//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Quick Count SMRC Paling Mendekati Hasil Rekap KPU

Hasil Quick Count Pilpres 2014 Versi SMRC

Ternyata hasil quick count versi lembaga SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) paling akurat dan mendekati rekapitulasi hasil perhitungan suara KPU pada pemilihan presiden 9 Juli 2014. Berdasarkan data yang dihimpun Tempo.co dari rapat pleno di Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat provinsi, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla meraih 53,15 persen suara nasional. Adapun pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengumpulkan suara 46,85 persen.

SMRC yang melakukan hitung cepat di 4.000 tempat pemungutan suara menebak perolehan suara Jokowi-Kalla sebesar 52,98 persen dan Prabowo-Hatta sebesar 47,02 persen. Taksiran itu hanya melenceng 0,17 persen dari perolehan suara nasional yang dihimpun Tempo. SMRC sendiri mematok rentang kesalahan sebesar 0,62 persen untuk tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain SMRC, terdapat lima lembaga survei lain yang tebakannya mendekati hitungan nyata. Yaitu Indikator Politik yang didirikan Burhanuddin Muhtadi, Poltracking milik Hanta Yudha, Lingkaran Survei Indonesia yang dimiliki Denny J.A., Radio Republik Indonesia, dan Kompas. Selisih absolut tebakan keempat lembaga survei itu berada di bawah 1 persen. (Baca daftar lengkap hasil quick count Pilpres 2014)

Metode hitung cepat sendiri umumnya meletakkan rentang kesalahan tebakan pada angka 1 persen. Lembaga survei Cyrus Network yang bekerja sama dengan Center for Strategic and International Studies memberikan tebakan hitung cepat yang melenceng 1,25 persen dari hitung nyata.

Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menjadi lembaga sigi dengan tebakan paling melenceng. Tebakan Puskaptis meleset hingga 5,2 persen dari hitung nyata. Lembaga survei lain yang juga melenceng jauh adalah Indonesia Research Center, yaitu 4,26 persen, Lembaga Survei Nasional 3,51 persen, dan Jaringan Suara Indonesia 50,13 persen. Selain berakurasi rendah, tebakan lembaga survei ini juga tak presisi lantaran memenangkan Prabowo-Hatta. Padahal hitung nyata menunjukkan Jokowi-Kalla sebagai pemenang pemilihan tahun ini.

Jumlah Sampling Quick Count SMRC Paling Banyak

Dalam quick count, SMRC menerjunkan jumlah relawan dua kali lipat dari lembaga survei lain. Sample yang diambil SMRC sebanyak 4.000 yang tersebar secara proporsional. Makanya, margin of error SMRC sangat kecil, yaitu 0,6 persen. Direktur Riset SMRC, Djayadi Hanan pernah mencoba menjelaskan cara kerja SMRC dengan menuliskan makalah pada tanggal 16 Juli 2014 di salah satu artikel di situs resmi SMRC.

Dalam makalah sebanyak 23 halaman tersebut dipaparkan cara kerja dan metodologi dan hitung cepat yang digunakan sehingga dapat menjelaskan banyak pihak yang mempertanyakan seputar stabiltas suara yang dianggap tidak konsisten alias mengalami perubahan pola. Inkonsistensi pada grafik ini menimbulkan kebingungan dan sejumlah pertanyaan (juga kecurigaan) terhadap metode dan cara kerja SMRC.

Informasi seputar inkonsistensi grafik SMRC itu pun menyebar dengan cepat dan dibumbui berbagai macam penjelasan yang intinya ingin mendelegitimasi cara kerja dan metodologi hitung cepat SMRC. Djayadi menambahkan, grafik stabilitas yang ditampilkan SMRC sama sekali tidak berpengaruh terhadap proses penghitungan total perolehan suara calon maupun penghitungan statistik-statistik lainnya. Quick count SMRC dilakukan di 487.883 TPS secara nasional. Sampel dipilih dengan metode metode stratified cluster random sampling.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: