//
Anda membaca...
Kesehatan

Pengertian dan Penyebab Konjungtivitis (Mata Merah)

Gambar Bayi dengan Penyakit Konjungtivitis Gonore
Artikel ini akan membahas pengertian dan penyebab penyakit mata konjungtivitis (mata merah) yang dapat disebabkan oleh infeksi dan non-infeksi terutama oleh bakteri dan virus. Penyakit ini sangat menular sehingga disarankan melakukan konta dengan penderita. Sementara non-infeksi dapat disebabkan oleh alergi dan iritasi kimia yang menyebabkan trauma dan peradangan.

Secara medis, konjungtivitis dapat didefinisikan terjadinya peradangan pada selaput mata (conjunctiva) yang melapisi bagian putih pada mata dan selaput pada kelopak mata. Selaput ini bereaksi kepada bakteri, virus, agen penyebab alergi dan iritasi. Infeksi karena virus dan bakteri merupakan penyakit mata umum pada anak-anak walaupun juga dapat terjadi pada orang dewasa pada segala umur. Walaupun demikian, konjungtivitis tidak dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

Penyebab Konjungtivitis karena Infeksi

Virus
Adenoviridae adalah jenis virus utama penyebab penyakit konjungtivitis selain herpes simplex virus (HSV), varicella-zoster virus (VZV), poxvirus (molluscum contagiosum, vaccinia), picornavirus (enterovirus 70, Coxsackie A24), dan human immunodeficiency virus (HIV). Gejala yang terjadi dihubungkan dengan keluarnya air dari mata, bukan berwarna kuning, kelopak mata bengkak, hidung dan rongga sinus mampet.

Karena ini merupakan infeksi virus, maka pengobatannya tidak memerlukan obat antibiotik dan dapat terjadi karena infeksi pada kornea mata sehingga pasien seharusnya berkonsultasi ke dokter agar infeksi ini dapat dideteksi dan diobati dengan benar. Konjungtivitis akibat virus sangat menular sampai 10-12 hari setelah pasien mengalami gejala yang terjadi 1-5 hari setelah pasien terkena infeksi.

Bakteri
Jenis bakteri penyebab konjungtivitis atau mata merah adalah Staphylococcus dan Streptococcus. Bakteri Chlamydia dan gonore dapat juga menjadi penyebab dimana gejala-gejala yang timbul adalah sakit mata, mata bengkak dan gata;, mata memerah, keluar cairan berwarna kuning atau hijau dari mata, terjadi pembengkakan pada titik kelenjar getah bening di depan telinga.

Cairan yang keluar dari mata biasanya terakumulasi pada saat tidur sehingga pasien anak-anak sering merasa susah membuka mata ketika baru bangun tidur dan diperlukan basuhan air hangat dengan menggunakan handuk bersih untuk menghilangkan akumulasi cairan itu dan memberikan obat tetes mata antibiotik sesuai resep dokter. Kadang juga dokter memberikan antibiotik yang dikonsumsi anak lewat mulut (oral).

Chlamydia
Walaupun bakteri Chlamydia bukan penyebab utama penyakit mata merah atau konjungtivitis di Indonesia dan Amerika Serikat tetapi hal ini sering terjadi di negara-negara Afrika dan Timur Tengah. Penyakit ini biasanya diobati dengan menggunakanobat tetes erythromycin dan pil tetracycline. Namun obat ini dilarang digunakan untuk anak dibawah usia 8 tahun karena menyebabkan gigi menjadi berwarna.

Penyebab Konjungtivitis karena Non-Infeksi

Alergi
Gejala dan tanda yang terjadi karena alergi adalah mata gatal, keluar air mata, selaput mata bengkak dan sakit sedikit dirasakan namun juga sering timbul gejala alergi umum seperti hidung gatal, tenggorokan gatal dan bersin. Penyebab alergi sering disebabkan debu dan bulu binatang. Cara mengobatinya biasa membersihkan mata pasien dengan handuk bersih yang basah dan menggunakan obat tetes mata dekongestan.

Zat Kimia
Zat kimia sering menjadi penyebab terjadinya mata merah atau konjungtivitis seperti zat dari alat pembersih rumah tangga, semprotan, asap rokok dan polusi industri. Cara mencegah penyakit ini adalah segera bersihkan mata dengan air bersih secukupnya.

Penyakit Lain
Mata merah atau konjungtivitis dapat juga menjadi gejala penyakit lain seperti radang sendi, arthritis, lupus, sindrom Kawasaki, dan radang usus.

Gangguan pada pembuluh darah mata
Mata merah atau konjungtivitis dapat terjadi ketika pembuluh darah yang melapisi bagian putih pada mata pecah karena trauma atau kenaikan tekanan pada kepala yang disebabkan oleh muntah hebat, menyelap dan tertawa yang dipaksakan. Namun hal ini sering tidak berbahaya dan tidak menyebabkan gangguan penglihatan.

Metode Pengobatan

Untuk mendapat pengobatan terbaik, pasien disarankan untuk diperiksa oleh dokter spesialis mata agar diperoleh obat sesuai penyebab penyakit mata merah atau konjungtivitis seperti virus atau bakteri. Walaupun demikian ada beberapa cara yang disarankan dapat dilakukan untuk meredakan gejala yang timbul. Melakukan kompres air hangat pada mata dapat menjadi solusi terbaik disamping menggunakan obat tetes mata. Pasien harus menghindari penggunakan lensa kontak, makeup mata dan krim kosmetika.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: