//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Apa Alasan Partai Demokrat Dukung Prabowo-Hatta?

Gambar Ilustrasi SBY Dukung Prabowo Jadi Presiden

Apa sebenarnya alasan Partai Demokrat dukung Prabowo-Hatta? Apakah hanya karena visi dan misi pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 ini sesuai dengan SBY atau ada tawaran yang menggiurkan menteri dari kubu Prabowo? Tanda-tanda bergabungnya partai yang didirikan oleh SBY ini sudah terlihat dengan adanya deklarasi dukungan Fraksi Demokrat di DPR yang menyatakan dukungan kepada Prabowo di Hotel Crowne Plaza, Senin, 16 Juni 2014.

Tanda kedua adalah pada saat ramainya peseteruan antara Ruhut Sitompul dan Nurhayati Ali Asegaf, Ketua Fraksi Demokrat karena Ruhut menyatakan dukungannya pada pasangan Jokowi-JK. Nurhayati mengatakan bahwa dukungan Rujut dapat membuat opini SBY bermain di dua kaki, yang artinya SBY memang mendukung Prabowo-Hatta walaupun pada awalnya Demokrat memang mengambil sikap netral berdasarkan keputusan rapat pimpinan nasional pada tanggal 18 Mei 2014.

DPP Partai Demokrat menang telah memutuskan dan menginstruksikan kepada pimpinan DPD, DPC, dan kader Demokrat, dan simpatisan Demokrat, termasuk organisasi sayap Demokrat untuk memberikan dukungan penuh sekaligus suaranya kepada Prabowo-Hatta dalam Pilpres 9 Juli mendatang

Menurut Syarif Hasan

Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Senin (30/6/2014) mengatakan alasan keputusan mendukung Prabowo-Hatta diputuskan setelah melalui berbagai pertimbangan, yaitu:
1. Visi-misi Prabowo-Hatta selama masa kampanye, segaris dengan Demokrat dan mendukung dan melanjutkan pemerintahan SBY maupun program kesejahteraan rakyat SBY
2. Kader-kader Demokrat, antara lain DPD, DPC, dan PAC dari seluruh Indonesia, mengusulkan untuk mendukung capres dan cawapres Prabowo-Hatta.

Ahmad Muzani: Tidak Ada Tawar Menawar Menteri

Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani mengklaim tidak ada pembicaraan antara Partai Demokrat dan Prabowo-Hatta mengenai pembagian kursi menteri bila capres-cawapres nomor urut satu itu menang pada 9 Juli nanti. “Sejauh pengetahuan saya, tidak ada pembicaraan antara Ketua Dewan Pembina Gerindra dan Ketua Umum Partai Demokrat tentang posisi tawar menawar menteri dan seterusnya,” ujar Ahmad, Jakarta, Senin (30/06/2014) malam.

Namun Ahmad berharap pergerakan partai berlambang mercy tersebut dalam memenangkan Prabowo-Hatta tidak diselimuti keraguan walau tidak ada pembagian kursi. “Kami berharap keputusan ini bulat dan utuh,” ujar Ahmad menjelaskan. (Baca detik.com)

Pendapat Prabowo Subianto

Prabowo mengatakan, dukungan dari Demokrat adalah sesuatu yang sangat berharga bagi perjuangannya menghadapi pilpres. Menurut Prabowo, selama ini ia selalu melakukan pendekatan intens dengan SBY. “Pendekatannya terus menerus. Bukan akhir-akhir ini, tapi terus menerus. Kita bekerja untuk kebaikan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Prabowo pun mengucapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh partai berlambang mercy itu. “Kami ingin membuat suatu koalisi yang besar, gabungan semua partai untuk memberi perbaikan kepada rakyat. Saya berbesar hati, saya berterima kasih, dari dulu saya katakan bahwa Partai Demokrat banyak putra-putri terbaik, dan saya ingin putra-putri terbaik bergabung,” ujarnya.

Tanggapan Surya Paloh

Ketua Majelis Tinggi Partai NasDem Surya Paloh menyindir sikap partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. “Dari awal kita pahami bahwasannya untuk mencapai kemenangan pasangan Jokowi-JK ini cara-cara dan strategi yang kita jalankan adalah bagaimana kita menempatkan lahirnya tokoh pemimpin baru kepala pemerintahan kita ke depan memang harus dengan cara-cara yang lebih beretika,” kata Surya di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Senin (30/6).

Surya menekankan etika yang dimaksud adalah tidak adanya perjanjian bagi-bagi kursi kelak ketika Jokowi – JK memenangkan mandat dari rakyat untuk memimpin Indonesia. “Pemahaman beretika ini memang tidak ada sejak awal dari koalisi ini untuk membagi kursi. Berapa kursi buat NasDem, berapa PDIP dan seterusnya. Cara baru ini memang belum tentu akan diterima oleh partai-partai lain, belum tentu,” ucap Surya. (Baca merdeka.com)

Pendapat Pengamat Politik, Arie Sujito

Pengamat Politik dari Universitas Gajah Mada (UGM), Arie Sujito, mengatakan dukungan Partai Demokrat kepada pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) tidak akan berdampak terlalu besar.

Hal ini disebabkan tidak adanya jaminan apabila petinggi partai memberikan dukungan kepada salah satu pasangan capres dan cawapres, maka para pendukung dan simpatisan partai juga turut melakukan hal yang sama. Arie juga yakin, dukungan partai berlambang Mercy itu juga tidak bulat dikarenakan Fraksi Partai Demokrat banyak jumlahnya serta tersebar di seluruh wilayah Indonesia. “Cuma, tidak sedikit kader Demokrat yang tidak ingin ketinggalan kereta sekarang ini, tidak ingin ketinggalan bagi-bagi kue. Dukungan ini dukungan pragmatis,” tambahnya. (Baca solopos.com)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: