//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Video Prabowo Menolak Ciuman Pipi Jokowi Beredar

Perbedaan Watak Asli Prabowo di Depan Publik dan Private

Telah beredar adegan video Prabowo Subianto menolak cipika-cipiki atau ciuman pipi Jokowi beredar di sosial media seperti Twitter dan Facebook yang seakan-akan menunjukkan karakter Prabowo berbeda di ketika melakukan pencitraan di hadapan publik dengan watas aslinya. Walaupun kejadian ini tidak tersiarkan secara langsung namun kamera televisi Metro TV merekam peristiwa ini sebelum debat capres 2 yang berlangsung di salah satu ruangan di Hotel Gren Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014) malam (lihat video Youtube dibawah).

Menurut berita yang dilansir kompas.com, Jokowi yang didampingi calon wakil presiden Jusuf Kalla datang lebih dulu. Sebelum debat berlangsung, mereka lalu diarahkan ke ruangan yang disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam rekaman, Jokowi terlihat menyalami para Komisioner KPU yang sudah berada di ruangan.

Kemudian, Prabowo hadir. Jokowi langsung menyambut begitu Prabowo memasuki ruang tunggu. Sambil tersenyum dan berpandangan, keduanya lalu bersalaman. Saat itu juga, Jokowi langsung menunduk dan memajukan kepalanya ke arah Prabowo untuk menawarkan “cipika-cipiki”. Ketika itu, tangan kiri Jokowi memegang lengan kanan Prabowo. Entah sengaja atau tidak, Prabowo malah berjalan dan menyalami orang-orang di dalam ruangan itu.

Tawaran cium pipi tak disambut, Jokowi hanya menepuk lengan Prabowo. Jokowi tetap tersenyum setelah ditinggal mantan perwira tinggi TNI itu. Kejadian itu berbeda ketika debat berlangsung, yang disiarkan di televisi. Saat keduanya masuk ruang debat, Jokowi langsung menghampiri Prabowo dan kembali menawarkan cium pipi. Kali ini, keduanya “cipika-cipiki”. Tak hanya itu, keduanya kembali “cipika-cipiki” ketika debat berlangsung. Saat itu, Prabowo mendukung pernyataan Jokowi soal ekonomi kreatif walaupun beliau tidak mengetahui kepanjangan dari TPID.

Berbagai Tanggapan dan Pendapat tentang Video ini

Adian Napitupulu, menilai, calon presiden Prabowo Subianto memiliki bakat untuk menjadi pemain sinetron. Pernyataan itu disampaikan Adian menanggapi beredarnya rekaman video Prabowo yang seperti tidak meladeni tawaran cium pipi dari calon presiden Joko Widodo. Adian mengatakan, di depan kamera berbagai media, Prabowo menghampiri, memeluk, serta melakukan cium pipi dengan Jokowi. Namun, ketika tidak ada kamera dan penonton, kata dia, Prabowo menampik aksi cium pipi Jokowi.

Menurut Adian, hal itu menunjukkan bahwa kelas Prabowo bukanlah negarawan atau pemimpin bangsa, melainkan kelas pemain sinetron yang berbeda sikapnya ketika di depan kamera dan di belakang kamera. Sambil tersenyum, Adian menyarankan agar Prabowo mengikuti kelas seni teater untuk mematangkan kemampuan beraktingnya (baca kompas.com)

Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi JK, Hasto Kristiyanto menyebut sikap penolakan Prabowo untuk meladeni ajakan Jokowi cipika-cipiki yang terekam kamera itu sebagai bentuk campur tangan Tuhan untuk menunjukkan karekter asli dua capres yang bersaing itu. “Penolakan Prabowo itu kembali menjadi bukti bahwa invisible hand telah bekerja, dan itu merupakan campur tangan dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan Jokowi sebagai manusia berkarakter,” ucap Hasto membanggakan capres jagoannya (baca jpnn.com).

Menanggapi beredarnya video tersebut, Sekretaris Tim Prabowo-Hatta, Fadli Zon, menegaskan kesopanan Prabowo tak perlu diragukan. “Masalah kesopanan, Pak Prabowo sudah teruji kan. Ketika dalam memilih nomor urut Pilpres dan pidato, beliau menghormati Megawati dan Jokowi. Itu genuine, tidak dibuat-buat, tidak diskenariokan, dan bukan teater,” kata Fadli. Fadli menyatakan masalah video yang diunggah di Youtube tersebut hanyalah video yang tak penting dan tak mengena soal substansi pencapresan. Malahan, Fadli menengarai video itu diunggah oleh Timses Jokowi. (Baca detik.com)

Pakar Psikologi Politik dari Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk menyoroti adanya perbedaan perilaku Prabowo Subianto saat berada di panggung dan saat berada di ruang private. “Karakter seseorang yang sebenarnya tidak cukup hanya melihatnya perilakunya di depan publik. Sebab, untuk melihat karakter orang yang sebenarnya memang harus dilihat dari perilaku dia ketika tidak dalam sorotan publik. Di situlah kita bisa melihat watak, sifat dan kebiasaan orang yang sesungguhnya,” kata Hamdi. (Baca beritasatu.com)

Bagaimana dengan pendapat anda?

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: