//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Keanehan dalam Perhitungan Suara Pilpres 2014 di Malaysia

Hasil Rekapitulasi Sementara PIlpres 2014 di PPLN Malaysia

Banyak pihak yang mencurigai kecurangan atau penggelembungan suara dalam perhitungan suara Pilpres 2014 di Malaysia dimana hasil TPS sangat jauh berbeda dengan surat lewat pos. Hal ini banyak diperbincangkan lewat forum online dan sosial media karena adanya keanehan diluar kewajaran sesuai kaidah atau ilmu statistik. Berdasarkan hasil rekapitulasi sementara itu dipublikasi Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Perwakilan RI Kuala Lumpur melalui website ppln.kbrikl.org/index.php?r=site/rekapitulasipilpres, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa untuk sementara unggul telak dibanding pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pemungutan suara Pemilu Presiden 2014 di Malaysia.

Berdasarkan pemantauan Kompas.com, hingga Sabtu (12/7/2014) siang, pukul 13.43 WIB dari 53.013 suara yang masuk, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 43.770 suara (83 persen) dan Jokowi-JK 8.525 suara (16 persen) dimana terdapat 718 suara tidak sah dari total suara 53013.

Menurut berita yang dilansir kompas.com, perolehan suara itu berdasarkan perhitungan suara pemilih yang datang di 60 TPS dan yang dikirim melalui pos. Prabowo-Hatta bisa unggul telak lantaran memperoleh banyak suara yang dikirim melalui pos. Prabowo-hatta memperoleh hingga 39.671 suara (90 persen) dari perhitungan surat suara dari pos. Sementara Jokowi-JK hanya memperoleh 3709 suara (8 persen). Ada 625 suara tidak sah. Adapun suara yang disalurkan melalui drop box hingga Sabtu siang masih nol untuk kedua pasangan.

Jadi, jika dikurangi antara total rekapitulasi sementara dengan suara yang dikirim dari pos, pasangan Jokowi-JK unggul dalam pemungutan suara TPS. Jokowi-JK memeroleh 4.816 suara dan Prabowo-Hatta 4.099 suara. Untuk lebih jelas lihat data tabel di bawah dimana hasil pos ditulis berwarna lebih gelap.

Nomor TPS Prabowo-Hatta Jokowi-JK
KBRI-01 145 (45%) 173 (54%)
KBRI-02 132 (49%) 135 (51%)
KBRI-03 82 (33%) 164 (66%)
KBRI-04 68 (37%) 182 (63%)
KBRI-05 98 (40%) 145 (58%)
KBRI-06 145 (45%) 173 (54%)
KBRI-07 122 (42%) 167 (57%)
KBRI-08 116 (41%) 180 (56%)
KBRI-10 94 (41%) 138 (59%)
KBRI-11 88 (43%) 112 (55%)
KBRI-12 48 (34%) 140 (64%)
KBRI-13 66 (41%) 160 (58%)
KBRI-14 134 (40%) 196 (59%)
KBRI-15 54 (36%) 95 (64%)
KBRI-16 86 (55%) 67 (43%)
KBRI-17 63 (46%) 71 (52%)
KBRI-18 56 (44%) 65 (51%)
KBRI-19 87 (54%) 73 (45%)
KBRI-20 80 (49%) 82 (51%)
KBRI-21 56 (46%) 67 (54%)
KBRI-22 74 (40%) 110 (59%)
POS 39671 (90%) 3709 (8%)
SIKL-23 53 (47%) 57 (51%)
SIKL-24 57 (51%) 54 (48%)
SIKL-25 90 (52%) 80 (46%)
SIKL-26 45 (40%) 68 (60%)
SIKL-27 63 (40%) 90 (58%)
SIKL-28 40 (49%) 40 (49%)
SIKL-29 38 (41%)  53 (58%)
SIKL-30 90 (53%) 78 (46%)
SIKL-31 81 (46%) 95 (53%)
SIKL-32 59 (43%) 77(57%)
SIKL-33 49 (51%) 44 (46%)
SIKL-34 47 (47%) 51 (50%)
SIKL-35 42 (49%) 42 (49%)
SIKL-36 56 (55%) 42 (41%)
SIKL-37 52 (57%) 39 (43%)
SIKL-38 38 (46%) 45 (54%)
SIKL-39 87 (64%) 48 (35%)
SIKL-40 63 (51%) 60 (49%)
SIKL-41 66 (53%) 59 (47%)
SIKL-42 37 (49%) 37 (49%)
SIKL-43 48 (71%) 20 (29%)
SIKL-44 48 (50%) 47 (49%)
SIKL-45 29 (42%) 38 (55%)
SIKL-46 20 (45%) 24 (55%)
SIKL-47 25 (41%) 36 (59%)
SIKL-48 41 (53%) 36 (46%)
SIKL-49 42 (58%) 27 (38%)
SIKL-50 40 (56%) 32 (44%)
SIKL-51 28 (38%) 44 (60%)
SIKL-52 46 (48%) 48 (51%)
SIKL-53 58 (53%) 51 (46%)
SIKL-54 48 (40%) 69 (58%)
SIKL-55 76 (46%) 88 (53%)
SIKL-56 74 (46%) 86 (53%)
SIKL-57 81 (48%) 87 (51%)
SIKL-58 88 (57%) 66 (43%)
SIKL-59 58 (57%) 41 (41%)
SIKL-60 103 (44%) 129 (55%)

Kubu Jokowi-JK Curiga

Juru Bicara Tim Pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Hasto Kristiyanto, menaruh curiga pada hasil perhitungan suara Pilpres 2014 di Malaysia. Namun, pihaknya merasa sulit mengawasi dan membuktikan karena kecurigaan itu berada pada perhitungan suara yang dikirim melalui pos. Hasto menjelaskan, pihaknya tak memiliki akses untuk dapat mengawasi penghitungan suara yang dikirimkan melalui pos. Namun, dirinya yakin, perolehan suara Jokowi-JK yang dihitung di tempat pemungutan suara (TPS) masih unggul dibanding pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

“Hasil penghitungan di Malaysia sangat mengejutkan, sangat mencurigakan, tapi kami kesulitan mengawasi penghitungan yang dikirim melalui pos,” kata Hasto seperti yang diberitakan kompas.com. Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan itu melanjutkan, pihaknya terus melakukan pengecekan di seluruh wilayah pemilihan. Semua dilakukan untuk mencegah adanya penggelembungan suara, khususnya di TPS luar negeri. “Penggelembungan suara adalah kejahatan demokrasi,” pungkasnya.

Diskusi

3 respons untuk ‘Keanehan dalam Perhitungan Suara Pilpres 2014 di Malaysia

  1. KPU main curang?

    Posted by joko sentil | Juli 13, 2014, 2:30 pm
  2. kenapa kalau pasangan nomor satu menang selalu dibilang keanehan

    Posted by anwar batam | Juli 15, 2014, 6:42 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: