//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Kubu Prabowo Akui Kalah dan Kemenangan Jokowi?

Status Facebook Pius Lustrilanang Akui Kemenangan Jokowi

Benarkah Kubu Prabowo-Subianto mengakui kekalahan mereka dan kemenangan Jokowi-JK dalam jelang pengumuman hasil pilpres 2014 oleh KPU pada tanggal 22 Juli 2014? Tanda pengakuan ini terlihat dari pernyataan salah satu petinggi Partai Gerindra, Pius Lustrilanang yang juga anggota tim sukses pasangan nomor urut 1 ini menyuarakan sikap di akun Facebook miliknya, Kamis (17/7/2014) pagi.

Seperti yang diberitakan liputan6.com, dalam note berjudul, “Beroposisi Sama Terhormatnya dengan Memerintah”, Pius menulis, “Dengan selesainya pleno rekapitulasi suara di tingkat kecamatan (15/7/2014) dan dimulainya rekapitulasi di tingkat Kabupaten sejak (16/7/2014), pemenang pilpres sudah diketahui publik.” Ia melanjutkan, “Saya mencoba menghitung data DB1 yang sudah di-upload di Website KPU, ternyata hasilnya tidak jauh beda dengan hasil yang ditayangkan di situs kawalpemilu.org.” Anda juga dapat melihat real count hasil perhitungan DB1 dan DA1 menurut versi kubu Prabowo-Hatta di situs bowoharja.biz walaupun sekarang situs itu sempat mengalami masalah atau error.

Sejauh ini, rekapitulasi versi kawalpemilu.org menyatakan Jokowi-JK unggul. Pada Kamis (17/7/2014) pukul 09.30 WIB, Jokowi-JK meraih 65.769.697 atau 52,82% suara. Sementara, Prabowo-Hatta meraup 58.745.742 atau 47,17% suara. Itu berdasarkan data 449.933 TPS atau 99,47% TPS yang datanya tersedia. Melihat hasil tersebut, Pius menulis, “Salam hormat saya buat siapapun yang sudah mendedikasikan dirinya buat mengawal pemilu sehingga berjalan jujur dan adil. Siapapun presidennya, yang menang adalah demokrasi yang telah kita pilih dan perjuangkan. Demokrasi adalah alat sekaligus tujuan. Keyakinan saya terhadap demokrasi tidak akan pernah berubah.”

“Hormat selanjutnya saya berikan buat partai yang lapang dada menerima kekalahan dan siap beroposisi. Oposisi bagi mereka yang kalah, adalah sikap yang sama terhormatnya dengan kesiapan memerintah bagi yang menang. Apapun pilihan yang diambil akan menentukan peta politik Indonesia ke depan,” tulis Pius yang kembali terpilih menjadi anggota DPR dari Dapil Nusa Tenggara Timur I.

Menjelang kejatuhan Orde Baru, Pius menjadi salah satu aktivis prodemokrasi yang diculik sekelompok aparat militer. Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, diberhentikan dari ABRI karena dianggap terlibat dalam aksi tersebut. Pius berharap para elite partai bisa melihat kepentingan politik jangka panjang dan bukan sekedar keinginan untuk berkuasa. Pius juga mendengar dari kubu Jokowi kesediaan untuk beroposisi jika kalah.

Berikut isi pernyataan Pius Lustrilanang lewat status dalam akun Facebook-nya:

BEROPOSISI SAMA TERHORMATNYA DENGAN MEMERINTAH

Dengan selesainya pleno rekapitulasi suara di tingkat kecamatan (15/7/2014) dan dimulainya rekapitulasi di tingkat Kabupaten sejak (16/7/2014), pemenang pilpres sudah diketahui publik. Saya mencoba menghitung data DB1 yang sudah di-upload di Website KPU, ternyata hasilnya tidak jauh beda dengan hasil yang ditayangkan di situs kawalpemilu.org.

Salam hormat saya buat siapapun yang sudah mendedikasikan dirinya buat mengawal pemilu sehingga berjalan jujur dan adil. Siapapun presidennya, yang menang adalah demokrasi yang telah kita pilih dan perjuangkan. Demokrasi adalah alat sekaligus tujuan. Keyakinan saya terhadap demokrasi tidak akan pernah berubah.

Saya berharap sistem demokrasi kita semakin matang. Semoga demokrasi bisa mendatangkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita rajut lagi persatuan dan kesatuan bangsa. Semoga rakyat tidak perlu menyaksikan akrobat politik dagang sapi. Untuk harapan yang terakhir, saya agak pesimis.

Hormat selanjutnya saya berikan buat partai yang lapang dada menerima kekalahan dan siap beroposisi. Oposisi bagi mereka yang kalah, adalah sikap yang sama terhormatnya dengan kesiapan memerintah bagi yang menang. Apapun pilihan yang diambil akan menentukan peta politik Indonesia ke depan.

Semoga elit parpol bisa melihat kepentingan politik jangka panjang, bukan sekedar keinginan untuk berkuasa. Demokrasi memerlukan juga check and ballance. Ke depan, saya ramalkan hanya akan ada dua kekuatan politik besar: dua koalisi besar partai. Sebuah proses penyederhanaan parpol secara alamiah.

Pius Lustrilanang: Maksud Saya Menyindir Pihak Tertentu

Pius Lustrilanang menyatakan maksud tulisannya di Facebook ingin menyindir sejumlah pihak, bukan mengakui kekalahan Prabowo-Hatta, seperti yang dikatakan Ketua DPP Partai Gerindra kepada detikcom, Kamis (17/7/2014). “Hanya menyindir. Dan itu juga saya tulis lewat status berikutnya. Tidak ada pengakuan kalah,” lanjut Pius. Inilah maksud postingan Pius di Facebook.

1. Menyindir Kawalpemilu.org
Pius menyindir kawalpemilu.org yang menurutnya telah menunjukkan pemenang Pemilu 2014, padahal KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu belum mengumumkan resmi hasil Pilpres 2014. “Saya menyindir kawalpemilu.org yang sudah menyatakan pemenangnya (Pilpres 2014) padahal suara masih dihitung di tingkat kecamatan,” kata Pius.

2. Menyindir Jokowi
Pius menyindir Jokowi lantaran Gubernur DKI nonaktif itu belum juga menyatakan siap untuk kalah. Padahal Prabowo, rival Jokowi, sudah menyatakan kesiapannya untuk kalah, Ini juga sindiran untuk kubu Jokowi. Kenapa sampai sekarang tidak ada pernyataan untuk bersiap kalah? Dalam tulisan itu saya sebutkan bahwa peran oposisi sama terhormatnya dengan berada di pemerintahan,” tutur Pius.

3. Menyindir Parpol yang Ingin Hengkang dari Koalisi
Pius bermaksud menyindir parpol-parpol yang ingin hengkang dari Koalisi Merah Putih. Menurutnya, tak seharusnya politisi hanya berambisi mengejar kekuasaan di pemerintahan. “Saya juga menyindir di barisan koalisi yang sudah siap-siap menyeberang, padahal suara belum selesai dihitung. Janganlah hasrat berkuasa yang dikedepankan. Dalam tulisan itu saya juga cantumkan: semoga rakyat tidak perlu menyaksikan akrobat politik dagang sapi,” tutur Pius.

Diskusi

2 respons untuk ‘Kubu Prabowo Akui Kalah dan Kemenangan Jokowi?

  1. Selamat kepada kubu Prabowo Subianto yang telah mengakui kekalahannya.

    Posted by saifur | Juli 18, 2014, 3:18 am
  2. Klau kita analisis dr form db1 selisihnya kecil antara no.1 vs no. 2 , yaiti 2,1% unggul jkwjk. Tetapi hasil tsb bisa selisih lebih lebar 5% sd 6% krn sisa suara form bd1 blm disahkan 95% dimenangkan jkwjk.

    Posted by fuia | Juli 19, 2014, 5:57 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: