//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Video Rekaman Produser Raymond Rondonuwu Di-SP3 Pemred RCTI

Foto Arya Sinulingga, Pemimpin Redaksi Non-Aktif RCTI

Sebuah Video beredar di Youtube yang berisikan rekaman percakapan Produser Seputar Indonesia, Raymond Rondonuwu dengan Pemimpin Redaksi RCTI, Arya Sinulingga. Perdebatan sengit berujung pada pemberian surat peringatan (SP-3) untuk Raymond karena beliau bersikeras menolak menayangkan berita yang memojokkan Jokowi tentang bocornya materi debat capres ke kubu Joko Widodo. Raymond menolak dengan alasan tidak sesuai Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers termasuk sumber berita, kicauan twitter @triomacan2000 yang diragukan kebenarannya.

Meski sedang dinyatakan non aktif, Arya masih punya kuasa atas redaksi dan diduga kuat mempengaruhi pemberitaan redaksi demi kepentingan politik Pilpres 2014. Video tersebut berjudul : Detik-Detik Produser RCTI, Raymond Rondonuwu Di-SP3 Pemred (Non-Aktif) RCTI, Arya Sinulingga diunggah di situs berbagi video, Youtube, Jumat (27/6/2014). (lihat video Youtube dibawah).

Dalam rekaman itu menunjukkan percakapan keduanya yang berakhir pada SP3 untuk Raymond. Percakapan berdurasi 3 menit 55 detik juga mengungkap bagaimana Arya mencecar Raymond dengan berbagai pertanyaan. Awalnya Arya mempertanyakan kenapa Raymond menolak memberitakan. Raymond menyebut sumber-sumber dalam berita bertema dugaan bocornya materi debat ke kubu Jokowi-JK tidak berdasar dan didasarkan pada sumber yang tendensius.

Arya bereaksi keras dan menyebut sumber sudah ada dari internet, tinggal diberitakan saja. Namun, Raymond membantah sumber itu, pasalnya dia menganggap sumber-sumber tidak melalui verifikasi terlebih dahulu. Arya sempat mengatakan sumber link bisa dari mana saja, namun Raymond tetap menolak dan ngotot sumber utamanya dari akun @TrioMacan2000. Pasalnya akun ini terindikasi telah menyebar fitnah dan tuduhan tak berdasar.

Raymond Rondonuwu Kirim Surat Terbuka ke Hary Tanoe

Sejumlah forum internet dan media sosial siang ini, Kamis (26/6/2014), dihebohkan berita seputar surat terbuka Produser tayangan Seputar Indonesia yang mengirim surat terbuka ke salah satu media. (Baca isi lengkap surat terbuka tersebut)

Berita tersebut menampilkan dugaan bocornya materi debat calon presiden yang didasarkan pada pertemuan antara tim hukum Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, dan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di Satay House Senayan pada 8 Juni 2014. Berita ini menjadi besar sejak ditulis oleh asatunews.com. Pihak KPU sendiri sudah melayangkan somasi kepada asatunews.com atas pemuatan berita tersebut. Menurut Hadar, dirinya ke sana hanya untuk membeli makanan dan tak sengaja bertemu dengan Trimedya dan Budi Gunawan.

Raymond menyebut tiga alasan mengapa berita tersebut tak layak tayang. Pertama, kata Raymond, berita itu menyebut Komisi Pemilihan Umum tanpa menjelaskan siapa nama pemangku jabatan KPU yang disebut membantah. Kedua, berita juga hanya menyebut tim sukses Jokowi-JK tanpa menyebutkan nama. Ketiga, tidak mencantumkan kapan dan dimana kejadian berlangsung sebagai unsur-unsur 5W1H. “Asumsi ‘semua juga tahu’ tak berlaku dalam karya jurnalistik,” kata Raymond.

Kemudian, menurut Raymond, berita tersebut juga tidak disertai dengan konfirmasi dari pihak-pihak yang bersangkutan. Raymond mengatakan dirinya sempat bertemu dengan pemimpin redaksi MNC Grup, Arya Sinulingga. Dalam pertemuan pada Kamis, 12 Juni lalu itu, Arya, menurut Raymond, mengatakan “sumber” berita tersebut tidak penting karena sudah diberitakan oleh banyak situs. (Baca tempo.co)

Isi Tweet @TrioMacan2000 Yang Diragukan Kebenarannya

Pada tanggal 11 Juni 2014 beredar uraian akun @triomacan2000 yang berjudul”BOCORNYA MATERI DEBAT CAPRES DARI KPU KE KUBU JKW”, berikut adalah isi tweet atau kicauan akun anonim ini.
1. Eng ing eeng … Baru seminggu Presiden sampaikan 13 arahannya pada pembukaan Rakornas pemantapan pilpres, sdh dilanggar oknum2 tertentu
2. Sehari sebelumnya Presiden telah menegur keras sejumlah jenderal aktif karena terindikasi terlibat pemenangan pasangan Jokowi – JK
3. Presiden @SBYudhoyono akan copot para jenderal yg terindikasi tidak netral itu. Disebut2 pada 10 Juni, tapi blm terdengar beritanya
4. Sementara itu, beberapa jenderal seolah2 tdk peduli dgn teguran keras presiden SBY, mereka terus bermanuver utk dukung capres tertentu
5. Terakhir pada hari minggu 8 Juni 2014, Kepala Kolemdiklat Polri Komjen Budi Gunawan kepergok sdg bertemu Trimedya Panjaitan & Hadar Gumay
6. Mulanya publik masih menduga2 apa agenda pertemuan Budi Gunawan, Hadar N Gumay & Trimedya Panjaitan di Satay House Senayan, Menteng itu
7. Namun akhirnya publik tahu. Ada informasi dari pejabat KPU yang melaporkan ke media massa bhw agenda pertemuan itu terkait debat capres
8. Pejabat KPU tsb mengatakan Hadar Nafis Gumay, Komisioner KPU telah diminta oleh Komjen Budi Gunawan utk bocorkan materi debat ke Trimedya
9. Trimedya Panjaitan adalah pentolan PDIP, mantan Ketua Kom III DPR, mitra kerja Polri. Budi Gunawan Kepala Kolemdiklat mantan ajudan Mega
10. Budi Gunawan pernah jadi ajudan Presiden Megawati dan dikenal luas mempunya hubungan sangat dekat dgn Megawati, sampai hari ini.

Baca kelanjutan isi tweet ini di Chirpstory.
.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: