//
Anda membaca...
Kesehatan

Tahi Lalat dan Resiko Kanker Payudara pada Wanita

Gambar Tahi Lalat Di Punggung Bagian Belakang

Benarkah wanita yang mempunyai banyak tahi lalat di bagian tubuhnya seperti di punggung lebih beresiko mengidap kanker payudara? Pernyataan ini sepertinya benar adanya seperti yang ditunjukkan dua penelitian yang dipublikasikan oleh Jurnal PLOS Medicine (plosmedicine.org), sebuah situs kesehatan yang menyediakan berbagai riset terpercaya mengenai tantangan pada bidang kesehatan yang mempengaruhi kesehatan umat manusia di dunia.

Penelitian tersebut menyatakan wanita paruh baya yang mempunyai tahi lalat lebih beresiko terhadap kanker payudara. Para peneliti menekankan hal ini tidak seharusnya membuat wanita yang mempunyai tahi lalat panik karena ini hanyalah masalah faktor resiko (tidak terkait langsung), bukan penyebab atau gejala (tanda-tanda) karena peneliti di dunia masih mencoba menghubungkan kedua faktor tersebut.

Seperti yang dirilis oleh cnn.com, sebuah studi dilakukan selama 20 tahun di Amerika Serikat dan Perancis yang melibatkan 175 ribu wanita paruh baya, memperlihatkan wanita yang mempunyai tahi lalat lebih banyak, sedikit lebih banyak didiagnosa mengidap kanker payudara dibandingkan yang tidak atau hanya mempunyai sedikit. Walaupun demikian, para ahli kesehatan tidak mengatakan bahwa tahi lalat penyebab kanker yang mempunyai angka prevalensi cukup tinggi di Indonesia ini, melainkan estrogen dan hormon reproduksi.

Secara biologis, kanker payudara dan tahi lalat dipengaruhi oleh level hormon dalam tubuh. Sebuah penelitian di Amerika menyatakan bahwa wanita yang mempunyai kadar estrogen yang lebih tinggi di tubuhnya memiliki lebih banyak tahi lalat dibandingkan wanita yang kadar estrogennya kecil. Para ilmuwan menyatakan kebanyakan kanker payudara disebabkan sensitivitas hormon estrogen yang dapat memicu perkembangan kanker.

Seorang ahli epidemiologi dari Universitas Arkansas menyatakan bahwa tahi lalat dapat menjadi indikator bahwa seorang wanita beresiko kanker karena keduanya dapat disebabkan pemicu yang sama. Untuk itu disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menghubungkan jumlah tahi lalat yang ada di tubuh untuk memprediksi kanker payudara. Namun penelitian ini terkendala oleh jumlah partisipan atau sukarelawan yang mayoritas berkulit putih karena penelitian ini membutuhkan lebih banyak ras atau kelompok wanita.

Walaupun demikian, para ahli menyatakan bahwa studi atau penelitian ini memang belum terbukti secara riset dan mungkin terlalu dini memastikan hubungan kanker payudara dengan tahi lalat, namun jika ada wanita mempunyai tahi lalat berlebihan di bagian tubuhnya, sebaiknya konsultasilah ke dokter anda agar pengamatan dan diagnosa cepat dilakukan sehingga metoda pengobatan terbaik dapat ditentukan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: