//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

7 Instruksi Presiden SBY Untuk TNI-Polri Jelang Pilpres 2014

Foto SBY Mengeluarkan Instruksi Terhadap TNI dan Polri

Inilah 7 inpres, instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada jajaran TNI-Polri yang berkaitan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Imbauan ini mungkin sangat menyejukkan kepada rakyat dan kedua kubu capres dan cawapres karena ada beberapa pihak yang meragukan netralitas pemerintah dan SBY setelah Partai Demokrat secara resmi mendukung pasangan Prabowo-Hatta pada hari Senin (30/6/2014).

SBY mengeluarkan tujuh instruksi seusai rapat kabinet terbatas bidang politik, hukum, dan keamanan dengan isu pengamanan jelang dan pasca-Pilpres di Kantor Presiden, Kamis, 3 Juli 2014. Perintah itu didasarkan setelah mendengarkan kecemasan dari berbagai pihak dan kemungkinan terjadi masalah ketika ada pihak yang tidak bisa menerima kekalahan dalam pilpres mendatang karena kubu Prabowo-Hatta dan Joko Widodo memiliki kekuatan yang berimbang. Berikut adalah isi instruksi presiden tersebut.

1. Presiden SBY meminta setiap jajaran tidak menganggap ringan situasi, tidak underestimate. Lebih baik siap menghadapi kemungkinan apapun yang bisa terjadi. “Bahwa dengan izin Allah SWT ternyata situasinya baik normal dan terkendali, kita syukuri. Tetapi kalau ada gangguan tiba-tiba, negara siap. Polri/TNI siap untuk merespons dan mengatasi masalah itu,” katanya.

2. SBY meminta jajaran Polri/TNI siap dan siaga di seluruh Tanah Air sebelum 9 Juli 2014 hingga beberapa hari atau hingga situasi dinyatakan aman. “Saya tidak ingin dengar ketidaksiapan dan ketidaksiagaan,” katanya.

3. SBY juga meminta penyelenggara pemilu, Polri/TNI mencegah dan menindak pelanggaran hukum yang berkaitan dengan pilpres. Misalnya, aksi kekerasan yang bisa terjadi, perusakan, pembakaran dari siapapun dan pihak manapun. “Kita harus adil, netral, dan tidak memberikan toleransi kepada perilaku seperti itu,” paparnya.

4. SBY meminta Polri membantu penyelenggara pemilu apabila ada pelanggaran aturan pemilu apalagi kejahatan. Berbagai praktik politik uang dan intimidasi yang tidak boleh dibiarkan. “Aturannya sudah ada, tinggal dijalankan dengan tegas dan tanpa pandang bulu. Dengan tidak melakukan pembiaran, maka bisa cegah masyarakat main hakim sendiri,” katanya.

5. SBY meminta Polri/TNI untuk melakukan koordinasi sedekat-dekatnya dengan penyelenggara pemilu, pemda, pers dan media.

6. Untuk mengemban tugas semuanya ini, SBY menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan untuk memimpin dan mengendalikan langsung semua operasi pengamanan yang tentunya dilakukan oleh jajaran Polri bersama TNI.

7. SBY sendiri akan memantau dan melakukan pengawasan secara dekat terhadap proses pemungutan suara dan hari-hari setelah itu. “Dan apabila negara perlu melakukan tindakan bagi terjaganya situasi keamanan di seluruh Tanah Air, saya akan memberikan insturksi-instruksi saya,’ pungkasnya

Tanggapan PDIP dan Kubu Jokowi

Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo mengatakan PDIP engapresiasi instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada jajaran TNI/Polri untuk menjaga netralitas dan mengantisipasi potensi kerusuhan pada pemilu presiden (pilpres) nanti dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (4/7/2014).

Tjahjo mengatakan TNI/Polri mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Instruksi dari Presiden dinilainya sebagai langkah yang tepat untuk mengantisipasi upaya menarik-narik TNI/Polri ke politik praktis.

“Kami keluarga besar PDI Perjuangan memegang teguh dan percaya terhadap komitmen dari Panglima TNI dan Kapolri, mengenai netralitasnya, dan komitmennya menghadapi kemungkinan apa pun yang bisa terjadi. Dan instruksi Presiden RI tersebut tentu menguatkan kepercayaan kami bahwa Presiden RI pada posisi politik yang seharusnya yakni netral, demikian juga TNI/Polri,” ujar Tjahjo.

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-JK ini menambahkan, instruksi Presiden RI kepada institusi TNI/Polri untuk proaktif melakukan koordinasi dengan penyelenggara pemilu mulai dari KPU, Bawaslu, Pemda, pers dan dengan unsur-unsur terkait lainnya diyakini akan semakin memberikan harapan bahwa pilpres 2014 yang jurdil luber bisa diwujudkan.”Dan menjadi tanggung jawab kita bersama seluruh komponen bangsa Indonesia untuk ikut aktif mengawalnya,” pungkasnya. (Baca detik.com)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: