//
Anda membaca...
Kesehatan

Komplikasi dan Cara Mengobati Radang Kelopak Mata

Sebelum kita menerapkan metode atau cara pengobatan untuk blepharitis atau radang kelopak mata, maka akan pasien sebelumnya harus diperiksa oleh dokter spesialis mata agar dilakukan diagnosis dengan memeriksa riwayat kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan pasien. Pemeriksaan riwayat kesehatan meliputi gejala yang dialami pasien dan kesehatan umum atau penyakit lain yang mungkin diderita yang berkontribusi menyebabkan gangguan mata.

Pemeriksaan fisik focus pada pemeriksaan kelopak mata, bulu mata, bukaan kelenjar minyak, kualitas dan kuantitas air mata, dan permukaan bola mata dengan menggunakan kaca pembesar sehingga jenis blepharitis yang diderita akan diketahui, komplikasi dan metoda pengobatan yang sesuai akan direkomendasikan.

Komplikasi Yang Mungkin Terjadi

Mungkin jarang komplikasi atau masalah serius lain yang ditimbulkan penyakit mata blepharitis namun demikian, berikut ini adalah kondisi atau komplikasi yang mungkin terjadi.

a. Stye atau Hordeleum
Penyakit stye atau hordeleum merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan salah satu kelenjar mata tersumbat sehingga timbul kotoran atau ketombe pada bulu mata dan kelopak mata

b. Kalazion
Dikenal sebagai penyakit bintit mata, kalazion terjadi ketika kelenjar minyak pada mata tersumbat yang menyebabkan nya menjadi membesar dan menakutkan.

c. Mata Merah Kronis
Mata merah atau konjungtivitis kronis dapat disebabkan oleh penyakit blepharitis.

d. Terjadi Koreng pada Kornea
Jika pasien mendapat iritasi terus menerus pada kelopak mata dan bulu mata yang terjadi peradangan maka dapat menimbulkan koreng pada kornea mata.

Cara Pengobatan Blepharitis

Penggunaan Obat Tetes Mata untuk Blepharitis

Dalam banyak kasus, pembersihan kelopak mata secara rutin dapat mengontrol penyakit mata ini, berikut metode pengobatan yang biasa dilakukan.

a. Membersihkan bagian mata dan kelopak mata secara teratur
Dengan menggunakan kain pembersih atau handuk basah yang hangat, dapat dilakukan pembersihan bagian kelopak mata dengan membasuhnya sehingga dapat dikontrol gejala yang timbul pada pasien dan mengurangi partikel yang terdapat disekitar kelopak mata. Proses pembersihan ini dapat dilakukan sendiri oleh pasien dan termasuk suatu pengobatan yang dapat dilakukan dirumah.

b. Penggunaan antibiotik
Seperti pada penyakit mata glaukoma, penggunaan obat tetes mata yang mengandung zat antibiotik dapat dilakukan untuk mengontrol blepharitis yang disebabkan infeksi bakteri. Antibiotik ini juga terdapat dalam bentuk krim (obat salep) dan pil. Jenis obat antibiotik yang biasa digunakan adalah doxycycline, tetracycline, azithromycin atau erythromycin.

c. Mengobati penyakit lain
Blepharitis dapat disebabkan penyakit lain seperti seborrheic dermatitis dan rosacea sehingga seharusnya dikontrol dengan merawat penyakit yang ada pada pasien.

d. Pengobatan karena alergi
Jika terjadi belpharitis karena alergi makan seharusnya dilakukan usaha untuk mengidentifikasi dan mengurangi material penyebab alergi dengan menggunakan obat sesuai resep dokter, obat bebas yang dijual di apotik dan obat antihistamin. Untuk mencegah penyakit radang mata ini timbul di masa depan, sebaiknya hindari kontak langsung dengan binatang seperti kucing atau anjing.

e. Pengobatan Lainnya
Mengkonsumsi asam lemak omega-3, melakukan pijatan hangat pada kelopak mata dan pengobatan intensif pada kelenjar meibomian dapat dilakukan untuk kasus blepharitis kronis.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: