//
Anda membaca...
Kesehatan

Apa Penyebab Bayi Tidak Mau Minum ASI?

Foto Ibu Menyusui Anaknya di Tempat Umum

Apa sebenarnya yang menjadi penyebab bayi tidak mau minum ASI (Air Susu Ibu) khususnya pada bayi baru lahir dan berusia 3 bulan ke atas? Sang ibu pasti merasa cemas saat buah hati tidak lagi mau menyusu dan berusaha untuk mencari informasi cara apa yang terbaik sehingga tidak menyerah memberikan susu formula. Masa menyusui adalah masa yang kompleks ,masa dimana seorang ibu menyambungkan emosinya dengan seorang anak setelah mengandung dan melahirkan.

Usia bayi adalah usia rentan dimana bayi dengan nalurinya menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya termasuk ibunya. Pada masa menyusui bayi kerap susah untuk dimengerti,karena satu-satunya bahasa bayi yang di ungkapkan adalah menangis. Perlu diketahui, pada usia 2 minggu, 6 minggu dan 3 bulan bayi mengalami percepatan pertumbuhan yang menyebabkan bayi menyusu lebih banyak dari biasanya.

Demikian pula pada saat menyusui,bayi kerap menangis dan member perlawanan dengan tidak mau minum air susu ibu(ASI). Hal ini tidak jarang membuat sang bunda khawatir dan cemas dengan kesehatan bayinya,karena ASI adalah makanan utama bagi bayi.Namun demikian kita haruslah memahami kondisi tersebut, hal apa saja yang membuat bayi kita enggan menyusu?

Berikut ini adalah penyebab mengapa bayi enggan minum ASI. Ibu dapat menyesuaikan alasan dibawah dengan kondisi ibu dan anaknya.

  • Bayi Kurang Sehat

Kondisi tubuh bayi yang kurang sehat bisa membuat bayi kesulitan mengisap dengan baik, sehingga ASI yang didapat sedikit. Akhirnya bayi jadi capek atau frustrasi, dan menolak menyusu.

  • Kesakitan

Bayi yang mengalami memar akibat lahir dengan alat bantu (misalnya: vakum) mungkin menolak menyusu jika bagian yang memar ini terpencet tiap kali ia menyusu.

  • Tersumbat hidungnya

Bayi yang hidungnya tersumbat (karena pilek) mungkin menolak menyusu karena kesulitan bernafas.

  • Sariawan

Bayi yang sedang sariawan, atau mulutnya terinfeksi jamur Candida mungkin hanya mau mengisap beberapa kali saat menyusu, lalu berhenti dan menangis.

  • Sedang tumbuh gigi

Bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin merasa gusinya nyeri, atau air liurnya berlebihan, atau agak demam, sehingga menolak menyusu karena merasa tidak nyaman.

  • Bayi Mengantuk

Bayi yang terpengaruh efek sedatif (bius) obat-obatan mungkin menolak menyusui karena mengantuk.

  • Bingung puting

Bayi yang diberi susu botol atau empeng terlalu dini (sebelum 2 minggu) mungkin menolak menyusu karena kesulitan menguasai teknik mengisap payudara, yang sangat berbeda dengan mengisap dot.

  • Tidak mampu mengambil cukup ASI untuk memenuhi kebutuhannya

Bayi yang belum menguasai teknik menyusu mungkin hanya mampu mengisap ASI sedikit sehingga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengisap lebih lama atau lebih dalam. Akibatnya ia jadi capek atau frustasi, lalu menolak menyusu.

  • Ingin `melawan’ perlakuan yang tidak menyenangkan

Jika ibu atau pengasuh kurang menguasai teknik mengatur posisi bayi saat akan menyusu, bayi bisa saja merasa diperlakukan kasar atau disakiti. Sebagai upaya `perlawanan’ , ia pun menolak menyusu.

  • Terganggu isapannya

Jika ibu sering memegangi atau mengguncang payudara saat menyusui, posisi mulut bayi terhadap payudara bisa terganggu. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman dan menolak menyusu.

  • Dibatasi jadwal menyusunya

Jika ibu menyusui hanya pada jam-jam tertentu dan bukan menurut keinginan bayi, bayi bisa frustrasi karena kelaparan dan malah menolak menyusu.

  • Terganggu semburan ASI

Aliran ASI yang terlalu cepat dan deras saat bayi mulai mengisap bisa membuat bayi tersedak. Jika terjadi berulang kali selama menyusu, bayi mungkin jadi frustrasi dan menolak menyusu.

  • Merasa terganggu oleh suatu perubahan.

Bayi usia 3-12 bulan mudah terganggu oleh berbagai perubahan: berpisah dengan ibunya, ada pengasuh baru, pindah rumah, kedatangan tamu, ibunya sakit (atau sedang menstruasi), payudara ibu terinfeksi, bau tubuh ibu berubah, dsb. Ketika suatu perubahan dirasa mengganggu, bayi bisa jadi tidak menangis melainkan langsung mogok atau tidak mau menyusu.

Tapi kadang bayi juga selalu menolak dan tidak mau mengkonsumsi obat kimia dengan cara menangis,mungkin itu naluri manusia yang tidak mau tubuhnya dimasuki zat-zat yang kelak akan membahayakan tubuhnya.Maka dari itu perlulah di asup obat-obatan alamiah untuk menangani sakit pada bayi. Tetapi yang jelas, teruslah berusaha, dan berikan ketenangan pada ibunya, karena ibu yang gelisah juga akan mempengaruhi bayinya, mungkin baik juga mengajaknya si anak bermain-main dulu.

Mengenai cara memperlancar produksi ASI. cara utama sebenarnya dengan terus memberinya ASI, karena dengan jarang memberikan ASI maka produksi ASIpun akan menurun, maka jika si bayiI tidak mau menyusui sebaiknya ASI tetap di pompa keluar. Mengenai makanan banyak ibu ibu mengatakan memakan daun katuk atau buah pepaya muda yang direbut akan meningkatkan ASI, dan tentu harus ditambah dengan makanan bergizi lainnya. Sementara untuk obat-obat modern, bisa menghubungi dokter kandungan untuk meminta resep penambah ASI.

Yang terpenting adalah perasaan positif Ibu pada bayi, menikmati setiap kebersamaan fisik dan batin selama masa menyusui. Memberikan ASI pada bayi, berapapun jumlahnya jauh lebih bermanfaat dari tidak memberikan ASI sama sekali.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: