//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Foto Polhut Menyembelih Monyet di Facebook Dikecam

David Pia Menyembelih dan Memasak Daging Monyet Sulawesi

Twitter

Aksi David Pia yang diduga Polhut, Polisi Hutan, yang mengunggah fotonya di Facebook sedang menyembelih monyet dikecam banyak pihak terutama dari kalangan aktivis perlindungan hewan langka, seperti pernyataan yang dirilis oleh Movement For Animals, @MoveForAnimals, yang sangat mengutuk keras perbuatan pria ini. Jenis monyet yang disembelih adalah Monyet wolai atau Monyet hitam Sulawesi (Macaca nigra) atau Yaki yang terancam punah dikarenakan penebangan hutan dan perburuan yang leluasa.

Seperti yang diberitakan kompas.com, Advisor Program Satwa dari Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki (PPST), Simon Purser, menjelaskan bahwa monyet hitam sulawesi (Macaca nigra) atau di Minahasa disebut yaki merupakan satwa yang dilindungi dan terancam punah. Masyarakat sering memburu yaki untuk diambil dagingnya. Permintaan daging yaki semakin meningkat ketika menjelang Natal dan Tahun baru. Hingga kini populasi yaki diperkirakan hanya tersisa 3.000 ekor yang ada di Hutan Tangkoko, Sulawesi Utara sehingga termasuk hewan yang dilindungi berdasarkan UU RI No.5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah RI No.7 Tahun 1999.

Pemilik akun Facebook itu sendiri diketahui bernama David Pia. Ironisnya, dalam album fotonya di Facebook, terdapat foto-foto David mengenakan seragam polisi hutan. “Kami menyayangkan masih banyak orang yang belum paham mengenai Undang-Undang Konservasi Satwa Liar, padahal sudah diterbitkan sejak 1990 sehingga masyarakat merasa normal untuk memublikasikan aktivitas ilegal di ranah publik seperti Facebook dan sosial media lainnya,” ujar Simon, Senin (14/7/2014).

Dia menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan pengingat bahwa aparat penegak hukum, jajaran pemerintah, dan berbagai organisasi lainnya masih punya tugas besar untuk mengedukasi masyarakat Minahasa terkait topik perburuan satwa liar dilindungi yang semakin terancam punah. Simon mengkhawatirkan, jika perburuan terhadap yaki tidak segera dihentikan, maka kepunahannya tinggal menunggu waktu.

“Babi rusa sudah dinyatakan punah di area Minahasa sejak sekitar 20 tahun belakangan. Yaki, kuskus, dan satwa lainnya mungkin menyusul jika upaya penegakan hukum perlindungan satwa tidak serius dilakukan,” tekan Simon. Di samping itu, menurut dia, ada risiko serius yang mengancam kesehatan manusia jika bersentuhan dengan monyet, apalagi jika mengonsumsi daging monyet. Ada berbagai parasit dan virus yang dapat menjangkiti manusia.

Oleh karena itu, pihaknya berharap penegakan hukum dapat dilakukan dengan tegas, sementara sosialisasi dan edukasi ke masyarakat dapat terus ditingkatkan. Beberapa penggiat lingkungan dan konservasi lainnya berharap, jika benar David Pia adalah polisi hutan, maka instansi tempatnya bernaung perlu menjatuhkan sanksi terhadapnya, dan bahkan bisa melaporkannya ke polisi. Seharusnya sebagai seorang Polhut, David harusnya memberikan contoh yg baik tentang upaya konservasi satwa kepada masyarakat.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: