//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Hatta Rajasa Tidak Tahu Beda Kalpataru dan Adipura

Foto Hatta Rajasa Dalam Debat Capres-Cawapres Kelima

Memang menjadi berita menarik ketika Hatta Rajasa tidak tahu perbedaan penghargaan Kalpataru dan Adipura. Apakah calon wakil presiden, mantan Menko Perekonomian RI dan menteri hampir 15 tahun ini lupa atau memang tidak mengerti sepenuhnya penghargaan tersebut pada acara debat capres-cawapres kelima, Sabtu malam, 5 Juli 2014? Yang jelas, Hatta telah melakukan blunder luar biasa dan mungkin membuat para tim sukses dan dirinya merasa malu yang tidak mungkin mempengaruhi elektabilitasnya terutama kepada swing voters padahal sebelum debat, Prabowo mengatakan bahwa mereka sudah melakukan kerja keras dalam persiapan jelang debat terakhir ini.

Kejadian itu berlangsung pada segmen kelima debat dimana Hatta Rajasa yang bermaksud menyerang Jokowi menanyakan kepada capres nomor urut dua tersebut dengan perkataan, “bentuk penghargaan apakah dalam piala atau insentif, itu bukanlah hal yang penting. Tetapi prinsipnya adalah penghargaan itu diberikan. Pertanyaannya, mengapa DKI dan Solo tidak pernah dapat? Jusuf Kalla lalu mengoreksi pernyataan Hatta Rajasa di panggung debat. JK memastikan, penghargaan untuk sebuah kota madya adalah Adipura, bukan Kalpataru seperti yang disampaikan Hatta. “Kalau kota itu bukan Kalpataru, tapi Adipura,” kata JK dalam debat putaran terakhir.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia dijelaskan bahwa Kalpataru merupakan penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia, dengan 4 kategori yaitu perintis, pengabdi, penyelamat dan pembina lingkungan. Jadi penghargaan kalpataru diberikan kepada individu (warga masyarakat), petugas lapangan, kelompok masyarakat (informal dan formal) dan pembina lingkungan (pejabat, pengusaha, peneliti, atau tokoh masyarakat) baik di kota maupun di desa, namun bukan kepada pemerintah kota (Pemko) atau provinsi (pemprov).

Sebagai informasi, pada tahun 2013, seorang warga DKI Jakarta bernama H. Chaerudin, mendapat penghargaan kalpataru berhasil menanam 40 ribuan pohon produktif di sepanjang bantaran Kali Pesanggrahan. Dia berhasil merehabilitasi dan melakukan konservasi alam, serta berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar bantaran kali sehingga mereka bisa hidup dari kegiatan bertani dan beternak.

Sementara itu adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Jadi pertanyaaan Hatta Rajasa yang awalnya mungkin bermaksud cenderung menyerang atau menjebak, salah kaprah dan malah membuatnya malu dan jadi bahan pembicaraan atau di-bully di sosial media seperti Twitter atau Facebook. Tidak heran banyak gambar dan meme Hatta Rajasa bertebaran di Internet yang cenderung menertawakan bapak 3 anak ini. Bahkan #HiduupKalpataru menjadi worldwide trend di Twitter.

Tanggapan Tentang Ketidaktahuan Hatta Rajasa

Jusuf Kalla menyesalkan ketidakmengertian cawapres Hatta Rajasa dalam membedakan penghargaan di bidang lingkungan. Padahal, Hatta lama duduk di kabinet sebagai menteri. “Yang saya sayangkan, Pak Hatta lama di pemerintahan tidak bisa membedakan antara Kalpataru dan Adipura. Bukan blunder, tapi enggak ngerti. Tanya tapi enggak ngerti,” ujar JK seusai mengikuti debat capres-cawapres di Hotel Bidakara tersebut.

Politisi PDI Perjuangan Tubagus Dedi S Gumelar atau Miing menyindir cawapres Hatta Rajasa yang menyerang secara tajam ke Joko Widodo (Jokowi) dalam debat terakhir namun berujung fatal. Miing menilai, Hatta bermotivasi menyerang Jokowi sehingga tanpa disadari justru membuka kedoknya sendiri karena yang ditanyakan malah tidak dipahami. Padahal, Hatta sudah 13 tahun berada di pemerintahan namun naifnya tak bisa membedakan antara Kalpataru dengan Adipura.

“Serangan tajam yang ditujukan ke Jokowi oleh Hatta berujung fatal. Hatta salah memberikan pertanyaan karena tanpa mampu membedakan apa itu Adipura dan Kalpataru,” kata Miing, Sabtu (5/7/2014). Miing mengungkapkan, latar belakang pertanyaan Hatta tersebut hanya karena informasi sesat seolah Kota Solo dan DKI tidak menerima Kalpataru. Padahal Kalpataru adalah penghargaan untuk pejuang lingkungan.

Hatta Rajasa Ditegur Moderator

Mungkin ketidaktahuan Hatta Rajasa ini berhimbas pada kesalahan yang dilakukannya kemudian pada segmen 6 dimana saat Hatta yang mendapatkan kesempatan menanggapi jawaban Joko Widodo, malah bertanya kepada Jusuf Kalla. “Saya ketua renegoisasi kontrak. Renegoisasi kontrak yang tidak berkeadilan itu kontrak sekali. Jadi yang ingin saya tanyak, apakah Bapak akan mencabut atau merenegosiasikan kembali….” tanya Hatta.

“Pak Hatta, ini sesinya menanggapi, bukan bertanya,” sela moderator, Prof. Sudharto P. Hadi. Hatta menjawab bahwa dia menanggapi jawaban Jokowi. Namun dia kembali mengulang pertanyaan yang sama. “Saya memang sedang menanggapi hutan lindung tadi, jika dikaitkan secara parsial bahwa itu kadang-kadang tidak sesuai dengan peta pertanahan, bahwa ada perusahaan yang diberikan hutan lindung. Apakah bapak setuju, apa dengan adanya perusahan di hutan lindung itu akan cabut atau renegosiasi kembali,” jelas Hatta melanjutkan. “Tidak ada kesempatan lagi untuk menanggapi,” kata Sudharto setelah Hatta menyelesaikan gilirannya bicara.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: