//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Benarkah Ada Perseteruan Antara SBY Dengan Prabowo?

Foto Pertemuan Prabowo dan SBY Saat Open House Lebaran

Ada sebagian pihak memprediksi momen sekarang merupakan perseteruan antara SBY dengan Prabowo. Tanda “perang” antar kedua mantan jenderal TNI ini muncul di tengah suasana dagelan politik setelah KPU menetapkan hasil perhitungan suara Pilpres 2014 diikuti oleh aksi Prabowo menolak hasil dan gugatan kubunya ke Mahkamah Konstitusi. Jadi ini bukan sekedar pertempuran Prabowo dengan Jokowi tetapi dengan sang incumbent, SBY.

Alasan adanya perseteruan ini bukan karena masalah dendam masa lalu mereka seperti isi video Prof. Hermawan Sulistyo yang mengatakan bahwa Prabowo pernah gebuki SBY saat Akmil, namun dimulai dari ’serangan’ Prabowo melalui rekaman pidato politik yang direkam dan diunggah ke youtube pada Kamis 24 Juli dengan durasi 23 menit. (Baca: Pesan Video Prabowo 25 Juli 2014)

Sehari kemudian, SBY yang menyadari mendapat ’serangan’ langsung merilis pernyataan melalui youtube. Beda dengan rekaman Prabowo dengan konsep pidato politik, SBY dengan konsep wawancara dengan durasi 13 menit. Lihat video Youtube yang berjudul berjudul Menang Tenggang Rasa, Kalah Besar Jiwa Ini di bawah ini.

Sekilas, pernyataan Prabowo memang mengarah ke pihak penyelenggara Pilpres yang meliputi KPU, Bawaslu hingga TNI dan Polri sebagai pengamanan pemilu. Namun, sama-sama diketahui, pihak penyelenggara ini merupakan perpanjangan tangan pemerintah. Jika KPU dinilai gagal, maka imbasnya tetap ke SBY selaku kepala pemerintahan.

Berikut ‘pertempuran’ Prabowo vs SBY yang dirangkum dari pernyataan dua tokoh yang sama-sama mengawali karir di militer ini, seperti yang dimuat baranews.co.

1. Prabowo Klaim Pilpres 2014 Curang dan Tidak Sah

Dalam rekaman pidatonya, Prabowo menolak hasil perhitungan Pilpres 2014 yang diadakan KPU dan menilainya tidak sah dan dinilai gagal. “Tim hukum kami dan tim data kami telah menemukan suatu indikasi kecurangan yang cukup besar. Karena itu, dengan sangat sedih dan sangat menyesal, kami mengatakan pemilu ini sesungguhnya gagal, bahwa pemilu ini tidak sah! Bahwa pemilu presiden ini melanggar kaidah-kaidah demokrasi,” sebutnya.

‘Serangan’ Prabowo itu langsung ditanggapi SBY melalui rekaman pernyataannya. “Pertama, kita harus menghormati KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang mandiri dan indpenden. Artinya kita mesti percaya kepada KPU dan dengan demikian juga menghormati hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU,” kata SBY dikutip dari rekamannya.

2. Prabowo Menggugat ke Mahkamah Konstitusi

Dalam videonya, Prabowo menghimbau pendukungnya untuk tetap bersatu dan berjuang bersama untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan. Dia menggambarkan ini seperti perjuangan para pahlawan Indonesia dan perjuangan beberapa tokoh dunia. “Ini bukan akhir dari sebuah perjuangan, ini baru awal dari perjuangan kita, merdeka!” kata Prabowo.
Namun SBY menilai upaya hukum ke MK, bukan sesuatu yang luar biasa. “Kita juga menghormati Pak Prabowo Subianto sebenarnya ketika merasa tidak bisa menerima hasil pengumuman KPU itu dan kemudian saya dengar akan membawanya ke Mahkamah Konstitusi. Inipun, tidak luar biasa karena itu dibenarkan dalam mekanisme yang kita miliki sesuai dengan UUD dan undang-undang yang berlaku,” kata SBY dalam videonya.

3. Prabowo Ingin Menyelamatkan Demokrasi Indonesia

Prabowo menilai demokrasi di Indonesia saat ini belum berjalan dengan semestinya. “Kami tetap melanjutkan perjuangan untuk menyelamatkan Republik Indonesia. Kami ingin demokrasi sebenarnya, kami ingin keadilan, dan kami bersedia mempertaruhkan segalanya demi keadilan,” kata Prabowo saat berorasi di depan Gedung MK (25/7).

Sedangkan SBY dalam videonya menilai demokrasi Indonesia sudah jauh lebih maju. “Tentu kita bersyukur kita bangga bahwa demokrasi kita makin matang dan makin maju berarti upaya kita semua dalam melakukan konsolidasi demokrasi sebenarnya berhasil. Masyarakat itu, internasional memberikan pengakuan dan juga apresiasinya. Sekretaris Jenderal PBB, sahabat saya Ban Ki-Mon, juga berkomunikasi dengan saya tentang pemilu yang damai ini,” kata SBY.

Sebelumnya, pernyataan politik Prabowo juga banyak yang dinilai menyerang ke SBY. Seperti pernyataan kebocoran negara Rp 1.000 triliun pertahun, Indonesia diintervensi asing, dan lainnya. Namun, sebelumnya, tidak ada tanggapan SBY terhadap pernyataan yang dinilai meragukan keberhasilan SBY memimpin Indonesia selama 10 tahun.

Namun SBY menyatakan selama ini dia hemat memberikan statemen dan komentar agar tidak memperburuk situasi politik. “Saya sendiri sangat hemat dalam mengeluarkan statement meskipun saya didorong melalui SMS, melalui sosial media, kemana Pak SBY harusnya ikut memberikan komentar dan sebagainya. Saya pikir tidak perlu karena semuanya menurut pandangan saya dalam batas-batas yang wajar dan tidak ada yang luar biasa dengan demikian sekali lagi saya berhemat mengeluarkan statement supaya tidak menambah tegangnya situasi yang ada,” kata SBY dalam rekamannya.

4. SBY Serukan Dukungan Demokrat ke Jokowi-JK

Kali ini sikap SBY sepertinya menarik Partai Demokrat dari Koalisi Merah Putih yang dikatakan sebagai koalisi permanen. Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan partainya mendukung presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla Sikap ini diambil sesuai dengan petunjuk dan arah kebijakan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono Dengan demikian menurut Amir posisi Demokrat kini berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi-JK Demokrat wajib mengikuti keputusan ketua umum kata Amir di Istana Negara kemarin Amir menjelaskan sejak awal partainya secara resmi memilih netral Sewaktu. (Baca Sumber Koran.tempo.co)

Diskusi

4 respons untuk ‘Benarkah Ada Perseteruan Antara SBY Dengan Prabowo?

  1. prabowo dalam bebebrapa kesempatan mengatakan akan melanjutkan kemajuan yang telah berjalan dalam pemerintahan SBy,
    tentunya ini adalah satu bukti bahwa prabowo menghargai SBY dan kabninetnya.

    Posted by nanda | Juli 30, 2014, 7:41 am
  2. tidak mungkin hubungan pak prabowo dengan pak SBY ada perseteruan mereka sudah berteman waktu di TNI jadi tidak mungkin mereka berselisih paham

    Posted by ardiansyah eka | Juli 30, 2014, 7:43 am
  3. Indonesia butuh keadilan dan kejujuran dalam berdemokrasi, karena itu merupakan landasan untuk membangun bangsa yang kokoh. jalan yang di lakukan oleh kubu Prabowo-Hatta sudah tepat, menggunakan hak konstitusional menolak hasil pilpres 2014, karena masih banyak kecurangan yang masif, terstruktur dan sistematis terjadi. dan memang sebaiknya melakukan adu data di MK, karena yakin Prabowo siap kalah jika memang pilpres jujur dan adil. mari tegakan keadilan dan kejujuran dalam berdemokrasi!

    Posted by raden panji utama | Juli 30, 2014, 7:48 am
  4. politik tidak selamanya yang kelihatan itu benar !!!!

    Posted by sibejo | Juli 30, 2014, 8:40 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: