//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa, Sejarah dan Politik

Isi Gugatan Ke MK: Kubu Prabowo Akui Curang di Papua Barat

Gambar Salah Ketik Gugatan Prabowo di MK Tentang Papua Barat

Salah satu keanehan lain dalam isi dokumen berkas gugatan Kubu Prabowo-Hatta Ke MK adalah pasangan nomor satu ini melakukan kecurangan dan pelanggaran di Provinsi Papua Barat secara terstruktur, masif dan sistematis, yang mengindikasikan tim pengacara Koalisi Merah Putih (terdiri dari 95 pengacara saat ini dan akan bertambah lagi seiring adanya pembukaan pendaftaran) melakukan kesalahan elementer yakni salah ketik. Hal ini mungkin dapat menjadi bahan tertawaan masyarakat umum terutama pendukung Jokowi-JK.

Berkas gugatan Pilpres 2014 yang diajukan oleh Tim Prabowo-Hatta ini diunggah oleh Mahkamah Konstitusi ke situs resminya, Minggu (27/7/2014), dan merupakan versi yang telah diperbaiki, anda dapat download di disini. Seperti yang dimuat detik.com, dalam penjabaran dugaan pelanggaran di Provinsi Papua Barat, yang terdapat di halam 140 dengan nomor sub bab XXXII, tim Prabowo-Hatta menyatakan bahwa pelaksanaan Pilpres 2014 telah dinodai pelanggaran. Yang aneh, tertulis bahwa pelanggaran itu dilakukan untuk memenangkan pasangan nomor urut 1 yang tak lain adalah Prabowo dan Hatta sendiri.

“Bahwa dalam tahapan dan pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2014 di Papua Barat telah dinodai dengan berbagai pelanggaran yang bersifat Terstruktur, Sistematis, dan Massif yang dilakukan oleh pejabat-pejabat daerah dan kepala-kepala suku dengan maksud untuk memenangkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1 dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2014 di 9 (sembian) Kabupaten di Prov. Papua Barat,” tulis Tim Prabowo-Hatta di berkas gugatan itu.

Selain itu, ada juga kejanggalan lain yaitu total perolehan suara versi Prabowo-Hatta yang tidak mencapai 100%, tudingan 2,7 suara tidak benar padahal selisih suara 8,4 juta, hingga ada sejumlah tulisan tangan di berkas. Ada pula beberapa kesalahan ketik. Kesalahan ketik yang ditemukan mulai dari gelar JK yang salah, ejaan Bahasa Inggris yang salah, penulisan Pemilu Presiden menjadi Pemilihan Kepala Daerah, hingga perbedaan nama provinsi di judul dan penjelasan.

Sebenarnya masih banyak kesalahan yang dalam dokumen gugatan kubu Prabowo-Hatta. Kejanggalan pertama sudah dimuat dalam artikel ini. Kesalahan lain menjadi pembicaraan di sosial media dan forum online. Anda dapat melihat lengkap keanehan yang lain di Forum Kaskus.

Komentar Mahfud MD: Sudah Biasa Terjadi di MK

Mantan Ketua MK sekaligus mantan Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD menyebut hal itu sudah biasa. “Tapi itu sudah biasa. Hampir semua sidang pasti ada kekeliruan. Nanti hakim yang menentukan apakah bisa dilakukan perbaikan atau dianggap keliru di sidang pertama tanggal 6 Agustus 2014. Nanti kan hakim yang membuktikan posisi angka yang betul. Bagaimana pun kejanggalan apa pun nanti bisa diperbaiki di sidang pertama termasuk angka,” ujar Mahfud saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Minggu (27/7/2014).

Penggugat bisa memperbaiki kekeliruan pada hari tersebut. Namun pada sidang kedua yang dilaksanakan 3 hari kemudian, perbaikan tak diterima lagi. “Lalu 3 hari kemudian ditanggapi oleh pihak terkait, KPU dan tim Jokowi-JK,” imbuh Mahfud.

Bila kesempatan memperbaiki kekeliruan tak dimanfaatkan maka KPU dan Jokowi-JK dapat membantah. Selanjutnya hakim yang memutuskan apakah membatalkan gugatan atau tidak. “Lalu nanti dibantah KPU dan Jokowi-JK bahwa gugatan itu salah dan tidak memenuhi syarat. Hakim kemudian bilang, ‘Anda keliru’. Tapi yang jelas proses itu nanti terbuka betul sehingga masyarakat dapat melihat,” tutur Mahfud.

Diskusi

2 respons untuk ‘Isi Gugatan Ke MK: Kubu Prabowo Akui Curang di Papua Barat

  1. Betul.Sudah biasa keliru itu.Apalagi,saat mengetik calon No1 dan No2… kita yang sering berdebat,saking semangatnya,kliru ketik No1.Pada hal yang kita maksud adalah No2.Ini buisa terjadi karena tidak ada editing,karena keburu buru.,dan dianggap bukan sesuatu yang fatal……

    Posted by Syairoji Az Said | Agustus 1, 2014, 7:42 am
  2. Saya kira kesalahan-kesalahan itu bisa dihindari mengingat tim advokat Prabowo berjumlah 400 orang. Logikanya jika 1 orang saja bisa memeriksa satu halaman maka masih ada 200 orang lagi untuk mengurus berkas-berkas lain. Sesungguhnya cukup simpel kok kalau memang mau serius, atau jangan-jangan memang disengaja.

    Posted by Jayani Bang Jay | Agustus 7, 2014, 9:14 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: