//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Kubu Prabowo Minta KPU Tunda Pengumuman Hasil Pilpres

Didik Supriyanto dan Firman Wijaya Desak Tunda Rekap KPU

Kubu atau Tim sukses Prabowo-Hatta meminta KPU menunda pengumuman hasil rekapitalusi Pilpres KPU pada 22 Juli 2014 mendatang dikarena mereka mengklaim adanya kecurangan selama proses pencoblosan Pemilihan Presiden 2014. “Kami meminta ditunda sampai 1 bulan. Sesuai undang-undang pasal 158 ayat 2,” ujar Firman Wijaya di Rumah Polonia, Jakarta, Sabtu (19/7), seperti yang diberitakan merdeka.com. Meski demikian, Firman menyadari penundaan hanya dapat dilakukan KPU sebagai lembaga berwenang. “Penundaan adalah kewenangan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ini menentukan kualitas pimpinan lembaga negara,” lanjutnya.

Menurutnya, ada ancaman serius terhadap kualitas pemilu, termasuk legitimitasinya. Harus ada sikap secara serius dari KPU untuk mengatasinya. “Tingkat rekomendasi secara normal menunjukkan sikap rekomendasi secara yuridis cacat hukum. Kalau sudah cacat, legalitas akan jadi masalah. Ini akan bahayakan kredibilitas lembaga pemilu.,” tandasnya.

Penegasan itu juga disampaikan Kuasa Hukum pasangan Prabowo-Hatta, Didik Supriyanto dalam konferensi persnya di Rumah Polonia, Jakarta, Sabtu (19/8/2014). “Kami mendesak KPU untuk menunda hasil rekapitulasi suara nasional di daerah-daerah yang diduga bermasalah dan juga kami mendesak penundaan Hasil Pilpres 2014,” tuturnya. Didik menambahkan bahwa kubu pasangan Prabowo-Hatta, Sabtu (19/8/2014) akan menyambangi KPU, untuk mendesak KPU menunda hasil pilpres serta mencari solusi atas beberapa permasalahan rekapitulasi suara di daerah yang dinilai masih belum clear.

Tanggapan Pengamat Politik

Permintaan penundaan pengumuman hasil Pilpres oleh KPU dianggap oleh pengamat sebagai bentuk wacana menyesatkan dan dan membuat situasi tidak kondusif. “Tindakan dari kubu Prabowo-Hatta meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda sidang rekapitulasi. Menurut saya sebuah wacana yang menyesatkan karena rekap sudah dilakukan perjenjang secara sistem kepemiluan di Indonesia,” kata Pengamat Politik Keamanan Aceh, Aryos Nivada di Banda Aceh, Sabtu (19/7), seperti yang diberitakan merdeka.com.

Menurutnya, usulan dari kubu Prabowo Hatta bentuk mengintervensi hasil putusan KPU dan telah melakukan pendelegitimasian peran dan fungsi KPU. Hal ini menurutnya, tidak boleh terjadi, biarkan KPU memutuskan tanpa ada tekanan dari siapapun. Anehnya lagi, katanya, usulan penundaan tersebut tidak masuk akal, karena rekap nasional belum berlangsung sehingga mekanisme keberatan tersebut tidak memberikan kepastian legal.

Menurut Aryos, tindakan penundaan menunjukan sikap berlebihan tanpa landasan rasional dan legalitas hukum yang kuat. Cenderung dipengaruhi untuk memberikan ruang agar memberikan waktu untuk melakukan strategi politik lainnya. “Jika secara institusi KPU mengikuti usulan dari kubu Prabowo dan Hatta untuk penundaan maka berpeluang KPU dikontrol sehingga menghilangkan atau melunturkan sikap independen dan profesional dari institusi KPU tersebut,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kubu Prabowo-Hatta meminta KPU untuk melakukan penundaan pengumunan perhitungan perolehan suara pada tanggal 22 Juli mendatang. Menurut mereka ada banyak kecurangan yang didapatkan selama pantauan kubu Prabowo-Hatta di lapangan, sehingga meminta untuk dilakukan penundaan.

Koordinator Nasional Aliansi Rakyat Merdeka (ARM), Moh Jumhur Hidayat, mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar tidak mengindahkan permintaan pihak tertentu termasuk permintaan kubu pasangan Prabowo-Hatta agar pengumuman hasil Pilres diundur dari tanggal 22 Juli 2014. Menurut Jumhur, bila permintaan kubu Prabowo-Hatta itu diindahkan, maka kewibawaan KPU akan runtuh dan bisa berlanjut pada upaya delegitimasi-delegitimasi terhadap apapun yang diputuskan KPU sehingga akhirnya memunculkan anarki dan akhirnya berujung pada kekacauan politik.

Menurut Jumhur, hal itu tentu tidak di inginkan sebagian besar rakyat Indonesia, karena sesungguhnya, bila masih ada yang tidak puas dengan keputusan KPU, konstitusi kita masih memberi jalan dengan menggugat KPU melalui MK (Mahkamah Konstitusi). Karena itu, ia menghimbau semua pihak agar menggunakan jalur-jalur konstitusi yang tersedia alias tidak mengusulkan hal-hal yang beresiko menghilangkan kewibawaan KPU.

Permintaan Penundaan Itu Menyesatkan

Pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Leo Agustino, di Jakarta, Sabtu, (19/7) menyatakan permintaan tersebut menggelikan dan menyesatkan. Seperti yang diberitakan beritasatu.com, menurut Leo ada beberapa alasannya untuk menyatakan hal itu adalah:

1. KPU adalah lembaga formal yang diberi tanggung jawab UU untuk menyelenggarakan pemilihan umum, baik Pileg maupun Pilpres. Maka KPU tahu betul kemampuan dan keupayaan lembaganya untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut. “Kendati UU memberikan kesempatan kepada KPU untuk mengumumkan hasil rekapitulasi selama satu bulan, tapi ingat yang paham akan keandalan KPU adalah KPU sendiri,” ujarnya. “Sehingga apabila ada yang beranggapan penetapan hasil rekapitulasi pada tanggal 22 Juli terlalu dini, ini menggelikan. Dan perlu diingat juga bahwa hasil keputusan rapat pleno KPU setingkat UU,” tegasnya.

2. Permintaan untuk menunda pengumuman hasil rekapitulasi Pilpres sama saja mendelegitimasi KPU.

3. Jika pun kubu Prabowo-Hatta menyatakan penundaan tersebut perlu dilakukan atas alasan terjadinya kecurangan, maka sistemnya sudah diatur UU. Yakni dengan pengajuan sengketa ke MK, sebagai jalan keluarnya. “Jadi bukan mendesak KPU memundurkan jadwal pengumuman. KPU sudah bekerja maksimal, kok malah didorong untuk menunda pengumuman rekap tersebut?” ungkapnya. “Oleh karena itu, lebih baik Tim hukum Prabowo-Hatta mulai dari sekarang harus menyiapkan semua dakwaan-dakwaan tersebut dan bukan mengintimidasi KPU,” ujarnya.

4. Permintaan menunda sama sekali absurd karena yang dikehendaki rakyat saat ini justru kepastian legal atas Pilpres itu sendiri. “Jika KPU menundanya, maka kemungkinan ‘gesekan’ yang sudah terasa ini akan semakin menjadi-jadi,” tandasnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: