//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Video Milisi ISIS Ajak Muslimin Indonesia Untuk Bergabung

Gambar ISIS asal Indonesia Ajak WNI Berperang ke Suriah

Beredar sebuah video di Youtube yang dberisikan ajakan ekstrimis atau milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meminta kaum Muslimin di Indonesia untuk bergabung dengan kelompok mereka untuk bertempur bersama. Video berdurasi delapan menit di-posting oleh ISIS dengan judul “Join the Ranks” from The Islamic State. Video itu menyerukan kewajiban bagi kaum Muslimin untuk bergabung dan menyatakan dukungan bagi kelompok tersebut, seperti yang diberitakan kompas.com.

Beberapa pria yang mengenakan penutup wajah berwarna hitam dan menenteng senapan serbu Kalashnikov direkam kamera di suatu tempat di Suriah. Mereka mengaku sebagai mahasiswa, pebisnis, mantan tentara, dan bahkan beberapa remaja. Satu demi satu dari mereka mengajak rekan-rekannya untuk bergabung dengan ISIS.

Para pria itu bukan berasal dari Suriah atau Uzbekistan atau Chechnya yang selama ini banyak terlibat perang saudara Suriah. Para pria ini berasal dari Indonesia. Dalam video itu, seorang sosok yang disebutkan bernama Abu Muhammad al-Indonesi tampil berapi-api meminta dukungan warga Indonesia lainnya bagi perjuangan ISIS.

“Mari berusaha sekuat-kuatnya, baik secara fisik maupun materi, untuk hijrah ke Negara Islam (ISIS) ini,” demikian antara lain dikatakan Abu Muhammad. “Ini merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah”. Abu Muhammad mempertanyakan kaum Muslimin yang hidup di negara-negara Barat, dan mendorong mereka untuk menumbuhkan motivasi melakukan jihad. Lihat Video Youtube di bawah ini.

“Mari kita berjuang dalam jalan Allah karena ini adalah tugas kita untuk melakukan jihad dalam jalan Allah, terutama di sini di Sham (Suriah)… dan, keluarga kami akan melakukan migrasi suci ke negeri ini,” kata salah seorang pria menggunakan bahasa Indonesia diselingi dengan kalimat-kalimat dalam bahasa Arab. “Saudara-saudaraku di Indonesia, janganlah takut, sebab ketakutan adalah bujukan setan,” tambah pria itu.

“Apakah istrimu telah menjadi alasan yang menghalangimu melakukan jihad?” katanya berargumen. “Apakah rumahmu, usaha, dan kekayaanmu lebih kamu cintai dibandingkan cinta kepada Allah, Rasul, dan jihad?” Ini merupakan video terbaru setelah sebelumnya dua warga Australia juga tampil dalam video serupa yang dirilis ISIS bulan lalu.

Seorang pria lain, mengaku sebagai mantan tentara Indonesia, menyerukan rekan-rekannya yang masih bergabung di militer dan kepolisian Indonesia untuk meninggalkan kesatuannya dan tak lagi membela ideologi Pancasila. Video ini muncul tak lama setelah ISIS menguasai kota Mosul dan Tikrit di Irak dalam sebuah serangan kilat yang terorganisasi dengan baik. Video ini menunjukkan betapa kelompok militan ISIS menarik semakin banyak warga Indonesia untuk bertempur di Suriah dan Irak.

Profesor Greg Barton, pakar keamanan dan ahli Indonesia dari Monash University, mengatakan, kelompok ISIS melihat potensi kuatnya dukungan dari warga Indonesia. “ISIS menyasar langsung warga Indonesia dalam video ini sebab mereka memiliki potensi pendukung,” jelasnya. “Jumlah warga Indonesia yang telah bergabung sangat besar, dan ISIS melihat potensinya lebih banyak lagi.”

Pekan lalu, Abu Bakar Baasyir telah menyatakan dukungannya bagi kelompok ISIS ini (Baca: Abu Bakar Ba’asyir Minta Pengikutnya Dukung ISIS). Pemerintah Indonesia saat ini menerapkan program deradikalisasi di penjara-penjara yang menampung para pelaku serangan teroris, termasuk para terpidana bom Bali. Walaupun demikian, beberapa pihak meragukan ideologi kelompok milisi ISIS menarik bagi kaum muslim moderat di Indonesia.

Namun, Prof Barton mengatakan, program deradikalisasi itu masih dalam tahap percontohan. “Tak ada program yang sistematis dan pedoman jelas mengenai apa yang harus dilakukan (terkait deradikalisasi ini),” katanya. Kelompok garis keras beraliran Sunni mendeklarasikan ISIS awal bulan ini setelah berhasil merebut sejumlah wilayah di Irak dan Suriah. ISIS menyatakan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pemimpinnya.

Video-video perekrutan yang dirilis ISIS sebelumnya juga menampilkan warga asal Jerman, Kanada, dan Cile. Menurut Prof Barton, kini Pemerintah Australia perlu serius membantu Indonesia menangani hal ini. “Saatnya tepat bagi Australia untuk bekerja sama dengan Indonesia, berdasarkan pengalaman Australia sendiri, dalam meredam arus orang yang pergi bergabung ke wilayah konflik di Timur Tengah,” katanya.

Sydney Jones, Direktur Institut untuk Kebijakan Analisa Konflik di Jakarta, seperti dikutip TIME mengatakan gerakan ISIS ini terpecah di Indonesia. Sebagian pejuang jihad Indonesia itu, lanjut Sydney, termasuk para tokoh senior Jamaah Islamiyah, diketahui loyal terhadap aliansi Front al-Nusra dan Al Qaeda. “Sementara sebagian besar yang lebih militan dan bukan kelompok JI memilih mendukung ISIS,” ujar Sydney.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: