//
Anda membaca...
Bisnis, Sejarah dan Politik

Menangkan Prabowo, Saham VIVA dan MNC Turun Bebas

Grafik Penurunan Saham VIVA dan MNC 10 Juli 2014

Saham VIVA dan MNC, media yang memenangkan Prabowo-Hatta melalui hasil quick count (hitung cepat) anjlok atau turun bebas sekitar 3 hingga 4 persen pada perdagangan Kamis siang, 10 Juli 2014. Saham-saham milik PT. Visi Media Asia (VIVA) dan PT. Media Nusantara Citra (MNCN) turun 4,9 persen ke 255 sementara saham MNCN jatuh 3,7 persen ke 2.630 di tengah-tengah IHSG yang menguat signifikan 2,04 persen (102,5 poin) ke 5.127,21 pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini.

Kondisi yang sebaliknya justru terjadi pada saham PT Surya Citra Media Tbk yang membawahkan stasiun televisi SCTV. Emiten berkode SCMA ini pada waktu yang sama telah menguat sebesar 3,34 persen menjadi Rp 3.715 per saham. Head of Research Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menyatakan, bisnis media adalah bisnis kepercayaan. Jika sebuah media menayangkan informasi yang tidak benar, hal itu akan memengaruhi kelanjutan bisnis dan pendapatan perusahaan.

“Turunnya saham VIVA dan MNCN bagaimanapun sangat berkaitan dengan hasil quick count yang dinilai tidak benar, yang memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa. Investor paham, itu tidak benar, sehingga mereka memilih melepas saham dua emiten itu,” ujarnya, Kamis (10/7/2014) seperti berita yang diliris oleh kompas.com. Dia menyebutkan, kemungkinan saham VIVA untuk kembali menguat sangat kecil dalam waktu dekat ini. Sementara itu, potensi saham MNCN untuk rebound bisa terjadi lebih cepat karena share emiten ini di pasar tidak terlalu banyak.

Sebagaimana diketahui, TV One, MNC TV, Global TV dan RCTI menayangkan hasil quick count yang memenangkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa. Hasil tersebut berkebalikan dengan hasil hitung cepat yang dilakukan beberapa lembaga survei yang lebih kredibel. Setidaknya, ada empat lembaga survei yang memenangkan pasangan Prabowo-Hatta dalam quick count Pilpres 2014 yang digelar hari ini. Lembaga-lembaga itu adalah Puskaptis, Indonesia Research Center (IRC), Lembaga Survei Nasional (LSN) dan Jaringan Suara Indonesia.

Sementara itu, ada tujuh lembaga survei yang memenangkan Jokowi-JK, yaitu Populi Center, CSIS, Litbang Kompas, Indikator Politik Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia, RRI, dan Saiful Mujani Research Center. “Itu lebih pada sentimen dan persepsi akan berkurangnya share audien karena berita-beritanya beda sendiri. Tapi itu sesat saja. Turunnya bukan karena faktor fundamental,” kata ujar Analis Pasar Modal, Reza Priyambada pada merdeka.com.

Pasca Pilpres 2014, Saham IHSG Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat dan mencetak rekor dalam sejarah pasar modal Indonesia pada 2014. Laju IHSG menembus level 5.100. Pada pembukaan perdagangan saham, Kamis (10/7/2014), IHSG naik 85 poin ke level 5.109,61. IHSG berada di level tertinggi 5.165,41 dan level terendah 5.097,41. Penguatan indeks saham ini ditopang dari 148 saham menguat. Sementara itu, 111 saham melemah. Sedangkan 57 saham diam di tempat. (Baca liputan6.com)

Melihat gerak IHSG dari 2013, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi ditutup di level 5.204,97 pada 20 Mei 2013. Ini level tertinggi di pasar modal Indonesia. Hari ini, IHSG kembali menembus level 5.100.Kepala Riset PT Universal Broker, Satrio Utomo menuturkan, IHSG memang bergerak reli tetapi sangat berat. Laju IHSG bergerak reli itu karena berdasarkan perhitungan cepat calon presiden urut nomor dua Joko Widodo dan calon wakil presiden Jusuf Kalla ada di posisi atas. Selama ini calon presiden urut nomor dua Joko Widodo cenderung diterima pasar.

“IHSG reli karena kemenangan Joko Widodo. Akan tetapi pasar sangat berhati-hati dalam menyikapinya,” ujar Satrio. Menurutnya, dua calon presiden yang mengklaim kemenangan dapat menimbulkan konflik. Sehingga pelaku pasar cenderung berhati-hati. Hal ini terlihat dari indeks saham naik sekitar 1,84 persen. Satrio menyarankan, pelaku pasar untuk mengambil untung terlebih dahulu. Hal itu mengingat indeks saham naik tajam.

Sedangkan Kepala Riset PT Bahana Securities, Harry Su melihat, pelaku pasar tidak terlalu mempedulikan hasil perhitungan cepat yang membuat salah satu pasangan calon Presiden mengklaim kemenangannya. Hal ini dilihat dari respons pelaku pasar sehingga IHSG dapat melaju kencang pada hari ini.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: