//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Kronologi Kasus Kematian Siswa SMA 3 Jakarta

Foto Korban, Arfiand Caesar Al Irhami Semasa Hidup

Bagaimanakah sebenarnya kronologi kasus kematian siswa SMA 3 Jakarta? Benarkan Arfian meninggal karena dianiaya dan siapakah pelaku yang dicurigai oleh Polres Jakarta Selatan? Kasus tewasnya Arfiand Caesar Al Irhami (16 tahun) ketika mengikuti kegiatan ekstrakulikuler pecinta alam di Tangkuban Perahu, memang menghiasai headline media masaa belakangan ini dan ramai diperbincangkan masyarakat.

Kabar baru menyatakan Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jaksel telah menetapkan 5 orang tersangka dan semuanya merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Setiabudi, Jakarta Selatan. Bagaimana sebenarnya kronologi kasus ini dan mengapa para senior korban sampai melakukan penganiayaan dan pengeroyokan hingga korba meninggal dunia? Apakah ini bentuk bullying atau kekerasan senioritas terhadap junior? Berikut adalah rangkuman kilasan peristiwa yang membuat heboh sehingga Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut berkomentar, dikutip dari beberapa sumber.

Korban Meninggal Dunia di Rumah Sakit MMC (19-6-2014)

Arfiand Caesar Al Irhami (16) meninggal dunia di RS MMC pada tanggal 20 Juni 2014, Jumat siang. Diduga remaja yang baru duduk di kelas 1 SMA 3 Setiabudi, Jakarta ini mengalami kekerasan dari seniornya. Pada Jumat pukul 11.00 WIB, Alfian menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ICU. Dia sebelumnya mengikuti eskul pecinta alam di sekolah itu.

Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Indra Fadilah Siregar meyatakan Arfiand pulang diantar orangtuanya dari acara pelantikan eskul pecinta alam Sabawana selama selapan hari. Ketika diperiksa, badannya penuh luka lebam biru dan muka bonyok. Dokter UGD nanya ke yang antar, ‘ada pemukulan atau tidak?’ dan dijawab ‘tidak ada pemukulan’. Kemudian keluarga ditelepon oleh pihak rumah sakit soal keadaan ACA,” ujar keluarga ACA, Neneng.

Neneng menuturkan, ketika dilakukan pemeriksaan ada indikasi usus korban bocor karena keluar cairan warna hijau dan hidung mengeluarkan darah. Dirinya tak habis pikir dan bertanya-tanya, apa yang dilakukan dalam ekstrakulikuler tersebut hingga ACA harus menerima perlakukan seperti itu.

“Saat dilakukan catheter, keluar cairan hijau dan saat hidungnya dimasukkan selang langsung keluar darah. Rencananya, ACA akan dioperasi pada pukul 12.00 WIB tadi namun jam 11.00 WIB, ACA sudah meninggal,” jelas dia. Terkait kejadian tersebut, lanjut Neneng, keluarga ACA tak menuduh tetapi menuntut penjelasan dari pihak sekolah soal kejadian tersebut. “Kami tidak menuduh, tapi harus ada penjelasan atas masalah ini. Keluarga cuma pengen tahu kenapa hal itu bisa terjadi. Apalagi kata dokter, keluarga lebih baik lapor ke polisi sebelum diberikan hasil visumnya,” kata dia. (Baca merdeka.com)

Misteri Kematian Mulai Terungkap (21-6-2014)

Misteri penyebab kematian Afriand Caesary Alirhami, siswa SMA Negeri 3 Jakarta menemui titik terang dimana hasil visum polisi menyatakan kematian korban akibat pukulan benda tumpul. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil visum korban seluruhnya guna proses penyelidikan selanjutnya terkait dugaan adanya aksi penganiayaan terhadap korban.

Untuk menguak penyebab kematian Afriand, polisi memeriksa beberapa siswa SMU 3 dan anggota panitia acara pencinta alam. Karena polisi menganggap merekalah yang paling bertanggung jawab atas kematian korban. Sementara itu, keluarga korban mendatangi Maporles Jakarta Selatan untuk melaporkan kematian Afriand yang menurut mereka tidak normal. Korban tewas dengan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya yang diduga akibat penganiayaan.

Polres Jaksel Masih Usut Kematian Siswa SMAN 3 (22-6-2014)

Polres Jakarta Selatan masih mengusut kematian siswa SMAN 3 Setiabudi ketika mengikuti ekstrakurikuler di Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Kapolres Jaksel, Kombes Wahyu Hadiningrat, mengatakan pihaknya sudah memanggil pelajar SMAN 3 yang mengikuti kegiatan pecinta alam tersebut. “Saat ini sedang dipemeriksa saksi-saksi yang berkaitan tentang kematian AC (Arfiand Ceasary) ,” kata Kombes Wahyu Hadiningrat. Menurut Kapolres, ia belum bisa memastikan penyebab tewasnya pelajar tersebut lantaran masih menunggu hasil otopsi.

Tujuh Orang Saksi Diperiksa (24-6-2014)

Tujuh orang saksi sudah diperiksa penyidik Polres Jakarta Selatan terkait kematian Arfiand Caesar Al Irhami (16). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Selasa (24/6/2014) mengatakan lima orang saksi yang diperiksa ialah siswa yang ikut dalam acara Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat, serta dua orang dari pihak guru.

Esoknya, penyidik kepolisian Polda Metro Jaya meluncur ke Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Penyidik juga membawa beberapa murid yang ikut menjadi korban penganiayaan. Polda Jabar pun dilibatkan dalam penyelidikan kasus ini. Kombes Pol Rikwanto mengatakan, tujuan kedatangan timnya guna menelusuri Tempat Kejadian Perkara (TKP). Agar sesampainya di sana murid-murid itu menunjukkan lokasi terjadinya penganiayaan, bukan untuk rekonstruksi. Para pelajar yang diajak ke Tangkuban Perahu adalah peserta yang ikut sejak awal sampai akhir. Dari situlah penyidik akan mendalami kronologi dan mengecek lokasi atau kondisi sebenarnya yang ada di lokasi kejadian (TKP).

Keterangan Saksi Mengarah ke Senior

Polisi sudah memeriksa 30 saksi terkait kasus dugaan tindak kekerasan yang menewaskan seorang siswa SMAN 3 Setiabudi Jakarta Selatan, Arfiand Caesar Al Irhami (16). Polisi mengatakan, dari keterangan 30 saksi yang terdiri atas siswa, guru, dan orangtua murid, semua mengarah kepada senior di Sabhawana. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan jika visum sudah keluar, maka kasus ini akan semakin jelas.

Rikwanto mengatakan, menurut para saksi, penganiayaan dilakukan di luar rencana kegiatan. Sementara itu, pelaku penganiayaan lebih dari dua orang. Menurut Rikwanto, pelaku adalah anggota dari Sabhawana. Rikwanto mengaku, pihaknya juga membawa tim identifikasi untuk mengambil gambar dan merekam setiap tempat yang dilalui dan lokasi terjadinya penganiayaan. Korban luka yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Adjie Risna juga akan dimintai keterangan. (Baca kompas.com)

5 Siswa SMA 3 Jakarta Ditetapkan Sebagai Tersangka (30-6-2014)

Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jaksel menetapkan 5 siswa SMA 3 Setiabudi sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Afrian, siswa kelas 1 SMA 3 dalam kegiatan pecinta alam di Tangkuban Perahu, Bandung beberapa waktu lalu. Kelimanya diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap korban. Kelimanya berinisial DW, TM, AM, KR dan PU, murid Kelas II SMA 3 Setiabudi. Dari kelima tersangka, 4 pria dan 1 wanita.

“Mereka berperan sebagai pembina siswa yang melakukan kegiatan pecinta alam. Panggilan pemeriksaan kelimanya hari ini jam 10,” imbuhnya. Rikwanto menambahkan, penetapan status tersangka terhadap kelimanya itu dilakukan setelah penyidik Polres Jaksel melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Polisi juga melakukan rekonstruksi mini di TKP, yang diperankan oleh pemeran pengganti oleh siswa yang ikut dalam kegiatan tersebut. (Baca detik.com)
.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: