor lebih agresif jika mereka mengidap kanker payudara.

  • Radiasi

Wanita yang pernah terkena pengaruh radiasi terutama dari terapi radiasi untuk pengobatan tertentu seperti kanker lambung, beresiko mengidap kanker ini.

  • Tidak mempunyai anak

Wanita yang tidak mempunyai anak dibawah usia 30 tahun beresiko mengidap penyakit kanker payudara

  • Durasi pemberian ASI

Wanita yang menyusui atau memberikan ASI kepada anaknya lebih dari setahun dapat menurunkan resiko mengidap kanker ini

  • Kegemukan

Kegemukan, perut buncit atau obesitas dapat meningkatkan resiko mengidap kanker ini

  • Penggunaan pil anti hamil

Mengkonsumsi pil anti hamil atau kontrasepsi melalui mulut selama 10 tahun meningkatkan resiko mengidap kanker payudara

  • Hormon terapi

Penggunaan hormon terapi untuk mengatasi efek samping menopause dapat meningkatkan resiko.

  • Konsumsi alkohol berlebihan

Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan meningkatkan resiko.

Gejala-Gejala dan Tanda Kanker Payudara

Pada umumnya gejala pasien penderita kanker payudara adalah terbentuknya benjolan atau suatu massa di payudara dengan tanda-tanda yaitu
– Terjadi pendarahan pada puting susu
– Puting memerah dan terjadi perubahan bentuk
– Rasa nyeri dan sakit pada puting
– Perubahan pada ukuran dan bentuk payudara.

Pada kasus tertentu, terjadi peradangan payudara dimana kulit menjadi lebih tebal, merah dan terdapat titik-titik seperti kulit jeruk atau ruam pada kulit. Jika anda merasakan gejala-gejala diatas, ada baiknya anda segera mengunjungi dokter anda agak pemeriksaan (screening) dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker payudara atau tidak supaya dapat dilakukan penentuan stadium kanker dan pengobatan terbaik.

Sumber:
Wikipedia
MedicineNet

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: