//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

10 Sindiran Fahri Hamzah Terhadap Jokowi

Gambar Ilustrasi Fahri Hamzah Kritik Jokowi

Berikut ini adalah beberapa sindiran, ejekan, kritikan atau cemohan Fahri Hamzah kepada Jokowi, calon presiden nomor urut 2 yang belakangan sering dilontarkannya menjelang pilpres 2014. Fahri adalah seorang politikus dan anggota DPR RI yang menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Nama bapak tiga anak yang lahir pada tanggal 10 Oktober 1971 mulai dikenal publik sejak reformasi bergulir awal 1998 dimana kala itu pria kelahiran Utan, Sumbawa ketua umum pertama organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Dirinya sering disorot media massa pada saat itu karena selalu tampak menempel disamping Amien Rais. Pada tahun 2004, Fahri sempat diangkat menjadi Staff Ahli MPR RI.

Pada tahun 2004, Fahri yang pernah mengatakan takut untuk poligami ini, kemudian bergabung dengan PKS yang lantas mendorongnya untuk menjadi anggota DPR RI pada tahun 2004 mewakili daerah kelahirannya, NTB dan bertugas di Komisi VI yang menangani masalah Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi/UKM, dan BUMN. Fahri Hamzah menjadi sosok kontroversi dan banyak diperbincangkan orang ketika pada tahun 2011, suami dari satu orang istri yang bernama Farida Briani yang berprofesi sebagai dokter bedah, mengeluarkan mengusulkan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi dalam sebuah rapat konsultasi antara pimpinan DPR dan fraksi dengan Polri, Kejaksaan Agung dan KPK sendiri.

Berikut adalah beberapa pernyataan Fahri Hamzah yang cenderung menyindir dan mengejek Jokowi (Joko Widodo) yang dilontarkannya pada saat wawancara dengan media dan via Twitter, @Fahrihamzah.

1. Fahri Hamzah: Joko Widodo Politik Pencitraan (14 Januari 2014)

Fahri Hamzah menilai wacana pencalonan Presiden Joko Widodo alias Jokowi menggangu konsentrasi gubernur DKI Jakarta itu. “Bahwa itu mengganggu konsentrasi Joko Widodo dengan politik pencapresan telah menyebabkan yang bersangkutan juga terseret kepada politik pencitraan,” kata Fahri ketika dikonfirmasi, Selasa (14/1/2014).

Menurut Fahri inilah kemudian yang kita rasakan ketika banjir, macet dan persoalan laten kota Jakarta satu-satu muncul kembali. “Dan sangat disayangkan baik Jokowi maupun Ahok sendiri sejak awal sudah sangat gandrung dan mau diseret oleh isu itu,” kata dia. (Baca tribunews.com)

2. Fahri Hamzah: Saya nantang Jokowi! (25-2-2014)

Fahri Hamzah menyayangkan ada isu murahan soal penyadapan terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ). Fahri pun menantang Jokowi untuk berani buka-bukaan soal isu penyadapan ini. “Saya nantang Jokowi , kalau bener dia diintip, ayo buka, jangan untuk pencitraan,” ujar Fahri kepada wartawan, Jakarta, Selasa (25/2). Menurut Fahri, penyadapan boleh dilakukan hanya untuk kepentingan pengusutan kasus hukum. Itu pun ada aturannya. (Baca merdeka.com)

3. Fahri Hamzah: Jokowi tak punya wawasan nasional (23-3-2014)

Setelah sebelumnya mengatakan bahwa PKS lebih baik memilih sebagai oposisi andai Jokowi terpilih sebagai presiden. Kali ini Fahri Hamzah kembali memberikan pernyataan dengan menilai Gubernur DKI Jakarta itu belum memberikan kontribusi apa-apa dalam penyelesaian masalah bangsa.

Fahri Hamzah bahkan menyamakan Jokowi dengan SBY dalam gaya kepemimpinan yang hanya mengandalkan pencitraan. Meskipun diakuinya, SBY masih lebih baik dibandingkan mantan Walikota Solo itu. Bahkan, Fahri Hamzah menuding bahwa Jokowi tidak memiliki kecakapan dan wawasan nasional. ”Jadi di Indonesia dan di Jakarta, kedua pemimpin tidak membuktikan bahwa mereka menyelesaikan masalah. Namun demikian masih jauh lebih baik SBY dibandingkan Jokowi,” ujar Fahri Hamzah pada LICOM, Minggu (23/03/2014). (Baca lensaindonesia.com)

4. Fahri Hamzah: Jokowi Mirip Ayam Aduan (25-3-2014)

Fahri Hamzah menilai pencalonan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden tidak jauh berbeda dengan adu ayam. Pasalnya, ia melihat tidak ada kesiapan secara signifikan baik dari internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) maupun Jokowi. Fahri melihat, Gubernur DKI Jakarta itu seperti tidak siap ikut kompetisi politik. “PDIP maupun Jokowi harusnya sudah siap menghadapi kompetisi, jadi jangan berani nyodorin calon tapi perkelahian-perkelahiannya dilarang, ini kan kaya sorong ayam atau adu ayam,” katanya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2014). (Baca okezone.com)

5. Fahri Hamzah: Jokowi memang mirip boneka (4-4-2014)

Fahri Hamzah sepakat dengan tudingan Partai Gerindra bahwa Jokowi mirip boneka. Menurut dia, Jokowi sosok calon pemimpin yang tidak bebas melakukan apa saja tanpa seizin pemiliknya. Fahri menuding Jokowi tidak independen. Karena itu, dia menyebut drama pencapresan Jokowi mirip boneka. “Memang drama Jokowi mirip boneka. Janganlah jadi pemimpin 260 juta rakyat kalau tidak independen,” cetus Fahri dalam pesan singkat, Jumat (4/4).

Dia menilai, Indonesia negara berdaulat yang harus dipimpin oleh presiden yang tak diintervensi. Jokowi, kata dia, capres yang tidak merdeka. “Ini negara berdaulat dan kita tak mungkin dipimpin orang yg tdk merdeka,” tegas dia. (Baca merdeka.com)

6. Fahri Hamzah: Jokowi Tak Paham Multi Partai (17-4-2014)

Fahri Hamzah menyebut langkah calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo alias Jokowi yang akan mengusung sistem presidensial tidak tepat. Menurut Fahri, mantan Wali Kota Solo itu tidak memahami sistem multipartisme. “Om Joko itu enggak ngerti sistem multipartisme. Dia bilang nggak mau bagi-bagi kursi (di kabinet). Enak saja,” kata Fahri sebelum mengikuti pertemuan ormas dan partai Islam di Cikini, Jakarta, Kamis, 17 April 2014.

Fahri mengatakan, jika multipartisme diabaikan, presiden kesulitan jika kebijakannya berlawanan dengan DPR. “Kalau multipartisme diabaikan, ya, kelihatan kayak jagoan tapi nanti digigit kayak di DPRD DKI Jakarta. Kalau sekian tahun anggaran tidak diketok bagaimana? Jangan sok orang sendiri yang harus jadi,” kata Fahri. (Baca tempo.co)

7. Fahri: Jokowi Harus Jelaskan Kasus Bus Berkarat Transjakarta (22-5-2014)

Fahri Hamzah meminta calon presiden Joko Widodo untuk menjelaskan kepada publik perihal kasus dugaan korupsi Bus Transjakarta yang tengah diusut Kejaksaan Agung. Fahri mengungkapkan, Jokowi tidak bisa lepas tangan dalam kasus yang sudah menyeret mantan kepada dinas perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono tersebut sebagai tersangka. “Dalam kasus bus berkarat TransJakarta jokowi tidak bisa lepas tangan,”ujarnya, lewat akun twitter @fahrihamzah, Kamis (22/5).

Dia pun meminta kepada Gubernur DKI Jakarta tersebut menjawab tuntas permasalahan itu. “Kenapa Jokowi menolak menjelaskan?” Menurut Fahri, pernyataan tersebut diungkap bukan untuk menyerang Jokowi. “Saya hanya mengingatkan kita. Negara tidak boleh hidup dalam sandera,”jelasnya. (Baca republika.co.id)

8. Fahri: Aktivis HAM Dibayar Jokowi Serang Prabowo (12 Juni 2014)

Fahri Hamzah, menuding para aktivis HAM mendapatkan aliran dana dari Capres Jokowi, untuk menyerang Prabowo Subianto guna mengganjal langkahnya di Pilpres 2014. Fahri menyebut, dana yang digunakan Jokowi untuk membiayai aktivis HAM guna menyerang Prabowo berasal dari dana hibah Pemprov DKI Jakarta.

“Coba lihat saja, serangan terkait pelanggaran HAM diarahkan pada Prabowo, padahal masalah itu justru sudah clear.Yang belum clear itu justru masalah-masalah HAM yang dilakukan Tim Sukses Jokowi-JK, Hendropriyono seperti kasus Talang Saring dan lain-lain, tapi tidak pernah mereka teriakkan,” ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Kamis (12/6/2014). Menurutnya, dana hibah yang digunakan Jokowi untuk membiayai aktivis HAM tak tanggung-tanggung, mencapai Rp2,1 miliar. (Baca inilah.com)

9. Fahri Hamzah sindir Jokowi, sekarang Jakarta tanpa Adhipura (13 Juni 2014)

Fahri menjelaskan, setelah dipimpin oleh Jokowi, DKI Jakarta tak pernah meraih penghargaan Adipura. Padahal pada era Fauzi Bowo (Foke), Jakarta mendapatkan 4 penghargaan di bidang kebersihan tersebut. “Anda tahu? 4 Adhipura yang selalu diterima zaman Foke. Kini lenyap sama sekali, DKI tanpa Adhipura. Lalu apa?” kicau Fahri dalam akun Twitter-nya @Fahrihamzah dikutip merdeka.com, Jumat (13/6). Tidak hanya itu, Fahri juga menuturkan ihwal mobil Esemka produk dalam negeri yang dulu digembar-gemborkan oleh Jokowi. Sekarang, kata dia, tidak jelas nasibnya. (Baca merdeka.com)

10. Fahri Hamzah: Jokowi Sinting

Fahri Hamzah menyebut Joko ‘Jokowi’ Widodo sinting. Sebutan itu dilontarkan Fahri menanggapi janji Jokowi untuk menetapkan 1 Muharram sebagai hari santri nasional. “Jokowi janji 1 Muharam hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melalui akun twitternya @Fahrihamzah. (Baca republika.co.id)

Diskusi

Satu respons untuk “10 Sindiran Fahri Hamzah Terhadap Jokowi

  1. sudahlah pak faris jngn terlalu cri2 kesalahan pak jokowi.. berkacalah pda partai mu dan partai2 pendukung prabowo hatta saat ini apa yg tlah kalian krjakan selama 10 thn berada dlm pemerintahan, dan knapa klian tdk krjakan fisi misi nya pak prabowo-hatta saat ini…jdi partai2 yg berkolisi dngan prabowo lah partai pencitraan bukan pak jokowi… klian ngorok aja ya.. pepatah bilang drum kosong bunyi nya nyaring itu sama dngan partai golkar,pan,pks… salam 2 jari utk indonesia… okey faris ngomdo gede…

    Posted by ipoel | Juni 28, 2014, 8:10 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: