//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Seorang Bocah Tewas Saat Antre Sedekah di Rumah JK

Foto Hadika, Tewas Terjepit Saat Open House di Rumah JK

Detik.com

Seorang bocah bernama Hadika 11 tahun, warga Rappokalling, Tallo, Makassar tewas saat mengantri sedekah di rumah JK atau Jusuf Kalla. Open house hari kedua Lebaran di kediaman wakil presiden terpilih Jusuf Kalla di Makassar menelan korban, pada Selasa, 29 Juli 2014. Jumlah warga yang mengantre memang sangat membeludak. Seorang bocah tewas terjepit. Agar tidak menimbulkan ekses lebih buruk, pembagian sedekah dihentikan. Lihat video Youtube di bawah ini seperti yang diberitakan oleh Berita Satu TV.

“Pembagian disetop karena korban berjatuhan,” kata Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, di RS Stella Maris, Jl Somba Opu, Selasa (29/7/2014). Danny datang ke RS bersama perwakilan keluarga JK. Selain mengantar kepergian jenazah korban ke rumah duka, mereka juga memberikan santunan kepada keluarga korban. Danny mengatakan seharusnya orangtua tidak membawa anak-anaknya saat antre. Itu berbahaya. Apalagi massa membeludak. Jauh lebih banyak dibanding perkiraan awal.

“Ini pelajaran berharga, harus dievaluasi ke depannya,” katanya. JK menggelar open house di rumahnya, Jl Haji Bau Makassar. Hadir, teman lama JK dan pejabat. Di luar rumah, ribuan orang antre sedekah. Hadika yang datang bersama ibunya, Nahu, 38 tahun itu tewas setelah berdesakan dan terinjak massa. Awalnya, mereka datang bersama rombongan untuk masuk ke kediaman JK—sapaan Jusuf Kalla. Saat mengantre itulah, korban terjatuh dan terinjak-injak ribuan warga. Para warga ingin mendapat sedekah berupa satu dus kue dan uang tunai Rp 50 ribu.

Nahu mengatakan ia tadinya mau berangkat seorang diri saja dari rumah. “Tadinya dia minta saya tinggal di rumah, biar dia yang pergi ambil amplopnya Pak JK. Tapi saya takut karena dia masih kecil, jadi saya temani” kata ibu tiga anak ini seraya meneteskan airmata. Hadika sempat dibawa ke mobil ambulans yang telah disiapkan di sekitar kediaman JK. Selanjutnya dilarikan ke RS Stellamaris untuk mendapatkan pertolongan tim medis. Namun sayangnya setibanya di rumah sakit nyawa siswa kelas 6 SD ini tak bisa diselamatkan.

Selain itu, ada 6 orang yang dilarikan ke RS yang sama. Berdasarkan daftar di UGD, mereka adalah Afriani (17), Bau (16), Defi (19), Herlina (25), Rizky (16), dan Harni (50). Belum diketahui luka yang diderita keenam orang ini.

Keluarga JK diwakili Fatimmah Kalla (adik JK) dan Solihin Kalla (anak JK) datang ke rumah sakit memberikan santunan. Keduanya datang ke RS Stella Maris bersama Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Selain melayat, perwakilan keluarga JK juga menyerahkan amplop coelat kepada orangtua korban, Muh. Talib dan Halwiyah. Lalu jenazah korban diberangkatkan ke rumah duka, jalan Dg Tantu, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Makassar.

Polisi mengaku sudah melakukan pengamanan. Namun massa membeludak. “Estimasi (massa) sekitar 5 ribu orang dan dikawal 200 personel,” kata Kapolrestabes Makassar Kombes Ferry Abraham di RS Stella Maris Makassar, Jl Somba Opu, Selasa (29/7/2014). Ferry mengatakan massa membeludak. Mereka saling berdesak-desakan. Meski sudah diperingatkan, massa sulit diatur. “Kondisi massa yang membeludak menyebabkan oksigen berkurang hingga akhirnya jatuh korban,” pungkas Ferry.

JK Sampaikan Duka Cita

Jusuf Kalla menyampai duka citanya dan menilai kejadian itu sebagai musibah. “Tentu saya sangat sedih, merasa simpati, dan menyampaikan duka cita mendalam terhadap keluarga korban. Ini musibah, tidak disangka,” kata JK kepada wartawan usai sarasehan dengan tokoh masyarakat di masjid terapung Amirul Mukminin di Pantai Losari Makassar, Selasa (29/7/2014), seperti yang diberitakan detik.com.

JK menyatakan pemberian sedekah merupakan acara rutin keluarganya. Bahkan sudah menjadi semacam tradisi. Tahun-tahun sebelumnya, jumlah warga yang datang ke rumahnya tidak sebanyak tahun ini. Meski dijaga polisi, menurut JK, kondisinya sulit. “Hari ini hampir 2 kali lipat. Tentu saja, panitia kewalahan,” kata wakil presiden terpilih ini.

JK sebenarnya ingin menghentikan tradisi tersebut. Tapi keluarga menghendaki lain. Alhasil, pemberian sedekah itu tetap berlanjut. “Keluarga (kami) ingin berbagi,” ungkapnya. “Semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” imbuh JK sambil mengatakan telah mengutus keluarganya menemui keluarga korban usai kejadian.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: