//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pesawat Aljazair, Air Algerie Hilang Kontak di Gurun Sahara

Foto Pesawat Air Algerie Yang Hilang dan Rute Penerbangan

Pesawat terbang milik salah satu maskapai penerbangan di Aljazair, Air Algerie dikabarkan hilang kontak di Gunung Sahara setelah hampir satu jam setelah lepas landas dari Burkina Faso menuju Aljazair, Kamis, 24 Juli 2014, pukul 01.17 GMT dan dijadwalkan tiba di Aljazair pada 05.10 GMT. Nyatanya, pesawat tidak pernah sampai di tujuan. Kantor berita Associated Press memberitakan pesawat dengan nomor penerbangan AH5017 ini menghilang dari radar pada pukul 01.55 GMT. Pesawat DC-9 tersebut membawa 110 penumpang dari berbagai kewarganegaraan.

Sumber yang tidak mau disebut namanya mengatakan kontak dengan penerbangan hilang saat masih berada di wilayah udara Mali mendekati perbatasan Aljazair. “Pesawat tidak jauh dari perbatasan Aljazair ketika awak diminta untuk memutar karena berkurangnya jarak pandang, dan mencegah risiko tabrakan dengan pesawat lain dengan rute Aljazair-Bamako,” kata sumber itu. “Kontak hilang setelah pesawat memutar.”

Maskapai penerbangan mengumumkan pesawat hilang dalam pernyataan singkat yang dilansir kantor berita nasional APS. “Layanan navigasi udara kehilangan kontak dengan pesawat Air Algerie yang terbang dari Ouagadougou ke Aljazair, 50 menit setelah lepas landas, Kamis,” tulis APS. Disebutkan pula perusahaan pada awalnya menggelar rencana darurat pencarian pesawat dengan nomor penerbangan AH 5017, yang terbang empat kali satu pekan di rute sepanjang empat jam itu. Salah satu bencana udara terburuk Aljazair terjadi Februari lalu. Sebuah pesawat kargo militer Hercules C-130 membawa 78 orang tewas di pegunungan di wilayah timur laut, dan menewaskan lebih dari 70 orang.

Tamanrasset yang terletak di pedalaman selatan merupakan tempat bencana penerbangan sipil terburuk Maret 2003. Dari 103 penumpang Air Algerie yang terbakar ketika lepas landas, hanya satu yang selamat. Satu-satunya korban selamat, seorang tentara muda Aljazair menderita luka kritis.

Akibat Jarak Pandang Buruk dan Putar Arah?

Pesawat yang hilang tersebut alah jenis MD83, yang sebenarnya dimiliki oleh Swiftair namun disewa oleh Air Algerie. Sempat diberitakan bahwa pesawat ini Airbus 320. Belum diketahui lintasan yang dipakai oleh pilot AH5017. Secara geografis lintasan penerbangan akan melewati wilayah bergolak di Mali dan kadang kondisi alam di kawasan itu membuat jarang pandang buruk.

Tapi para pejabat menyatakan para pejuang di Mali diyakini tidak memiliki persenjataan yang bisa menembak jatuh pesawat sehingga peristiwa seperti dialami pesawat Malaysia Airlines, MH17 yang ditembak roket kemungkinan kecil terjadi. Sementara itu sumber di Air Algerie kepada kantor berita AFP mengatakan karena jarak pandang yang buruk awak pesawat diminta mengalihkan rute guna menghindari kemungkinan tabrakan dengan penawat lain. “Setelah rute dialihkan, kami kehilangan kontak,” katanya.

Hilang kontak terjadi 50 menit setelah lepas landas dari Ouagadougou. Pesawat penumpang tersebut kali terakhir terlihat pada pukul 01.55 GMT atau 08.00 WIB. Seperti Liputan6.com kutip dari Reuters, saat itu pesawat berada di Gao, Mali. Seharusnya kapal terbang tersebut dijadwalkan mendarat pada pukul 05.10 waktu setempat.

Penerbangan AH 5017 membawa 110 penumpang dan 6 awak pesawat. “Sesuai dengan prosedur, Air Algerie telah meluncurkan rencana darurat,” kata pejabat Air Algerie, seperti Liputan6.com kutip dari BBC, Kamis (24/7/2014). Meski dioperasikan oleh Air Algerie, pesawat tersebut dicarter dari perusahaan Spanyol, Swiftair.

Dalam keterangannya, Swiftair mengatakan pesawat tersebut adalah MD83, bukan Airbus A320 — seperti yang diungkap salah satu pejabat Aljazair. Perusahaan tersebut mengaku belum bisa menjalin kontak dengan pesawat. Salah satu sumber dari Air Algerie mengatakan,” Pesawat itu tidak jauh dari perbatasan Aljazair ketika pilot diminta untuk berputar karena visibilitas yang buruk dan untuk mencegah risiko tabrakan dengan pesawat lain rute Aljir-Bamako,” kata dia. “Kontak terputus setelah perubahan arah itu.”

Ada 50 Orang Warga Negara Prancis dalam Air Algerie

Ada 50 warga negara Prancis dalam daftar penumpang penerbangan pesawat Air Algerie yang dinyatakan hilang, seperti dikutip Reuters, Kamis, 24 Juli 2014. Perwakilan maskapai menggelar konferensi pers di Burkina Faso. Menteri Transportasi Burkina Faso, Jean Bertin Oudrago mengatakan Air Algerie dijadwalkan terbang dari Ougadougou, Burkina Fasi menuju Aljazair. Namun pada pukul 01.38 GMT, pesawat meminta pengalihan rute karena adanya badai.

Pemerintah Burkina Faso mendirikan unit krisis di Bandara Ougadougou untuk menyediakan informasi bagi keluarga penumpang. Seorang diplomat Mali di ibukota Bamako mengatakan badai pasir yang dasyat melanda wilayah utara negara itu, yang merupakan jalur penerbangan Air Algerie.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: