//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik, Teknologi

Apa itu Komponen Cadangan dan Wajib Militer?

Gambar Menhan dan DPR Bahas RUU Komponen Cadangan

Apakah pengertian komponen cadangan (Komcad) dan wajib militer serta perbedaan keduanya dan perlukah hal ini untuk memperkuat ketahanan nasional? Pertanyaan tersebut mungkin ada di benak masyarakat dan sedang hangat diperbicarakan setelah debat capres 3 pada tanggal 22 Juni 2014. Pada acara yang diselenggarakan KPU itu, Prabowo Subianto perlu tidaknya penambahan kekuatan militer di Indonesia dan penting tidaknya tentara cadangan dari sipil. Jokowi menjawab sangat perlu ada tentara cadangan dari sipil seperti menwa (resimen mahasiswa), satpam dan rakyat. Tujuannya untuk menjaga ketahanan nasional bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Jokowi memastikan cadangan militer yang ia sebutkan tak mengarah kepada pembentukan kebijakan Wajib Militer seperti layaknya di Korea Selatan untuk rakyat sipil di Indonesia. Resimen tersebut disingkat Menwa dan merupakan salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sudah ada sejak tahun 1960-an.

Pengertian Komponen Cadangan

Menurut Wikipedia, Komponen cadangan adalah sebuah pasukan cadangan militer atau sebuah organisasi militer yang terdiri dari warga negara yang menggabungkan peran militer dengan kariersipil. Komponen cadangan untuk melawan ketika suatu negara untuk memobilisasi perang total atau untuk mempertahankan diri dari invasi. Umumnya tidak dianggap sebagai bagian dari suatu badan yang berdiri permanen. Keberadaan komponen cadangan memungkinkan suatu negara untuk mengurangi anggaran militer pada masa damai dan disiapkan untuk perang.

Sesuai dengan Pasal 30 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan negara, maka Anggota Komponen Cadangan (Komcad) adalah wajib bagi warga negara yang telah memenuhi persyaratan. Pembinaan Komcad dilakukan oleh Menteri Pertahanan.

Komponen cadangan dalam penugasan atau pembinaan dipilah menjadi dua yaitu dalam dinas aktif dan tidak dalam dinas aktif. Dalam dinas aktif Komcad melaksanakan tugas negara dalam bidang pertahanan. Anggota Komcad dengan segala akibat yang dialami dalam penugasan sama dengan pembinaan prajurit TNI. Komponen cadangan yang berasal dari sumber daya alam, sumber daya buatan sarana dan prasarana nasional bila mengalami kerusakan atau kehilangan pada masa dalam dinas aktif menjadi beban dan tanggung jawab negara baik pemeliharaan, perawatan maupun penggantiannya.

Keuntungan Komponen Cadangan

Tidak dalam dinas aktif, semua sumber daya nasional yang tergabung pada Komcad kembali melaksanakan tugas semula atau sesuai profesinya masing-masing di luar tugas pertahanan negara. Komponen cadangan, tidak hanya dapat memberikan keuntungan dalam kuantitas, tapi kualitas keseluruhan kekuatan. Memiliki sebuah komponen cadangan dapat memungkinkan pemerintah untuk menghindari biaya, baik politik dan keuangan yang membutuhkan wajib militer. Secara ekonomi, komponen cadangan lebih efisien daripada tentara biasa karena mereka hanya dipanggil ketika dibutuhkan.

Kerugian

Komponen cadangan kadang-kadang dianggap kurang termotivasi dari tentara reguler. Sementara itu komponen cadangan dalam arti sipil yang menggabungkan karier militer dengan sipil, seperti di Inggris Teritorial Angkatan Darat, pengalaman waktu menuntut tidak dialami oleh pasukan reguler, dan yang memengaruhi ketersediaan dan durasi pelayanan. Melakukan latihan yang melibatkan komponen cadangan itu mahal, memerlukan kompensasi atas hilangnya upah, dan sulit untuk memanggil lalu demobilisasi , yang berarti bahwa sebuah warga negara yang telah dijadikan komponen cadangan mungkin enggan untuk bertempur sampai konflik diselesaikan.

Departemen Pertahanan saat ini tengah mengajukan rancangan undang-undang tentang komponen cadangan dalam rangka memperkuat sistem pertahanan nasional guna mendukung komponen utama yakni tentara nasional Indonesia. Dalam rancangan undang-undang itu ditetapkan bahwa setiap warga negara berusia lebih dari 18 tahun diwajibkan menjadi anggota komponen cadangan. (baca antaranews.com)

Namun RUU Komponen Cadangan diprotes oleh sebagian masyarakat terutama LSM dan DPR mengenai pasal kewajiban dan sukarela menjalankan wajib militer karena diberlakukan kepada PNS dan pekerja BUMN atau setidaknya pekerja yang menggunakan anggaran negara.

Perbedaan Komponen Cadangan dengan Wajib Militer

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Moeldoko menyatakan Undang-undang Komponen Cadangan yang draf rancangannya sedang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat tidak mengatur soal wajib militer. Selain itu definisi komponen cadangan berbeda dengan wajib militer. Moeldoko mengungkapkan pada dasarnya rasio jumlah personel TNI jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah negara yang harus dijaga belum berimbang, sehingga jika dibutuhkan maka komponen cadangan bisa diadakan. (baca tempo.co)

Direktur Komponen Cadangan pada Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemenhan), Brigadir Jenderal TNI Budi Rachmat menjelaskan, komponen cadangan berbeda dengan wajib militer. Untuk pola perekrutan, komponen cadangan secara sukarela. Sedangkan wajib militer, diwajibkan. Sedangkan dalam hal peserta yang direkrut, komponen cadangan ditujukan kepada yang memiliki pekerjaan tetap. Sedangkan wajib militer, seluruh warga negara yang memenuhi syarat yang ditentukan.

Tugas komponen cadangan yakni hanya untuk operasi militer perang (OMP) dan tugas kemanusiaan. Untuk wajib militer, operasi militer perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP). Mengenai kedudukan, lanjut dia, komponen cadangan ini pembentukannya dan pembinaannya di Kementerian Pertahanan. Sedangkan wajib militer di mabes TNI atau dibawah angkatan perang. (baca liputan6.com)

Kesimpulan

Keberadaan Komponen Cadangan memang diperlukan negara Indonesia mengingat rasio jumlah personel TNI jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah negara sangatlah kecil. Walaupun memberikan kerugian, Komcad dapat dimanfaat untuk operasi militer perang dan tugas kemanusiaan terutama untuk membantu menanggulangi akibat bencana alam. Walaupun demikian sebaiknya pemerintah fokus dengan pengembangan dan modernisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan) negara kita seperti jet tempur dan tank karena selain meningkatkan kekuatan dan menaikkan peringkat militer Indonesia di dunia (baca negara dengan militer terkuat di dunia), dapat juga menghemat penggunaan tentara atau komponen cadangan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: