//
Anda membaca...
Bisnis

BI Akui Pernah Cetak Uang Rp 100.000 di NPA, Australia

Foto Uang Pecahan 100 Ribu Rupiah Tahun 1999

BI, Bank Indonesia mengakui pernah mencetak uang pecahan Rp 100.000 sebanyak jutaan lembar di Australia, tepatnya di Note Printing Australia (NPA), lembaga di bawah naungan Bank Sentral Australia pada tahun 1999. BI terpaksa mencetak uang di Australia guna menghadapi tahun milenium 2000 atau lebih dikenal dengan singkatan Y2K (Year 2 Kilo).

“Iya, kondisinya spesial. Kondisi spesial menghadapi Y2K itu,” ujar Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di kediaman Presiden SBY, Kamis, 31 Juli 2014, seperti berita yang dirilis detik.com. “Nah, itu kan dulu kan Y2K itu orang kan nggak tahu apa yang akan terjadi. Jadi ya dalam rangka mengantisipasi lonjakan permintaan terhadap uang, kemudian BI pada saat itu melakukan pencetakan di luar negeri,” katanya.

Pergantian tahun pada saat itu memang sempat menghebohkan. BI pun mengantisipasi agar keresahan soal lonjakan permintaan uang dapat mereka tangani. “Jadi BI perlu mengantisipasi kan lonjakan permintaan. Kayak seperti lebaran saja, orang lonjakan permintaan mencetak lebih,” jelas Mirza.

Siang tadi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklarifikasi terkait informasi dari Wikileaks yang menyebutkan dirinya dan Megawati Soekarnoputri, terkait kejanggalan tentang proses pencetakan 550 juta lembar pecahan uang Rp 100.000. Padahal proses cetak uang tersebut jauh sebelum kedua tokoh tersebut menjadi presiden Indonesia dan kewenangannya ada BI, bukan di pemerintah. (Baca: WikiLeaks Sebut SBY dan Mega Terkait Kasus Korupsi Cetak Uang)

Sebagai informasi, uang dengan nilai pecahan Rp 100.000 tersebut berukuran 151 x 65mm, berbahan dasar plastik (polyster) dan diterbitkan pada tanggal 1 November 1999. Uang ini ditandatangani oleh Gubernur dan Deputi BI saat itu Syahril Sabirin dan Iwan R. Prawiranata, pada waktu itu.

Gambar depan dari uang ini adalah dua orang pahlawan proklamator yaitu Soekarno dan Mohammad Hatta dengan warna dominan kuning, jingga, cokelat, merah, dan hijau. Sedangkan penampakan dari belakang adalah gambar gedung MPR dan DPR dengan warna dominan kuning, jingga, coklat, merah, dan hijau. Juga ada tanda air berupa shadow image Garuda Pancasila Color Windows bentuk bunga memuat logo BI.

Masa edar uang ini terbilang cukup lama hingga 30 Desember 2013. Masyarakat diminta menukarkan uang tersebut karena sudah tidak berlaku paling lambat 30 Desember 2013. Namun masyarakat masih dapat menukarkan di Bank Indonesia mulai dari tanggal 31 Desember 2013 sampai dengan 30 Desember 2018 sesuai dengan jadwal operasional penukaran BI.

Sebagai informasi, perusahaan yang ditunjuk mencetak uang baru Indonesia adalah Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri), sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2006. Selain mencetak uang rupiah Republik Indonesia, juga mencetak produk sekuriti lainnya, termasuk cetakan kertas berharga non uang dan logam non uang. Peruri sudah menjadi langganan BI dalam hal memenuhi pesanan mencetak uang.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: