//
Anda membaca...
Kesehatan

Ponsel Dapat Menurunkan Kualitas Sperma

Kebiasaan menaruh ponsel di saku celana berpotensi merusak dan menurunkan kualitas sperma bahkan mengakibatkan kemandulan. Pernyataan ini dikemukan oleh seorang peneliti Fiona Mathews dari Universitas Exeter Inggris walaupun ada seorang ahli sperma terkemuka dunia merasa skeptic karena kurangnya bukti penelitian yang akurat. Penelitian yang dipublikasikan di suatu jurnal lingkungan internasional menyatakan radiasi elektromagnetik menjadi penyebab utama.

Mathews mengatakan pernyataan ini telah dibuktikan dengan penelitian yang menggunakan analisis meta yang dilakukannya sebanyak 10 kali dimana penelitian ini menemukan penurunan konsisten kualitas sperma jika seorang pria terkena radiasi ponsel atau telepon genggam. Walaupun belum ditemukan hubungan antara radiasi ponsel dan penurunan tingkat kesuburan pria, penyataan ini dapat berkontribusi kepada pemahaman global mengapa terjadi penurunan jumlah sperma terutama pada sekolompok pria yang bekerja di lingkungan tertentu sehingga terkena dampak radiasi.

Matthews menambahkan bahwa bagaimanapun kualitas sperma sangat bervariasi secara alami dan pria yang mungkur dikatakan memiliki motilitas dan vitalitas dapat menjadi normal dan menyebabkan kehamilan.

Penelitian dan Kualitas Sperma

Hubungan Kemandulan dan Radiasi Elektromagnetik Ponsel

BBC


Menurut Mathews, kualitas sperma biasanya ditentukan oleh tiga parameter yaitu:
1. Motilitas sperma yaitu kemampuan sperma dalam bergerak atau berenang dengan tepat dan cepat menuju sel telur.
2. Viabilitas sperma yaitu banyaknya sperma yang hidup dan biasanya dilakukan jika lebih dari setengah jumlah sperma tidak bergerak.
3. Konsentrasi sperma atau rapat jenis sperma dalam cairan.

Sepuluh penelitian yang dilakukan oleh Mathews melibatkan sampel sebanyak 1.492 buah yang dilakukan penelitian eksperimental dan observasi pada manusia. Ilmuwan ini menyatakan bahwa radiasi elektromagnetik pada frekuensi radio yang dihasilkan ponsel berhubungan dengan penurunan motilitas sperma sebanyak 8,1 persen dan viabilitas sperma sebanyak 9,1 %. Hubungan radiasi dan konsentrasi sperma sangat bervariasi dan cenderung menghasilkan kesimpulan yang ambigu karena tergantung bagaimana peneliti menganalisa hasil risetnya.

Tingkatan untuk menyatakan seorang pria mempunyai sperma yang sehat dan tidak sangat bervariasi. WHO dalam analisisnya pada tahun 2010 menyatakan bahwa pria yang mempunyai jumlah sperma minimal 15 juta sperma per mm dapat dikatakan subur (dengan percobaan kehamilan selama 12 bulan) dengan minimal 58% vitalitas, 4% motilitas dan 4% bentuk sel sperma normal. Walaupun demikian, pria dengan jumlah sperma sedikit tidak dapat dikatakan mandul karena hanya dibutuhkan satu sel sperma untuk membuahi sel telur.

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah analisa meta yang dilakukan oleh ilmuwan diatas menunjukkan penurunan kualitas sperma karena pengaruh radiasi ponsel. Namun, hal ini tidak dapat mengatakan bahwa pria tersebut mandul. Dengan kata lain, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menghubungkan kemandulan dengan pengaruh radiasi ponsel. Mathews juga menambahkan bahwa penggunaan ponsel memang tidak dapat membuat pria mandul secara langsung namun kualitas sperma selama 10 tahun terakhir pada pria di negara maju menunjukkan penurunan kualitas.

Pendapat Ilmuwan Lainnya

Jamie Grifo seorang peneliti dari pusat kesuburan di Kota New York yang tak terlibat dalam penelitian memuji apa yang dilakukan oleh Fiona Mathews dan menambah pengetahuan dalam bidang riset fertilitas pada pria. Walaupun demikian, Grifo mengatakan analisis yang dilakukan tidak menunjukkan hubungan sebab akibat sehingga tidak ada bukti bahwa hal tersebut dapat menurunkan tingkat kesuburan. Beliau memang mendukung saran untuk tidak meletakkan ponsel di saku celana bagian depan. Selain itu disarankan bagi pria untuk memakai celana dalam longgar (tidak ketat) dan jangan melakukan aktivitas yang menyebabkan organ kelamin mengalami pemanasan selama waktu yang relatif lama.

Seperti yang dirilis oleh BBC, Dr. Allan Pacey dari Universitas Inggris yang juga merupakan seorang ahli sperma menyatakan keraguannya akan publikasi penelitian diatas karena bukti empiris penelitian tersebut buruk dan dia tidak akan mengubah kebiasaannya meletakkan ponsel ke dalam saku celana. Beliau mengatakan memang ada kekhawatiran bahwa radiasi dari ponsel dapat menyebabkan kualitas semen sperma menjadi memburuk namun penelitian tersebut hanya terbatas dalam cakupan tertentu saja karena tidak melibatkan variabel lain.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: