//
Anda membaca...
Bisnis

Benarkah Penyebab Nilai Tukar Rupiah Anjlok Karena Pilpres?

Gambar Grafik Penurunan Nilai Mata Uang Rupiah

Benarkah penyebab nilai tukar rupiah anjlok akhir-akhir ini karena pilpres (pemilihan presiden) 2014 atau adakah sebab lain? Nilai mata uang Indonesia ini memang semakin terpuruk. Dalam data Bank Indonesia (BI), hari ini, 26 Juni 2014, rupiah kembali bertengger di level 12.151.00 untuk kurs jual dan 12. 031.00 untuk kurs beli. Posisi ini naik dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp11.971 per dolar AS (Kurs Tengah BI).

Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities, menyatakan rupiah tidak berhasil menahan laju pelemahan dolar AS yang sedang melemah seiring masih adanya perkiraan dipertahankan suku bunga acuan The Fed di tingkat rendah dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi di pasar komoditas, laju harga minyak mentah juga sedang turun karena beredar spekulasi bahwa kisruh yang terjadi di Irak tidak akan mengganggu produksi minyak.

Penyebab Utama Rupiah Anjlok

Seperti yang diberitakan oleh finance.detik.com, Menteri Keuangan Chatib Basri melihat tiga hal penyebab pelemahan nilai tukar rupiah ke level 12.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Tren pelemahan ini telah terjadi sejak bulan sebelumnya. Bila melihat regional kawasan Asia, pelemahan nilai tukar tidak hanya terjadi pada rupiah seperti pada mata uang India, rupee yang juga melemah terhadap dolar.

Berikut adalah beberapa faktor penyebab penurunan nilai mata uang Rupiah seperti yang dikatakan Menkeu, Chatib Basri.

1. Faktor pertama adalah disebabkan oleh kompetisi politik calon presiden yang semakin ketat. Sehingga dolar AS menguat dari Rp 11.300 ke Rp 11.600. Pasar mengkhawatirkan proses yang panjang untuk memastikan siapa presiden selanjutnya. Karena diprediksi hasil pilpres menurut versi quick count selisihnya maka pasar akan menunggu perhitungan KPU atau keputusan Mahkamah Konstitusi. Jadi ketidakpastian yang mungkin akan timbul itu membuat rupiah melemah.

2. Faktor Kedua adalah efek dari defisit neraca perdagangan pada bulan Maret yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di bulan Mei. Rupiah pun bergerak melemah sampai ke level 11.800/US$.

3. Faktor ketiga adalah pengaruh dari global. Khususnya kondisi geopolitik Irak yang memicu kenaikan harga minyak dunia. Maka dari itu, sampailah dolar AS menyentuh Rp 12.000.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung atau CT menyebut sejumlah pemicu pelemahan nilai tukar rupiah meskipun dinilai hanya bersifat sementara. Penyebab lainnya adalah karena ada fenomena pembagian dividen (keuntungan) dari perusahaan kepada pemilik modal di luar negeri. Sehingga terjadi aliran dana ke luar. Selain itu ada pembayaran utang dan bunga, serta terkait dengan kebutuhan dolar untuk keperluan impor dalam menghadapi lebaran. Itu faktor musiman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir.

Pedagang Tempe Tak Lagi Menjerit

Tak seperti sebelumnya, pedagang tempe kali ini tak lagi berteriak kepada pemerintah karena harus menanggung tingginya harga kedelai-bahan baku tempe-akibat anjloknya rupiah. Ternyata hal ini dikarenaan kebijakan pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai di dalam negeri meski rupiah melemah. Caranya dengan menyiapkan stok besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kedelai pengusaha tempe, seperti yang diberitakan liputan6.com.

Pemerintah pun meminta pedagang tak menaikkan harga tinggi secara sepihak. Sebagai informasi, harga bahan baku kedelai sebesar Rp 7.000 per kilogram (kg). Sementara harga di tingkat perajin tahu dan tempe mencapai Rp 8.200 sampai Rp 8.300 per kg. Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengungkapkan, stok kedelai Indonesia cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik 3,9 bulan. Dia juga memastikan harga kedelai sampai saat ini masih sesuai harga referensi.

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Khrisnamurti mengaku telah membuat kesepakatan dengan pedagang kedelai, termasuk pedagang tempe supaya menjaga stabilitas harga sampai dengan lebaran. Kebijakan ini harus kita apresiasi sebagai hal yang baik menjelang berakhirnya pemerintahan SBY-Budiono.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: