//
Anda membaca...
Kesehatan

Konsumsi Daging Merah Meningkatkan Resiko Kanker Payudara

Batasan Aman untuk Konsumsi Daging Merah Per Hari

Benarkah terlalu banyak mengkonsumsi atau memakan daging merah meningkatkan resiko mengidap kanker payudara khususnya pada wanita muda dan mengapa hal ini terjadi? Sebuah penelitian yang dilakukan beberapa ilmuwan dari Harvard, dipimpin oleh Maryam S Farvid melibatkan lebih dari 88 ribu wanita pada rentang usia 26 hingga 4 tahun. Wanita yang mengkonsumsi daging secara berlebihan lebih beresiko mengidap kanker payudara dalam 20 tahun terakhir.

Riset ini melakukan estimasi bahwa wanita yang sering mengkonsumsi daging merah meningkatkan resiko sebesar 20% mengidap penyakit ini. Tentu saja daging merah bukanlah penyebab kanker payudara tetapi memberikan kontribusi akan resiko sehingga disebut sebagai faktor resiko (baca Kanker Payudara: Jenis, Penyebab dan Gejala).

Dalam penelitian ini, ilmuwan melakukan pengamatan pada pola makan banyak wanita dalam setiap tahunnya serta melakukan wawancara untuk mengetahui apa saja yang mereka makan ketika masih remaja atau berusia belasan tahun. Sekitar 2.830 wanita yang diteliti (semuanya merupakan perawat atau suster sebuah rumah sakit) didiagnosa mengidap kanker payudara. Sementara sumber protein lain seperti ikan, kacang-kacangan, daging ayam dan telur tidak berhubungan dengan resiko penyakit ini.

Dengan menggunakan model analisis statistik, tim yang terdiri dari 5 ilmuwan ini menemukan fakta bahwa wanita yang mengkonsumsi daging merah secara berlebihan (sekitar 1-2 kali sehari) mempunyai faktor resiko sebesar 22%, jika dibandingkan wanita yang mengkonsumsi makanan ini sekali dalam seminggu. Untuk setiap tambahan hidangan daging merah yang dikonsumsi meningkatkan resiko sebesar 13%.

Sementara itu, mengganti menu daging merah dengan daging ayam setiap hari mengurangi resiko sebesar 17% pada wanita untuk segala usia. Menggantinya dengan ikan, biji-bijian atau kacang-kacangan dengan porsi 1 kali sehari akan menurunkan faktor resiko sebesar 14% dan 15% jika hanya menggantinya dengan biji-bijian. Terus apa penyebab utamanya? Penyebab tidak bisa dijelaskan hanya hubungan karena ini merupakan faktor resiko.

Penjelasan Penelitian

Salah satu penjelasan dari penelitian tersebut yang dinyatakan adalah bahwa daging merah dapat zat karsinogen ketika dimasak pada temperatur tinggi. Disamping itu, daging merah dapat meningkatkan kadar hormon tertentu pada manusia dimana kanker tergantung pada lingkungan yang diciptakan hormon tersebut. Makanan berprotein tinggi memang selalu dihubungkan dengan resiko kanker karena protein dapat mempengaruhi perkembangaan hormon IGF-I yang dapat memicu perkembangan sel kanker.

Mengkonsumsi daging merah memang sering sebagai sesuatu kebiasaan tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan lemak tinggi, berkalori tinggi dan merokok dimana semuanya berkaitan dengan masalah kesehatan terutama kanker. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah daging merah merupakan faktor resiko kanker payudara dan mengganti menu makanan ini dengan jenis makanan protein lain dapat menurunkan faktor resiko.

Pendapat Ilmuwan Lainnya

Seorang epidemiologist dari Universitas Oxford, Tim Key menyatakan bahwa hubungan antara daging merah dan kanker payudara sangat lemah yang tidak cukup memberikan bukti bahwa satu diantaranya memberikan pengaruh. “Wanita dapat mengurangi resiko penyakit ini dengan menjaga berat badan, tidak minum alcohol dan aktif berolahraga. Namun terlalu premature untuk mengatakan daging merah sebagai penyebab kanker payudara kecuali dihubungkan dengan kanker usus besar”.

Ilmuwan lainnya dari Universitas Oxford, Valerie Beral meyatakan bahwa puluhan penelitian memang telah dilakukan untuk mengamati hubungan pola makanan dengan kanker payudara. Namun sebagian besar penelitian tersebut mengindikasikan konsumsi daging merah hanya memberikan efek sedikit atau bahkan tidak sama sekali akan resiko kanker payudara. Jadi hasil dari suatu penelitian tidak dapat berdiri sendiri.

Jackie Harris seorang peneliti lainnya mengatakan bahwa penelitian ini menarik karena melakukan pengamatan pola makan pada wanita muda dan membuktikan betapa penting menerapkan makanan dengan menu seimbang. Menurutnya, faktor resiko kanker payudara terbesar adalah wanita, meningkatnya usia dan mempunyai riwayat keluarga pengidap penyakit ini. Sementara itu, sebuah penelitian terpisah menyatakan hubungan antara tahi lalat dengan kanker payudara.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: