//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Hasil Lengkap Debat Capres-Cawapres Kelima, 5 Juli 2014

Foto Suasana Debat Capres dan Cawapres Terakhir

Inilah ringkasan atau hasil lengkap debat capres-cawapres kelima atau terakhir pada tanggal 5 Juli 2014, Sabtu malam mulai pukul 21.30 WIB, bertempat di hotel Bidakara, Jakarta Selatan dengan moderator Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Sudharto P. Hadi, Phd. Debat Pilpres ini berlangsung seru karena dianggap pamungkas karena menutup masa kampanye pilpres, semua pasangan mengeluarkan semua kemampuannya sesuai dengan tema Pangan, Energi, dan Lingkungan.

Pada awalnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil memberikan kata sambutan dan menyatakan bahwa malam ini adalah waktu terakhir pelaksaan kampanye. Oleh karena itu semua alat peraga kampanye di seluruh Indonesia harus segera dibersihkan dan minggu ini kita sudah memasuki masa tenang. KPU juga mengingatkan bahwa semua kepentingan pelembagaan ini adalah untuk mendapatkan pimpinan nasional, bukan pimpinan satu kelompok tertentu saja. Jadi siapa saja pemenang pemilu akan menjadi pimpinan nasional kita.

Seperti debat sebelumnya, format debat kali ini tidak jauh berbeda dengan debat-debat sebelumnya. Yang mana komposisi dan mekanisme debat terbagi dalam 6 segmen. Segmen pertama terkait pemaparan visi misi sesuai dengan tema yang ada soal pangan energi dan lingkungan. Segmen kedua penajaman visi misi tersebut yang nanti akan disampaikanlangsung masing-masing pasangan. Segmen ketiga adalah terkait dengan pertanyaan moderator kepada pasangan capres dan cawapres.

Keempat saling bertanya dan kelima, keenam terkait debat yang nanti akan mempertajam dan memperkaya proses tema yang ada dan juga di segmen keenam ada penutup. Berikut adalah ringkasan segmen debat tersebut.

Segmen I: Penyampaian Visi Misi oleh Cawapres

Hatta Rajasa:
Pangan adalah hal yang sangat penting dan menjadi hak azasi manusia. Kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan. Di bidang pangan:
1. Pangan yang cukup
2. Pangan yang terjangkau
3. Pengembangan diversifikasi pangan
4. Peningkatan kualitas pangan
5. Mitigasi proses

Di bidang energi:
1. Peningkatan produksi migas
2. Pengurangan impor
3. Peningkatan kualitas
4. Diversifikasi produk-produk alam.

Di bidang lingkungan hidup:
1. Lingkungan hidup mengatasi global climate change
2. Pelaksanaan konservasi
3. Mengatasi dan meningkatkan kualitas air, tanah, udara
4. Sustainable development harus dipastikan dilaksanakan.

Lingkungan hidup bukanlah warisan, tetapi titipan kita kepada generasi ke depan yang harus kita tingkatkan kualitasnya.

Jusuf Kalla:

Pangan energi adalah kebutuhan pokok kita. Lima tahun terakhir pangan dan energi banyak mengalami krisis yang luar biasa, kita tetap mengimpor 2.7 juta ton beras padahal kita seharusnya sudah swasembada, begitu juga dengan minyak dan banyak hal lainnya.

Energi kebutuhan yang sangat penting, kita mengalami impor BBM, kinerja listrik yang padam di banyak kota, dan kita harus memperbaiki. Meningkatkan kualitas pangan, yakni.
1. Menyediakan bibit, pengembangan kualitasnya
2. Memperbaiki pengairan, sistem pengairan
3. Penyebaran hasil produksi pangan

Soal energi:
1. Memperbaiki sistem
2. Konversi energi untuk transportasi secara nyata bukan pidato, karena kita sudah berhasil mengkonversi yang kebutuhan di dapur, saatnya untuk transportasi.
3. Meningkatkan kualitas energi, geothermal, air dan sebagainya

Soal Lingkungan Hidup :
1. Hutan harus ditetapkan perbaikan minimal 2 juta hektar per tahun
2. Perbaikan kualitas pengairan
3. Perbaikan kualitas kebersihan kota dan wilayah Indonesia.

Kita harus mempunyai pola pengembangan jangka panjang dan jangka pendek, misalnya 1 juta hektar perbaikan sawah dan sebagainya.

Segmen 2: Penajaman Visi Misi oleh Cawapres

Pertanyaan Moderator ke Jokowi – Jusuf Kalla
Berdasarkan visi misi yang disampaikan pak jokowi dan Jusuf kalla yakni meningkatkan ekspor berbasil pengelolaan, bagaimana upaya itu dilakukan dan bagaimana menghadapi liberalisasi perdagangan?

Jokowi:
Kita harus melihat pasarnya terlebih dahulu. Jika kita telah memiliki pasar, maka kita akan melakukan produksi. Contoh petani disuruh menanam pepaya, dan menanam lainnya, tetapi tidak tahu mau dijual kemana. Petani seharusnya bisa menghasilkan jika dikawal dengan baik, diberi bibit, dan diberi penyuluhan. Petani jangan disepelekan. Kita sudah bertahun-tahun tidak melihat fenomena panen, karena selama ini tidak ada yang memperhatikan, kita punya lahan, punya petani, banyak pakar yang baik, tetapi tidak ada niat dan kemauan intinya hanya niat dan kemauan.

Jusuf Kalla:
Inti dari peningkatan pangan adalah peningkatan kualitas pengelolaan dan variasi produl. Contoh Sawit kalau kita hanya ekspor dalam CPO tentu kurang nilai jualnya. Masalah daya saing kita terkait petani yang banyak, lahan yang banyak, dan kemampuan kita menghasilkan sebenarnya sangat baik. Jadi nilai daya saing kita sebenarnya sangat tinggi. Kita hanya perlu pengelolaan yang lebih baik.

Moderator ke Prabowo-Hatta
Penyampaian visi misi prabowo-hatta akan membangun kedaulatan pangan dengan meningkatkan produktivitas rakyat, pertanyaan bagaimana itu dilakukan dan bagaimana menghadapi tantangan perubahan iklim

Prabowo:
Masalah pertanian yang kita hadapi, tiap tahun kita kehilangan 60000 hektar wilayah pertanian setiap tahun. Kita akan butuh 730.000 hektar. Kita harus menambah 60000 hektar yang telah berubah menjadi real estate dan sebagainya setiap tahunnya. Kita harus meningkatkan kualitas pupuk majemuk yang spesifik selama ini Indonesia masih sangat kekurangan itu. Perlu pupuk khusus untuk jagung, untuk ubi dan sebagainya tidak satu pupuk untuk semua. Dengan memperbaiki ini saja, kita bisa meningkatkan produksi hingga 40 persen.

Kami merencanakan akan menambah 2 juta hektar sawah baru di Indonesia untuk menangani masalah kehilangan wilayah sawah tersebut, Intensifikasi, ekstensifikasi, pengelolaan, dan pengembangan bendungan.

Baca Segmen 3: Pertanyaan Moderator…

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: