//
Anda membaca...
Kesehatan

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Orang Tua Baru

Inilah 9 kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua baru yang sebaiknya harus anda hindari. Memang tidak ada manusia sempurna terutama ibu baru punya bayi. Jika anda tidak percaya, cobalah pikirkan bagaimana orang tua anda sendiri, teman, tetangga atau sanak saudara merawat bayi mereka sendiri. Mungkin anda terpikirkan beberapa kesalahan yang sering mereka perbuat dalam merawat bayi pertama kali. Berikut ini adalah tips yang anda sebaiknya lakukan ketika baru menjadi orang tua pertama kali yang dilansir dari webmd.com.

Suhu Badan Normal Bayi Baru Lahir

Gambar bayi baru lahir

1. Sering Panik
Banyak orang tua yang terlalu panik dan susah membedakan apa yang dilakukan bayi yang baru lahir seperti sendawa, meludah atau muntah dan gelisah. Banyak orang tua yang terlalu khawatir jika terjadi sesuatu pada bayinya khususnya pada tahun pertama seperti apakah bayi kurang atau terlalu berlebihan mendapatkan makanan (ASI atau susu formula) atau apakah bayi menangis terlalu sering atau kurang. Kekhawatiran ini memang spontan dan bagian dari kenikmatan mengasuh dan merawat bayi pada tahun pertama. Perlu diingat, bahwa sebenarnya bayi kadang jauh lebih sabar daripada ibunya sendiri.

2. Tidak membiarkan bayi menangis
Ada persepsi salah di masyarakat bahwa tugas seorang ibu baru adalah memastikan bayinya tidak menangis.Hal ini wajar karena menangis sering diasosiasikan kepada sesuatu hal yang salah dan orang tua harus membereskan masalah ini. Pada dasarnya, bayi memang didesain harus menangis walaupun ibu telah mengganti popoknya dengan sempurna dan memberi ASI atau makanan dengan baik serta membelai dirinya.

Tetapi jika bayi anda menangis selama 1 jam maka tangisan ini pasti berhubungan sesuatu masalah seperti demam, masalah kulit, muntah, masalah pencernaan dan masalah lainnya sehingga sebaiknya anda membawa bayi anda ke dokter spesialis anak.

3. Membangunkan bayi untuk memberi ASI
Ada pemahaman salah bahwa ASI tidak cukup untuk bayi khususnya sepanjang malam dan ibu harus membangunkannya untuk memberikan ASI. Padahal waktu itu sebaiknya ibu gunakan untuk tidur ketika bayi tidur. Berikanlah ASI ketika bayi menangis karena lapar.

4. Tidak dapat membedakan muntah dan meludah
Banyak ibu yang bingung ketika mendapatkan bayi mengeluarkan ASI atau susu formula dari mulutnya secara spontan. Hal ini mungkin saja bukan muntah atau terjadi masalah pada pencernaannya tetapi meludah atau regurgitasi yang sering terjadi pada bayi karena memang sistem pencernaanya masih belum sempurna.

Perbedaan muntah dan meludah terletak pada frekuensinya. Jika frekuensinya terjadi setiap 30 menit atau 40 menit sekali, kemungkinan besar bayi anda muntah karena adanya virus pada sistem pencernaan. Sementara meludah berhubungan dengan pemberian ASI atau Susu Formula yang kadang berlebihan atau tidak cocok untuk bayi. Bayi usia 0-3 bulan akan sering meludah sampai sistem pencernaan mereka sempurna.

5. Tidak mengetahui bahwa bayi itu demam atau tidak.
Banyak orang tua baru tidak mengetahui bahwa temperatur bayi cenderung hangat terutama pada usia 0-3 bulan dengan kisaran 36,5 sampai 37,5 derajat celcius. Jika temperatur diatas 38 derajat Celcius ini merupakan hal yang patut dikhawatirkan kecuali bayi tersebut baru menerima imunisasi dalam tempo 24 jam pertama.
Kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua adalah terlalu takut hangatnya tubuh bayi dan segera memberikan obat tylenol. Untuk itu sebaiknya orang tua mempersiapkan diri dengan termometer dan jika anda merasa bayi anda demam, ukuran temperatur secara berkala 4-6 jam. Sebaiknya anda segera bahwa ke dokter anak jika temperatur diatas 40 derajat celcius.

6. Terlalu cuek pada masalah kesehatan mulut bayi
Banyak orang tua baru tidak terlalu peduli akan kesehatan bagian mulut dan bayi. Sebaiknya jangan berikan susu formula ketika gigi bayi anda mengalami masalah gigi karena bisa menyebabkan terjadinya rongga pada gigi. Rajinlah membersihkan gusi balita anda dan gunakan sikat gigi ketika bayi berusia diatas 1 tahun.

7. Cuek ama suami dan diri sendiri
Ketika menjadi ibu pertama kali, para ibu mungkin terlalu fokus untuk mengurus bayi mereka sendiri sehingga cuek pada diri sendiri dan orang disekitarnya termasuk suami. Tingkat emosi ibu mungkin lebih tinggi dari sebelumnya sehingga kadang terjadi masalah karena dipicu hal sepele terutama dengan suami. Jadi jika anda tidak dalam posisi mengurus bayi, sebaiknya anda jangan keluar dari posisi anda sebagai istri.

8. Tidak sabar dalam merawat bayi
Untuk mengetahui apakah anda sabar atau tidak merawat bayi anda, perhatikan seberapa sering anda mengeluh, membentak langsung di depan bayi anda atau marah-marah dan kesal. Membentak atau marah-marah mungkin sesuatu hal normal ketika anda hidup dengan orang lain asalkan frekuensinya tidak sering. Ketika istri mulai sering marah dan cenderung menindas, maka akan berdampak buruk pada bayi dan hubungan dengan suami.

9. Percaya kepada sumber informasi yang tidak jelas
Banyak orang tua baru pergi kepada orang atau tempat yang salah untuk meminta nasehat bagaimana merawat bayi yang baik. Hal ini menjadi kesalahan klasik para orang tua karena informasi atau nasehat yang anda terima belum tentu benar. Untuk itu sebaiknya orang tua berhati-hati dalam menerima pendapat atau saran orang lain. Mintalah pendapat dan nasehat medis ke dokter anak yang mempunyai reputasi yang baik terutama mengenai imunasasi dan perawatan bayi secara medis.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: