//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Mahfud MD: Prabowo dan Jokowi Sama-sama Curang

Relawan Jokowi: Ada Modus Kecurangan di Bangkalan

Kompas.com

Mahfud MD mengatakan kedua pasangan calon presiden, Prabowo Subianto dan Jokowi sama-sama melakukan kecurangan. “Sama-sama ada curanglah jika Anda bisa menyebut di suatu tempat itu Prabowo yang curang di tempat lain Jokowi yang curang,” kata Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ini saat ditemui di Bandara Juanda, Kamis dinihari, 17 Juli 2014, seperti yang dirilis oleh tempo.co.

Menurut Mahfud, hal tersebut adalah suatu hal yang biasa terjadi pada saat pilpres seperti saat ini. Akan tetapi, dia mengaku bahwa tindak-tindak kecurangan seperti itu bukan merupakan kebijakan tim kampanye. “Itu karena pendukung-pendukung di bawah aja kreatif. Sama-sama ada, kan,” katanya. Jika ada yang bilang Prabowo-Hatta dapat suara 100 persen di Sampang, kata Mahfud, sebetulnya hal tersebut juga terjadi di Bali, di mana di lima kecamatan Prabowo-Hatta mendapatkan suara nol. “Di Papua, lima kecamatan, suara Prabowo dapat nol, sama saja,” katanya.

Karena itu, Mahhfud menegaskan sekali lagi bahwa kedua belah pihak sama-sama melakukan kecurangan. Hanya, nanti dilihat bagaimana kecurangan tersebut berpengaruh signifikan terhadap perolehan suara. Saat ini sedang ramai diperbincangkan beberapa TPS yang berada di Kabupaten Bangkalan dan Sampang bahwa pasangan Jokowi-JK mendapatkan suara nol. Hal ini bahkan membuat Sekjen DPP PDIP yang juga Ketua Tim Pemenangan Nasional, Tjahjo Kumolo, memantau secara langsung proses rekapitulasi di KPUD Bangkalan kemarin.

Alasan Mengapa Suara Prabowo Nol Di Pegunungan Papua

Hasil Pilpres 2014 di Provinsi Papua memberikan 62,12% suara kepada Jokowi-JK, dan Papua Barat mempersembahkan lebih tinggi lagi yakni 67,25%. Angka ini luar biasa banyak. “Di seluruh pegunungan Papua dan Papua Barat, 100% suara untuk Jokowi. Prabowo sama sekali tidak memperoleh suara,” kata Pendeta Benny Naraha Lefaan, Sekretaris Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Papua, Kamis (17/7), seperti yang diberitakan suarapembaruan.com.

Dari total penduduk Papua dan Papua Barat, mayoritas di pegunungan. Tak kurang dari 65% yang bermukim di pegunungan. Di kota-kota pegunungan, mayoritas penduduk asli. Diperkirakan, seluruh penduduk asli Papua mendukung Jokowi. Relawan Papua, Diben Elabi mengatakan, tidak mungkin orang pegunungan memberi suara ke Prabowo. “Mustahil, karena rakyat Papua tidak lupa sejarah. Operasi-operasi militer Soeharto dan Prabowo membantai puluhan ribu orang Papua,” jelas Diben.

Diben dan Benny mengakui, dalam kampanye Pilpres lalu, Prabowo Subianto masih tega datang ke Papua. Meski sebelumnya para relawan Papua sudah meminta agar Prabowo jangan pernah menginjak Tanah Papua, ternyata Ketua Dewan Pembina Gerindra itu masih juga datang. “Kami meminta Prabowo jangan datang, karena kami khawatir keamanan Prabowo. Kalau orang pegunungan ramai-ramai turun lalu membuat kerusuhan, kan bisa jadi kacau. Padahal kami orang Papua cinta damai,” tambah Hans Renyaan, aktivis Bara JP di Jakarta.

Benny dan Diben, keduanya berprofesi sebagai pendeta, mengatakan, orang Papua tidak mendendam. Tetap mencintai Prabowo. “Kami sayang sama Prabowo, kami memaafkannya, tetapi untuk menjadi Presiden RI kami tidak akan pernah setuju,” kata Benny dan Diben. Kesadaran orang Papua dalam Pilpres, berbeda dengan Pemilihan Legislatif (Pileg). Waktu itu, banyak orang Papua yang menjadi calon legislatif (caleg) dari berbagai partai. Orang Papua tak lihat partai, tapi lihat caleg.

Alasan Prabowo Dapat Nol Suara di Enam TPS Bali

Wakil Ketua Pengarah Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, I Made Mudarta mengatakan pihaknya dapat menerima dan memahami mengapa Prabowo-Hatta dapat nol suara di enam TPS di Bali. Keenam TPS itu yakni empat TPS di Kabupaten Tabanan, masing-masing TPS 3 Desa Beringkit, TPS 4 Desa Sudimara, TPS 5 Desa Bugbud dan TPS 7 Desa Sudimara. Dua TPS lainnya yakni di Kabupaten Tabanan, yakni TPS 2 Desa Melinggih dan TPS 3 Desa Melinggih. Kabupaten Tabanan dan Gianyar, selama ini dikenal sebagai daerah basis PDIP.

Mudarta menyatakan heran, kalau ada yang mempersoalkan Jokowi-JK dapat nol suara pada beberapa TPS di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang, Madura. Dikatakan Mudarta, memilih presiden itu adalah haknya rakyat, jadi mereka berhak untuk memilih yang mana saja dan tidak bisa dipaksa atau diarah-arahkan. Ada beberapa alasan mengapa Prabowo-Hatta tidak memperoleh suara di beberapa TPS itu, seperti yang diberitakan Republika Online.

Biasanya kata Mudarta, masyarakat setempat lebih mendengarkan suara tokoh panutan di desa setempat. Sedangkan saksi Prabowo-Hatta, umumnya mencoblos di tempat asal mereka terlebih dahulu, sehingga di TPS yang diawasinya, tidak ada suara Prabowo-Hatta. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali serta Panwaslu Kabupaten/Kota sama sekali belum menerima pengaduan atau laporan resmi dari tim kampanye kedua pasangan capres-cawapres terkait pelanggaran atau kecurangan saat penghitungan dan pemungutan suara 9 Juli.

Diskusi

Satu respons untuk “Mahfud MD: Prabowo dan Jokowi Sama-sama Curang

  1. BRUTUSSS !!!

    Posted by Yusmadi Martias | Juli 23, 2014, 7:03 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: