//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Kubu Prabowo: Bukti Dokumen Kecurangan Pilpres Kami Hilang

Foto Muhammad Taufik, Ketua Timses Prabowo DKI Jakarta

Kubu Prabowo-Hatta untuk pemenangan DKI Jakarta mengatakan bahwa mereka kehilangan bukti dokumen yang menyatakan adanya kecurangan dalam Pilpres 9 Juli 2014 sehingga mereka tidak dapat melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Utara ke polisi. Pernyataan ini disampaikan oleh Muhamad Taufik, Ketua Pemenangan Prabowo-Hatta DKI Jakarta, saat konferensi pers di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Kamis (24/7), seperti yang dirilis oleh beritasatu.com.

Taufik yang dalam kesempatan itu didampingi Ketua DPW PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin, mengatakan, dokumen berupa bukti adanya pemilih ilegal itu, sedianya akan diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bukti atas kecurangan. “Namun sekarang bukti itu hilang,” katanya. Lebih lanjut Taufik menyayangkan, sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta yang mengabaikan rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI untuk mengkroscek dugaan pelanggaran di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ia menduga, telah terjadi persekongkolan terkait dengan sikap KPU DKI yang enggan mengkroscek sebanyak 5.802 TPS di pemilihan presiden dan wakil presiden ini, sebagaimana direkomendasikan oleh Bawaslu DKI. “Saya menduga ada persekongkolan jahat. Enggak boleh ada pemilih dari daerah lain tanpa A5, ini kan malah dibiarkan,” tuturnya.

Berbagai alasan yang disebutkan oleh KPU DKI menyangkut diabaikannya rekomendasi Bawaslu, kata dia, hanya akal-akalan saja. Mengingat dugaan pelanggaran itu direkomendasikan sendiri oleh Bawaslu dan ini menjadi pertanyaan kenapa KPU DKI tidak mau melaksanakannya. “Jadi rekomendasinya sudah jelas jadi hal prinsip dikalahkan hal teknis. Itu karena dilakukan secara persekongkolan. Kita enggak ingin demokrasi ini dirampok,” tegasnya.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamat Nurdin, menegaskan, upayanya untuk menuntaskan dugaan pelanggaran pemilu ini bukan hanya sekadar menang atau kalah, melainkan semata-mata ingin menciptakan pemilu yang transparan, jujur, dan adil. “Karena itu kami ke DKPP melaporkan hal itu. Kan ini (KPU) mereka melanggar aturannya sendiri,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta wilayah DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan hasil rekapitulasi suara Pilpres tingkat Provinsi DKI Jakarta cacat hukum apabila tetap dilakukan pada Sabtu (19/7) malam oleh KPU setempat, seperti yang dimuat republika.com. Menurut Taufik, seharusnya KPU DKI Jakarta menjalankan dulu rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta yang minta adanya pengecekan indikasi pelanggaran di 5.802 TPS di DKI Jakarta pada Pemilu Presiden 9 Juli lalu.

“Bawaslu jelas merekomendasikan KPU untuk melakukan kroscek lebih dulu terhadap 5.802 TPS yang terindikasi ada pelanggaran, tapi tidak dilakukan dan malah mau melakukan rekapitulasi. Kalau tetap dilakukan rekapitulasi artinya hasilnya cacat hukum,” kata Taufik kepada wartawan di sela-sela proses rekapitulasi suara Pilpres tingkat Provinsi DKI Jakarta, di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu malam. Taufik mengatakan Bawaslu merekomendasikan pengecekan terhadap 5.802 TPS lantaran di sana terindikasi adanya pelanggaran yakni adanya warga luar TPS yang mencoblos di sana.

Diskusi

27 respons untuk ‘Kubu Prabowo: Bukti Dokumen Kecurangan Pilpres Kami Hilang’

  1. Yang cacat hukum dan cacat mental itu adalah yang menuduh curang tapi tanpa bukti dgn alasan bukti hilang.otak kalian dimana ya? Saya heran manusia manusia seperti ini kok masih bisa terpilih menjadi tim sukses ya.? Perlu diketahui sy orang netral alias golput.saya nggak peduli siapa saja yg menang,itulah presiden saya.

    Posted by rudi waisnawa | Juli 25, 2014, 9:54 am
  2. pesta demokrasi 2014 sangat cacat di nodai oleh bejat bejat oknum yang tidak bertanggung jawab??
    seharusnya petugas petugas pemilu harus menangani apaun bentuk masalah yang melanggar pemilu!!
    knapa ??
    dimn rasa tanggung jawabmu atas tugas yang kamu jalankan dasar!!
    ketidak adilan dah nampak di negara ini cacat ternodai oleh manusia bejat bejat yang ingat doa seorang yang teraniaya lebih di kabulkan oleh tuhan
    semoga ALLAH melaknat kalian yang tidak bertanggung jawab!!!

    Posted by yanto khana | Juli 25, 2014, 12:36 pm
  3. jadi, intinya tidak bisa menunjukkan bukti-bukti. gitu ajah kok repost

    Posted by ahlilele | Juli 25, 2014, 1:12 pm
  4. alasan

    Posted by Putra | Juli 25, 2014, 5:31 pm
  5. Apa maksudnya tuh Pihak Kubu Jokowi-JK pakai Ritual Klenik??
    Mau pengaruhi MK ya supaya tdk memproses Pelaporan Kecurangan Kubu Jokowi-JK, sadarlah bhw DOA orang yg dianiaya akan di dengar ALLAH SWT. Apalagi kalian tdk pernah tahu bhw DOA pd malam 1000 bulan akan di dengar ALLAH SWT pd malam tsb ada yg memanjatkan DOA agar segera terungkap semua Kecurangan demi Pemerintahan yg Bersih dan Kedepan tdk ada lagi yg melakukan Kecurangan.
    Mudah2an Pihak Pemerintah bisa segera membuat Keputusan Tegas bhw setiap Partai yang membuat Kecurangan hrs tdk di akui Partainya sehingga itu Hukuman yg setimpal agar Mereka Jera….
    Saya yakin bila tegas utk Kebenaran akan membuat kedepannya Pelaksanaaan Pesta Demokrasi tdk perlu ada nama2 Partai
    yang curang tsb.

    Posted by Ratu Rosdiana | Juli 25, 2014, 6:19 pm
    • Jika anda benar2 muslim dan yaqin akan ketentuan Allah swt, anda harus sadar, bahwa kemenangan Jokowi JK itu adalah atas kehendak yang maha kuasa…! Allah swt itu maha tahu, siapa sebenarnya yg curang dan membuat kebohongan..! Jgn menyalahkan siapa2.Harusnya instrospeksi diri, kenapa prabowo yg didukung oleh partai islam masih belum diredhoi Allah swt….mgkin saja Allah swt menegor kita, krn cara2 kita yg menyebut diri muslim, tp cara2 dan kelakuan kt jauh dari sikap dan tingkah laku seorang muslim sebagaimana yg dikehendaki Allah dan Rasulnya. Kt masih saja suka Fitnah, ghibah, menghina dan menghujat orang, mengkafirkan sesama muslim..! bekacalah dl, sdh benarkah kt bersilam menurut Quran dan Sunnah Rosul…!

      Posted by Eddy Djunaidy | Juli 25, 2014, 9:49 pm
  6. yg komen di atas otak lu pada di dengkul ilmu agama lu itu masih pada cetek pake ngemeng doa orang teraniaya sgala .. eh pea doa orang teraniaya yg di kabulin itu kalo dia berdoa yg baik buat si pnganiaya bukan doa sumpah serapah caci maki yg ada tuh doa balik lagi ke orang itu .. jadi manusia ko ga pernah pinter

    Posted by indi | Juli 26, 2014, 2:07 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: