//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Perlukah Babinsa, Koramil dan Kodam Dihapus?

Gambar Peranan Babinsa dalam Membantu Warga Desa

Wacana pembubaran Babinsa, Koramil, Kodim, Korem dan Kodam kembali hangat diperbicangkan walaupun wacana ini sudah bergulir beberapa tahun setelah reformasi. Perlukah komando daerah territorial ini dihapus? Mengapa, bagaimana pelaksanaanya dan apa kerugian serta keuntungan untuk bangsa ini dalam perspektif supremasi sipil dan apa peran TNI dalam sistem pertahanan rakyat semesta?

Perdebatan dan polemik hangat ini terjadi ketika terdengar berita bahwa warga di kawasan Jakarta Pusat diresahkan oleh pendataan siapa calon presiden dan calon wakil presiden yang akan dipilih. Pendataan itu dilakukan oleh orang yang mengaku bintara pembina desa (babinsa) dan diarahkan untuk memilih pasangan yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Tjahjo Kumolo, meminta Bintara Pembina Desa (Babinsa) dibekukan sementara. Permintaan ini diajukan untuk menghindari kecurigaan keterlibatan Babinsa dalam mengarahkan pemilih pada pemilihan presiden 9 Juli nanti. Tjahjo mengatakan lamanya pembekuan itu tergantung hasil evaluasi. Apakah keberadaan mereka dinilai memberikan manfaat, dan tak membuat masyarakat terpecah-belah. (baca tempo.co)

Tugas, dan Tanggung Jawab Babinsa

Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya menjelaskan bahwa Babinsa merupakan anggota TNI yang memiliki tugas menjaga pertahanan dan keamanan nasional. Babinsa bertanggung jawab atas pelaporan dan pengawasan kondisi demografi, kondisi sosial masyarakat yang berdampak pada pertahanan keamanan nasional. Babinsa merupakan orang pertama dari barisan TNI yang langsung turun ke tempat kejadian. Fuad mencontohkan saat ada bencana banjir, gempa bumi, penyelundupan, transaksi gelap atau kedatangan kapal asing di perairan Insonesia yang bisa mengancam keamanan.

Secara umum tugas seorang Babinsa adalah membina teritorial. Ia menjadi tempat mengadu masyarakat terkait hal-hal yang berdampak pada keamanan nasional. Ia dituntut untuk dapat memetakan kondisi teritorialnya. Babinsa idealnya minimal berpangkat bintara atau sersan ke atas. Kurangnya personel TNI di Indonesia membuat anggota TNI berpangkat kopral menjadi Babinsa. (Baca sumber tempo.co)

Pendapat Pengamat Militer

Pengamat Militer sekaligus dosen Fisip Unair Surabaya, Muhammad Asfar mengusulkan agar penghapusan penghapusan komando teritorial sebagai alat militer yang sebaiknya itu dilakukan secara serentak, baik ditingkat propinsi, kabupaten/kodya maupun ditingkat kecamatan, bahkan sampai likuidasi Babinsa. Jadi Kodam, Kodim/Korem maupun Koramil dihapuskan dan fungsi mereka dialihkan ke pemerintah daerah.

Selama masa orde baru, komando teritorial itu hanya berfungsi sebagai tempat penggodokan dan penentuan anggota TNI untuk duduk di legislatif atau eksekutif. Di tingkat propinsi peran TNI justru mendistorsikan tugas-tugas sipil. Akibatnya banyak ketimpangan yang dilakukan TNI serta menimbulkan trauma dan beban psikologis besar bagi masyarakat sipil. Untuk penanganan daerah terpencil mungkin bisa dibedakan. Tapi terhadap beberapa wilayah yang telah diteliti, ternyata adanya komando teritorial itu justru membuat trauma masyakarat. Ini karena seringnya militer memasuki ruang sipil. (Baca Duta)

Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate Fadjroel Rachman mengatakan, politisasi yang dilakukan bintara pembina desa (Babinsa) dengan mengarahkan pilihan warga memilih capres tertentu seperti berkaca dengan rezim orde baru yang dipimpin oleh Presiden RI kedua Soeharto. Menurutnya, gerakan organisasi yang tersembunyi ini dapat bangkit tergantung pada siapa pemimpin bangsanya kelak.

Fadjroel mengimbau pemerintahan selanjutnya untuk merekonstruksi lembaga teritorial dan mengembalikan sesuai fungsinya. Menurutnya, TNI yang kini berada di bawah kekuasaan Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI seharusnya berada di bawah Kementerian Pertahanan dan Polri di bawah Kementerian Dalam Negeri.
Tidak hanya membubarkan Babinsa di tingkat desa, menurut Fadjroel, badan ketahanan seperti Komando Rakyat Militer (Koramil) di tingkat kecamatan, Komando Distrik Militer (Kodim) di tingkat kabupaten, dan Komando Daerah Militer (Kodam) di tingkat provinsi juga harus dihapuskan. (Baca nasional.kompas.com)

Pendapat Pejabat TNI

Mantan KSAD Jenderal Endriartono Sutarto menilai rencana penghapusan komando teritorial saat ini masih sebatas wacana. Ide itu masih perlu dibahas dan diputuskan untuk membuat langkah yang paling baik. Jika memang penghapusan komando teritorial itu disetujui, maka beliau setuju jika pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Kemungkinan dihapuskannya komando teritorial merupakan salah satu jalan keluar pembinaan teritorial berkaitan sistem pertahanan rakyat semesta.

Bibit Waluyo pernah menyatakan tidak setuju terhadap rencana penghapusan komando teritorial itu. Menurut dia, penghapusan itu akan berdampak langsung pada proses pengawasan wilayah Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil. Menurut Mantan KSAD, Ryamizard Ryacudu bahwa perekat negara sekarang adalah TNI. Kalau mau membubarkan negara, bubarkan kesatuan teritorial. Kalau Kodam Trikora di Irian Jaya dibubarkan, maka keesokan harinya Irian Jaya pasti merdeka. (Baca arsip tempo)

Pembekuan Babinsa Dianggap untuk Bangkitkan Komunis

Penasihat tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Jawa Tengah, Suryo Prabowo meminta masyarakat mewaspadai bangkitnya komunis. Antara lain, melalui desakan agar Bintara Pembina Desa (Babinsa) dibubarkan.

Mantan Wakasad Letjend TNI itu pun menyayangkan sikap kelompok merah yang merupakan koalisi PDIP, Nasdem, PKB dan Hanura yang menyarankan agar Babinsa dibekukan sementara. Karena, langkah itu mirip dengan apa yang disampaikan Ketua PKI DN Aidit dalam makalah berjudul Laporan singkat tahun 1964 tentang hasil riset mengenai keadaan kaum tani dan gerakan tani di Jawa Barat. Ia menilai isu tersebut sengaja diembuskan untuk menjauhkan TNI dari rakyat. Ia juga menyayangkan petinggi TNI terutama AD yang mudah tergoda iming-iming kekuasaa. (Baca merdeka.com).

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: