//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Video Hermawan Sulistyo: Prabowo Pernah Gebuki SBY

Foto Hermawan Sulistyo Mengungkapkan Sosok Asli Prabowo

Telah beredar video Youtube pengakuan Prof. Dr. Hermawan Sulistyo yang mengatakan bahwa Prabowo Subianto pernah gebuki SBY di Akmil (Akabri) yang membuat heboh dunia sosial media dan forum online. Hermawan menjelaskan mengapa SBY tak blak-blakan dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2014 dan mengungkapkan hal ini sebagai bagian hubungan masa lalu kedua jendral tersebut.

Seperti berita yang dirilis oleh detik.com, video berdurasi 22 menit tersebut direkam pada tanggal 3 Juli 2014 pada acara diskusi yang diselenggarakan oleh Imparsial. Pihak yang mengatasnamakan Jakartanicus mengunggah video tersebut pada hari yang sama. Sampai dengan Juma’t pukul 18.00 WIB, video ini sudah ditonton sebanyak 1.061 viewers. Profesor Doktor Hermawan Sulistyo merupakan mantan Ketua Tim Investigasi TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) Kerusuhan Mei 1998, berkisah mengenai Prabowo serta mengungkap banyak hal, mulai dari fakta-fakta temuan TGPF. Tentu saja video ini terus menuai komentar pro dan kontra di Youtube (lihat videonya di bawah ini) dan Hermawan juga menantang untuk buka-bukaan hal ini dengan Kivlan Zen dan kubu Tim Sukses Prabowo-Hatta.

Prof. Dr. Hermawan Sulistyo yang merupakan Profesor Riset Bidang Perkembangan Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), berbicara tentang fakta kerusuhan Mei 1998 dan penculikan sampai soal pembentukan Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Hermawan pun menyinggung Pilpres 2014. Berikut pernyataan lengkap Hermawan dimana beliau sedikit menceritakan hubungan masa lalu SBY dengan Prabowo. Berikut ini adalah ringkasan pernyataan Hermawan.


Pertanyaannya kenapa, soal SBY ini tadi, kenapa ke Jokowi nggak, ke Prabowo malu-malu. Anda tidak tahu bahwa SBY itu pernah digebuki Prabowo waktu di Akmil, di Akabri waktu itu. Kenapa tidak ada orang yang bertanya dalam catatan biodatanya Prabowo, harusnya lulus tahun 1973 kenapa lulusnya tahun 1974, ini nggak ada orang yang nanya. Katanya Prabowo pinter kok nggak naik kelas, berarti ada yang lain, ya itu tadi gebukin SBY.

Jadi ada Prabowo, Ryamizard, Yuddy, sama ada satu lagi empat orang, saya lupa, itu kabur ke Jakarta karena ada acaranya Titiek, lagi pacaran waktu itu, balik ke sana ketahuan. Dihukum sama gubernur, gubernurnya itu bapaknya Ani Yudhoyono namanya Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, gubernur Akabri-nya.

Nah ketika mereka tahu kok ada yang tahu, satu-satunya yang tahu adalah SBY karena dia diajak nggak mau. Akhirnya Senin habis dimarahin, hari Minggu ketangkep, Senin dimarahin, Senin malamnya mereka tanya-tanya sampai bonyok-bonyok.

Ini background kenapa nggak mungkin Prabowo ke sana meskipun kemudian besannya di sana, akhirnya dia dukung tapi nggak terang-terangan. Ini masalah gengsi. Dulu digebukin kok sekarang gengsi.


Sebelumnya, Hermawan Sulistyo pernah menilai sikap Prabowo Subianto menghina kaum Nahdliyin dan komunitas pondok pesantren. Pernyataan Prabowo soal Gus Dur buta tersebut melecehkan para simpatisan Gus Dur dan penyandang cacat, bahkan menghina rakyat Indonesia. “Itu sikap dasar Prabowo: pemarah dan temperamen yang fasis. Pernyataan tersebut amat menghina, merendahkan rakyat Indonesia karena Gus Dur dipilih rakyat Indonesia secara demokratis,” kata Hermawan, Jumat (27/6/2014). Dia menegaskan Prabowo mempunyai sikap dasar diktator dan fasis.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: