//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Foto Twitter Wimar Witoelar Dikecam oleh Kubu Prabowo

Foto Gallery of Rogues, Kebangkitan Bad Guys

Twitter @wimar

Wimar Witoelar mengunggah atau mengupload foto di akun twitter @wimar yang berjudul “Gallery of Rogues.. Kebangkitan Bad Guys” pada 15 Juni 2014 pukul 17.00 WIB. Foto ini dianggap melecehkan dan dikecam oleh kubu capres-cawapres, Prabowo- Hatta dan organisasi keagamaan, Muhammadiyah serta MUI (Majelis Ulama Indonesia). Di dalam foto tersebut terdapat foto capres-cawapres nomor urutan 1, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa berada di bagian tengah. Seperti yang diberitakan oleh detik.com, di sebelah kiri Prabowo, terdapat foto teks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Menkominfo Tifatul Sembiring, Abubakar Baasyir, dan Habib Rizieq. Berada di sebelah kanan Hatta Rajasa berurutan adalah ketum PPP Suryadharma Ali, Ketum Golkar Aburizal Bakrie, Presiden PKS Anis Matta, dan AA Gym.

Di bawah foto para tokoh tersebut dipasang parpol koalisi pengusung Prabowo-Hatta. Juga sejumlah ormas yang sebenarnya tidak ikut terlibat dukungan ke Prabowo-Hatta. Lambang ormas yang dimunculkan antara lain Muhammadiyah, MUI, FPI, Hizbut Tahrir Indonesia, dan lainnya. Yang mengejutkan sejumlah foto teroris berada di balik pendukung Prabowo-Hatta dan ormas-ormas itu. Antara lain Ali Imron, Imam Samodra, Amrozi, Osama Bin Laden. Selain itu juga ada foto Presiden RI kedua Soeharto.

Tanggapan dan Pendapat Mengenai Foto Ini

Kubu Prabowo
Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Fadli Zon mengatakan “Wimar melakukan kesalahan dengan mengunggah gambar itu. Prabowo-Hatta didukung oleh partai demokratis. Ini merupakan provokasi. Saya kira masyarakat melihat ini sebagai black campaign. Sebenarnya dia yang bad guy.”

Fadli menuturkan kritik harusnya dilakukan dengan mendasarkan fakta yang konkret. Pemberian judul untuk foto tim sukses Prabowo-Hatta dengan latar belakang teroris dan Presiden RI ke 2 Soeharto yakni ‘Gallery of Rogues.. Kebangkitan Bad Guys’ dinilai sangat kasar. “Ini akan jadi bumerang bagi kubu sana karena Wimar kan pendukung Jokowi,” kata Fadli. (Baca news.detik.com)

Tanggapan Muhammadiyah
Wakil Sekretaris Majelis Pustaka Informasi PP Muhammadiyah Iwan Setiawan di halaman muhammadiyah.co.id mengatakan “Tindakan Wimar Witoelar selaku publik figur kiranya sangat disayangkan sekali. Tindakan Wimar, selain jelas menyakiti hati warga persyarikatan, juga akan dapat menjadikan bumerang bagi capres yang didukung Wimar.”

Iwan menuntut Wimar minta maaf kepada Muhammadiyah. “Secara pribadi saya berhadap Wimar secara gentle dan kesatria berkenan untuk menghapus banner dimaksud, dan secara pribadi mau menyatakan permintaan maaf kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujarnya. Iwan menegaskan, secara organisasi, Muhammadiyah netral di Pilpres 2014. Muhammadiyah meminta tak dikait-kaitkan dengan dukungan kepada capres tertentu. (Baca detik.com)

Tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam mengatakan foto itu Sangat provokatif dan menyebarkan kebencian. Niam menyesalkan aksi Wimar. Dia mengatakan, di saat situasi panas akibat kontestasi pilpres, seharusnya tokoh-tokoh menjaga kondisi tetap damai dengan tindakan dan pernyataan yang sejuk.

“Bukan justru menambah bara api dengan membawa jeriken bensin provokasi,” ujarnya. Niam mengatakan harus muncul kesadaran untuk mengedepankan langkah-langkah yang menyejukkan, bukan memanaskan situasi. “Permintaan maaf adalah bagian dari proses itu,” ujarnya. (Baca detik.com)

Permintaan Maaf Wimar Witoelar

Wimar Witoelar menyatakan gambar tersebut sudah beredar luas di dunia maya sebelum diposting atau diunggahnya sendiri dan menyatakan gambar tersebut adalah parody bukanlah berita. Bagaimanapun, Wimar meminta maaf. “Saya minta maaf telah meneruskan gambar yang mengasosiasikan organisasi Anda (Muhammadiyah) dengan Prabowo,” tulis Wimar di akun Twitternya. Wimar Witoelar memang seorang pendukung pasangan nomor urut 2, Jokowi dan JK seperti tulisan yang terdapat di situs pribadinya, perspektif.net.

Berikut adalah isi tweet lainya dari Wimar.


Kampanye hitam terkait isu Kristen dan Tionghoa ternyata efektif. Kok Mahfud, Hatta mau pakai cara itu? Nantinya juga tersisih.
Orang lemah merasa terwakili oleh kegagahan zaman dulu tanpa mengerti bahwa ia diperalat. Kasihanilah mereka, biarkan sadar sendiri
Silakan pilih siapapun, tidak perlu sibuk ganggu saya. Berpendapatlah dengan wajar.


Bagaimanapun, tindakan permintaaan maaf Wimar karena mengupload foto ini diapresiasi banyak pihak karena telah menunjukkan keikhlasan hatinya walau dianggap sebagai bentuk Black Campaign oleh tim sukses Prabowo-Hatta. Bagaimana pendapat anda? Saat ini Wimar Witoelar telah menutup akun twitter-nya sendiri.
Baca juga informasi mengenai video Prabowo menolak ciuman pipi Jokowi dan mengatakan kampret kepada Jokowi.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: