//
Anda membaca...
Kecantikan, Kesehatan

Payudara Gadis Kamerun Disetrika Agar Tak Timbulkan Birahi Pria

Gambar Praktik dan Ritual Setrika Payudara Di Afrika

Tradisi, ritual atau praktik setrika payudara di Kamerun dan negara Afrika lainnya dengan tujuan agar tak timbulkan birahi bagi pria mungkin terdengar sadis dan aneh. Ya, kebanyakan wanita di berbagai belahan dunia memimpikan organ tubuh ini yang menonjol indah atau berusaha membesarkan payudara secara alami dan buatan, di negara yang satu ini justru kebalikannya dan sudah menjadi tradisi turun temurun. Menurut Washington Post banyak gadis kecil yang baru mengalami pubertas di Kamerun yang menjadi sasaran tradisi praktik setrika payudara. Gadis-gadis di Kamerun, terutama yang hidup dalam lingkungan dengan budaya tradisional harus menjalani proses di mana dada mereka disetrika agar jadi benar-benar rata.

Para ibu yang memiliki anak gadis di usia remaja menyetrika dada puteri mereka yang sedang tumbuh dengan batu, palu, spatula logam, atau kayu yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Setelah itu si anak diharuskan mengenakan sejenis korset untuk semakin menyamarkan bentuk dadanya. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan si anak dari ‘perhatian yang tak diinginkan’ para pria. Orang-orang Kamerun berpendapat kalau dada yang menonjol bisa menimbulkan birahi. Jadi dengan dada yang rata para wanita akan terhindar dari pelecehan dan tampak lebih terhormat. Lihat tradisi setrika payudara video Youtube menurut berita CNN di bawah ini.

Para ibu nekad menyetrika dada putri mereka sendiri karena mereka tak ingin putri mereka menarik perhatian kaum pria pada usia dini dan mengalami kehamilan di luar nikah yang dapat menimbulkan malu untuk nama keluarga. Cara ini juga diyakini para orang tua dapat membuat sang putri lebih mementingkan mengejar studi dibandingkan terpaksa menikah dini. Praktik penyetrikaan payudara ini dilakukan seluruh agama yang ada di Kamerun termasuk 200 etnis di sana serta dilaporkan juga terjadi di beberapa negara di kawasan Afrika Tengah dan Barat seperti Benin, Chad, Pantai Gading, Kenya, Togo dan Zimbabwe.

Sebuah survey yang dilakukan oleh LSM asal Jerman pada tahun 2006 melaporkan lebih dari 5 ribu wanita Kamerun berusia 10 hingga 82 tahun mengalami hal ini. Artinya ada 1 dari 4 orang wanita disana yang disetrika payudaranya. Anehnya, praktik ini lebih banyak terjadi di daerah perkotaan dimana para ibu sangat khawatir sang putri akan mengalami pelecehan dan tindakan pemerkosaan. Praktik ini paling banyak terjadi di kawasan Littoral, bagian tenggara Kamerun. Sejak tahun 1976, memang pernikahan wanita d ibawah usia 19 tahun menurun tajam sampai ke kisaran 50 hingga 20 persen.

Menurut data UNFPA (United Nations Population Fund) setidaknya 24 persen dari semua wanita Kamerun, atau sekitar 4 juta orang telah menjadi korban setrika payudara. Kebanyakan mengalaminya pada usia 9 tahun. Saat ini dunia internasional menganggap setrika payudara sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Sejumlah organisasi nirlaba sedang mengkampanyekan dan mengusahakan agar praktik yang membahayakan ini dihapuskan selamanya. Sebab selain sangat menyakitkan dan melanggar integritas fisik seorang wanita, praktik setrika payudara juga mengekspos gadis muda terhadap berbagai masalah kesehatan seperti peradangan, gatal, infeksi, ketidaksimetrisan payudara, kista, serta kerusakan jaringan. tak jarang gadis yang pernah mengalami setrika payudara kemudian dadanya tak bisa tumbuh sama sekali.

Timbulkan Efek Kesehatan Yang Buruk

Praktik penyetrikaan payudara memang sangat menyakitkan dan dapat menimbulkan kerusakan jaringan pada dada. Walaupun, belum ada penelitian akan efek samping yang ditimbulkan dari sudut pandang medis, para ahli kesehatan menyatakan bahwa praktik ini dapat menimbulkan resiko kanker payudara, kista, depresi dan gangguan untuk ibu menyusui. Satu efek samping yang pasti adalah terjadinya infeksi pada payudara, timbulnya bisul, bentuk payudara terganggu dan terjadinya eradikasi pada satu atau kedua payudara. Tergantung metode penyetrikaan payudara dan alat yang digunakan, konsekuensi kesehatan praktik ini bervariasi mulai dari akut hingga kronis.

Diskusi

Satu respons untuk “Payudara Gadis Kamerun Disetrika Agar Tak Timbulkan Birahi Pria

  1. ngeri juga….. 😦

    Posted by sibejo | Juli 29, 2014, 6:40 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: