//
Anda membaca...
Kesehatan

Gejala dan Penyebab Meningitis (Radang Selaput Otak)

Penting untuk mengetahui definisi dari meningitis atau radang selaput otak termasuk gejala-gejala dan penyebabnya karena penyakit ini akut dan dengan cepat menimbulkan komplikasi serius pada pasien, terutama pada bayi dibawah usia 2 tahun.

Definisi Meningitis

Meningitis didefinisikan sebagai terjadi peradangan pada membram atau selaput otak yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Pembengkakan pada membram ini sering disertai oleg gejala sakit kepala, demam dan rasa nyeri atau kaku pada leher. Umumnya penyebab penyakit ini adalah karena infeksi virus walaupun dapat disebabkan infeksi bakteri dan jamur.

Gambar Radang Selaput Otak pada Anak

Gambar: soc.ucsb.edu

Tegantung penyebab penyakit ini, adan beberapa cara untuk mengobati pasien meningitis dimana pasien dalam hitungan beberapa minggu akan sembuh jika ditangani sejak dini. Namun dapat mengancam nyawa pasien dan membutuhkan perawatan intensif. Jadi jika anda menduga teman atau anggota keluarga anda mengidap meningitis, sebaiknya cepat dilakukan pemeriksaan untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya karena perawatan dini akan mencegah terjadinya komplikasi serius.

Gejala-Gejala atau Tanda

Sering terjadi salah persepsi mengenai gejala-gejala meningitis atau radang selaput otak dimana flu atau influensa dianggap sebagai salah satu gejalanya. Sebenarnya, gejala yang timbul dapat terjadi setelah beberapa jam atau lebih dari 1-2 hari setelah terjadinya infeksi. Inilah gejala yang timbul pada pasien yang berusia diatas 2 tahun
– Terjadi demam tinggi tiba-tiba
– Sakit kepala akut diiringi oleh rasa mual atau muntah-muntah
– Leher kaku
– Susah berkonsentrasi
– Sensitif terhadap cahaya
– Kurang nafsu makan dan minum
– Terjadi ruam pada kulit

Gejala-gejala pada usia dibawah 1 tahun (bayi) adalah:
– Demam tinggi
– Bayi menangis terus
– Bayi susah tidur
– Lesu dan kurang aktif
– Nafsu makan kurang
– Terdapat tonjolan pada bagian atas kepala
– Terjadi kekakuan pada tubuh dan leher bayi

Jika anda menduga anggota keluarga atau anak anda mengalami gejala diatas sebaiknya kunjungi dokter anak atau rumah sakit terdekat. Walaupun meningitis karena infeksi virus dapat disembuhkan tanpa diberikan obat-obatan tetapi jika bakteri menjadi penyebabnya dapat berakibat serius dan harus ditangani secara cepat dan membutuhkan pengobatan antibiotik untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Penanganan terlambat dapat meningkatkan resiko terjadinya kerusakan otak permanen dan menyebabkan kematian.

Penyebab Meningitis

Meningitis atau radang selaput otak dapat disebabkan oleh infeksi:

1. Infeksi bakteri
Meningitis akut terjadi ketika bakteri memasuki aliran darah dan bermigrasi ke bagian otak dan sumsum tulang belakang. Namun dapat juga terjadi ketika bakteri langsung menyerang selaput otak karena sinusitis atau infeksi telinga, tulang kepala retak atau akibat operasi atau bedah tertentu. Jenis bakteri yang dapat menyebabkan meningitis adalah:
– Streptococcus pneumoniae (pneumococcus)
Ini merupakan bakteri utama penyebab meningitis pada bayi, anak kecil dan orang dewasa di Indonesia. Biasanya juga menyebabkan pneumonia dan sinusitis. Banyak terdapat vaksin yang dapat mencegah timbulnya penyakit ini.
– Neisseria meningitidis (meningococcus).
Infeksi ini terjadi ketika terjadi infeksi pada sistem pernapasan bagian atas memasuki aliran darah dan menyebabkan radang selaput otak. Bakteri ini dapat menular dan sering menyerang remaja dan mahasiswa yang tinggal di asrama. Terdapat vaksin yang dapat mencegah terjadinya infeksi ini.
– Haemophilus influenzae (haemophilus)
Bakteri ini biasanya menyerang anak-anak untuk disarankan anak sebaiknya mendapat vaksin Hib berkala untuk mencegah terjadinya infeksi.
– Listeria monocytogenes (listeria)
Bakteri ini biasanya ditemukan pada keju, hot dogs, hamburger atau makanan cepat saji namun orang dewasa bertubuh sehat biasanya tidak menjadi sakit ketika diserang bakteri ini, kecuali ibu hamil, bayi, dan orang dewasa yang mempunyai ketahanan tubuh yang lemah. Bakteri ini dapat menyerang bayi dalam kandungan lewat plasenta yang menyebabkan terjadi keguguran atau bayi lahir cacat.

2. Infeksi virus
Infeksi virus biasanya mengakibatkan gejala ringan pada awalnya dan menjadi komplikasi setelah beberapa waktu tertentu. Jenis virus yang bisa menyebabkan meningitis adalag virus herpes simplex, HIV, Paramyxovirus, dan Virus West Nile.

3. Meningitis Kronis
Meningitis kronis terjadi ketika organisme lama berkembang untuk menyerang selaput otak dan cairan di sekitar otak. Meskipun demikian, meningitis dapat terjadi setelah 2 minggu terjadi infeksi dimana gejala-gejalanya sama dengan meningitis akut.

4. Meningitis Jamur
Meningitis karena infeksi jamur jarang terjadi dan merupakan penyakit tidak menular. Biasanya infeksi jamur ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi bakteri terutama pada pasien AIDS yang mempunyai sistem kekebalan tubuh lemah. Dalam beberapa kasus, infeksi jamur bisa terjadi ketika pasien mempunyai riwayat medis dimana pernah mengalami pengobatan menggunakan suntikan pada bagian leher dan tulang belakang.

5. Penyebab Lainnya
Meningitis atau radang selaput otak bisa disebabkan oleh penyebab bukan infeksi seperti reaksi kimia, alergi obat, kanker atau penyakit radang yang lain terutama sarcoidosis.

Faktor Resiko

Terdapat beberapa faktor resiko yang meningkatkan resiko seseorang mengalami penyakit meningitis atau radang selaput otak yaitu:
– Bayi tidak mendapat vaksin secara berkala
– Usia
Kebanyakan pasien adalah anak-anak atau bayi dibawah usia 5 tahun namun meningitis karena infeksi bakteri kebanyakan terjadi pada orang dewasa berusia diatas 20 tahun.
– Faktor Lingkungan
Asrama mahasiswa, militer atau fasilitas perawatan bayi-bayi lebih beresiko terjadi penularan bakteri penyebab meningitis yang menyebar melalui udara.
– Faktor Kehamilan
Ibu hamil sangat beresiko terinfeksi bakteri listeria yang menyebabkan meningitis.
– Faktor yang Menganggu Sistem Imunitas Tubuh
Beberapa faktor dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi lemah seperti AIDS, alkoholik, dan penggunakan obat-obat anti depresi.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: