//
Anda membaca...
Kesehatan

Aktivitas Otak dan Kesulitan Berhenti Merokok

Gambar Striatum Pada Bagian Organ Otak

Aktivitas otak mungkin dapat menjelaskan mengapa seseorang kesulitan berhenti merokok seperti identifikasi yang dilakukan para ilmuwan dari Universitas Pennsylvania, mempublikasinya penelitiannya pada jurnal yang berjudul Cognitive, Affective and Behavioral Neuroscience. Penelitian ini juga memberikan tips dan strategi yang baik untuk berhenti merokok pada saat banyak metode yang ada tidak cocok untuk kebanyakan orang.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Stephen J. Wilson, seorang asisten professor pada Penn State University menemukan fakta bahwa aktivitas dalam otak yang dikenal dengan striatum dapat menjadi alat untuk memprediksi bagaimana seorang perokok menghentikan kebiasaan yang buruk bagi kesehatan ini. Informasi ini mungkin bermanfaat bagi perokok di Amerika Serikat yang jumlahnya semakin lama berkurang. Statistik mencatat pada tahun 2012, hanya 18,1% orang berusia 18 tahun ke atas yang merokok, berkurang dari jumlah 20,9% pada tahun 2005.

Pengurangan ini sebagian besar dikarenakan beberapa metode atau terapi yang sukses diterapkan untuk membuat orang berhenti merokok dengan mengkonsumsi produk yang memberikan sensasi yang mirip dengan nikotin seperti permen nikotin, semprotan, dan pelega tenggorokan. Walaupun demikian, kebanyakan perokok sulit untuk berhenti merokok. Statistik mencatat dari 52,4% perokok yang menyatakan ingin berhenti merokok pada tahun 2011, hanya 6,2% yang sukses.

Metode Eksperimen yang Dilakukan

Untuk mengetahui mengapa sebagian besar perokok mengalami kesulitan untuk berhenti merokok, para ilmuwan melakukan suatu percobaan atau eksperimen yang melibatkan partisipasi 44 orang perokok, dari usia 18 hingga 45 tahun dengan jumlah minimum rokok setiap hari yang dihisap, 10 batang. Subjek diminta untuk berhenti merokok dan menggantikannya dengan mengkonsumsi produk yang mengandung nikotin seperti permen karet selama 12 jam.

Untuk eskperimen ini para ilmuwan menggunakan alat functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk mengamati striatum, bagian otak yang berperan dalam motivasi, interaksi sosial dan daya ingat termasuk dengan ketagihan (adiksi), ketika partisipan bermain permainan atau game menebak kartu yang memberi mereka peluang untuk memenangkan sejumlah duit. Kemudian semua partisipan diminta berhenti selama 2 jam sampai eskperimen yang dilakukan selesai dan kemudian mereka diperbolehkan untuk merokok selama jam istirahat berdurasi 50 menit.

Selama percobaan, setengah dari jumlah partisipan menerima kesalahan penerimaan informasi bahwa mereka diperbolehkan merokok selama istirahat 50 menit menjadi 16 menit. Pada saat istirahat untuk merokok, partisipan diberitahukan bahwa setiap 5 menit mereka berhenti merokok, akan memperoleh hadiah $1 sehingga mereka berpeluang mendapatkan $10 karena jumlah istirahat 50 menit.

Pengamatan pada Striatum, Bagian Otak

Para ilmuwan melaporan bahwa perokok tidak dapat berhenti merokok walaupun ditawarkan hadiah atau penghargaaan sebesar $1 selama jam istirahat. Penelitian ini menunjukkan bahwa striatum melemah pada bagian otak karena respon penawaran hadiah uang selama game menebak kartu. Wilson mengatakan, “penemuan ini akan menolong untuk menjelaskan mengapa beberapa perokok menemukan kesulitan untuk berhenti merokok, walaupun diiming-imingi oleh hadiah atau penghargaan dalam bentuk duit, yang mungkin berharga bagi non perokok tapi tidak bagi perokok.”

Hasil penelitian ini menyarankan bahwa sangat memungkinkan untuk mengidentifikasi suatu individu dengan cara mengamati bagian otaknya berkerja dalam merespon setiap hadiah dan penghargaan yang diterima agar program berhenti merokok mereka menjadi sukses.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: