//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Persiapan Jusuf Kalla dan Hatta Rajasa Jelang Debat Cawapres

Gambar Debat Jusuf Kalla dengan Hatta Rajasa

Bagaimana persiapan kedua calon presiden, Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla dalam debat Cawapres? Acara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 29 Juni 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu, mulai pukul 20.30 WIB (diundur 30 menit untuk ibadah salat tarawih di bulan Ramadan) yang bertemakan Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Iptek. Debat ini akan dipandu oleh moderator Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D, yang merupakan wakil rektor bidang kerja sama dan alumni, Universitas Gajah Majah (UGM).

Mungkin anda tidak sabar menantikan bagaimana para cawapres yang merupakan dua birokrat senior, antara mantan wapres dan menristek beradu argument dan menjabarkan visi dan misi sesuai dengan tema debat. Anggota Tim Sukses Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya menilai tema debat menguntungkan Hatta karena beliau sudah sangat familiar dengan materi debat tersebut. Hatta memang pernah menjabat sebagai menteri ristek, riset dan teknologi.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, tema debat kali ini sangat umum, namun para cawapres harus bisa mengejawantahkan visi-misi konkret mereka yang terkait tema tersebut karena banyak masalah konkret di lapangan jika dikaitkan dengan SDM dan Iptek. Salah satu yang krusial adalah pendidikan, sektor sangat berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Persiapan Hatta Rajasa

Tantowi Yahya, menilai calon wakil presiden Hatta Rajasa sangat mampu menghadapi debat keempat. Menurut Tantowi, apa yang akan dibahas pada debat besok sudah sangat dipahami oleh sosok Hatta Rajasa dengan latar belakangnya selama ini. “Persiapan lebih dari cukup. Pak Hatta sudah sangat familiar dengan isu itu. Pertama, sebagai pengusaha, mantan Menko Perekonomian, dia sangat banyak bersentuhan dengan isu-isu manusia,” kata Tantowi.

Dia menekankan, iptek tersebut akan diarahkan kepada generasi muda Indonesia, sehingga dapat menghadapi masa depan yang penuh dengan persaingan tingkat tinggi. Konkritnya, kata Tantowi, pengembangan iptek akan diarahkan melalui pendidikan. Kubu Prabowo-Hatta menegaskan pihaknya tetap tidak akan menggunakan strategi menyerang kubu lawan.

Bukan hanya bersiap terkait substansi topik debat tentang pengembangan sumber daya manusia dan Iptek, Hatta juga menyiapkan antisipasi gaya debat JK yang menurut mantan Menko Perekonomian itu cenderung menyerang. Hatta berharap para penonton usia muda bisa turut menyaksikan jalannya debat. Hal itu dikarenakan materi yang diangkat ini sangat menarik dan bermanfaat. (Baca metrotvnews.com)

Persiapan Jusuf Kalla

Tim Debat Joko Widodo-Jusuf Kalla, Peompida Hidayatullah, menyebutkan pihaknya sudah menyiapkan berbagai persiapan untuk Jusuf Kalla, menjelang debat calon presiden pada tanggal 29 Juni 2014 mendatang. Selain masalah materi, masalah fisik dan kesiapan juga menjadi salah satu perhatian.

Disampaikan Poempida, jelang debat sendiri tim ahli yang sudah disiapkan oleh para tim debat akan memberikan masukan-masukan yang terkait dengan isu-isu terkini tentang teknologi dan sumber daya manusia. Sehingga apa yang disampaikan dalam debat capres itu akan relevan dengan kenyataan yang sebenarnya.

Karena menurutnya, visi misi dari Joko Widodo dan Jusuf Kalla sendiri adalah mengedepankan masalah dengan hal-hal nyata yang berkaitan dengan masyarakat tingkat bawah. Kata dia, pada penyampaian materi debat akan lebih difokuskan kepada ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi dan masalah pertahanan.

“Nanti saya sendiri akan memberikan masukan soal Drone juga. Itu yang masih relevan juga. Yang disampaikan secara apik oleh Jokowi dan biayanya terjangkau. Tidak seperti yang digemborkan kubu lawan, sekarang soal Drone ini juga sudah muncul ke permukaan,” ucap dia. (Baca vivanews.co.id)

Juru bicara pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Anies Baswedan, mengatakan timnya tidak akan melatih atau mengatur cara berbicara dan gestur tubuh calon wakil presiden Jusuf Kalla pada saat debat nanti. Anies menilai baik Jokowi maupun Jusuf Kalla memiliki ciri khas tersendiri sehingga tak perlu untuk diubah, apalagi dimanipulasi agar terlihat baik di televisi. Gaya Jokowi yang sederhana serta gaya berbicara Jusuf Kalla ketika di depan layar televisi akan dibiarkan apa adanya. Walau begitu, menurut Anies, akan tetap ada latihan bagi Jusuf Kalla untuk mempersiapkan diri ketika membawakan materi debat nantinya.

Dalam persiapannya, tim pemenangan akan membantu Kalla dari sisi penguatan data. Sedangkan untuk substansi yang akan disampaikan, semuanya menjadi wewenang penuh Kalla di panggung debat nanti.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: