//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Refly Harun: Gugatan Prabowo Akan Ditolak MK

Foto Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menilai permohonan gugatan yang diajukan pihak Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kemungkinan besar akan ditolak oleh MK karena tidak didukung fakta dan data yang meyakinkan meskipun berkas gugatan mengenai hasil Pilpres 2014 itu secara teori memungkinkan kemenangan calon presiden terpilih, Joko Widodo, dibatalkan atau ditunda. Hal tersebut disampaikan oleh pakar hukum tata negara, Refly Harun, saat dihubungi Tempo, Selasa, 29 Juli 2014.

“Alasannya sederhana: laporan kecurangan mengenai jumlah suara itu argumentasinya lemah. Terlihat Prabowo-Hatta tidak yakin dengan proses penghitungan mereka sendiri,” kata Refly. Hasil penghitungan suara berdasarkan form C1 yang dilakukan tim pemenangan Prabowo tidak genap berjumlah 100 persen. Hal tersebut dinilai Refly sebagai salah satu kelemahan dalam gugatan yang diajukan. Selain itu, Prabowo-Hatta tidak berhasil menunjukkan adanya kecurangan yang masif dan terstruktur seperti yang tercantum dalam laporan mereka. “Mereka banyak mempermasalahkan ketidakwajaran yang sebenarnya belum tentu kecurangan,” ujar Refly.

Sebagai contoh, Refly menyebutkan soal jumlah daftar pemilih yang menurut Prabowo tidak lazim. Padahal, menurut Refly, hal tersebut belum dapat dibuktikan kesalahannya. “Daftar pemilih yang jumlahnya banyak dianggap sesuatu yang tidak lazim. Tapi, kita kan tidak tahu itu merugikan siapa? Bukan kecurangan kalau mereka menggunakan hak pilihnya hanya sekali. Kalau dikatakan mereka memilih lebih dari sekali, buktinya apa?”

Belum lagi berkas permohonan sengketa hasil pemilu yang diajukan tidak sepenuhnya lengkap dan ditemukan banyak kejanggalan. Dalam berkas setebal 55 halaman tersebut terdapat beberapa bagian yang masih kosong. Ini mengesankan laporan dibuat terburu-buru dan tidak begitu detail memperhatikan data-data yang seharusnya dicantumkan di dalamnya. (Baca: Keanehan di Berkas Gugatan Tim Prabowo-Hatta Ke MK)

“Mungkin berat dikabulkan, karena mereka tidak bisa membuktikan kecurangan dengan data dan fakta. Mereka lebih banyak mempermasalahkan iregulitas atau hal-hal yang tidak lazim, yang tak bisa diverifikasi,” ujar Refly. Menurut Refly, dalam gugatan ini yang dibutuhkan adalah alat bukti signifikan berupa data dan fakta. “Kalau memang terjadi kecurangan, buktinya apa? Datanya apa?”

Refly juga menepis kekhawatiran jika para hakim di MK, yang beberapa di antaranya berasal dari partai politik pendukung Prabowo-Hatta, akan cenderung membuat keputusan yang menguntungkan Prabowo-Hatta. Refly menegaskan, hal itu sulit terjadi karena independensi hakim MK tidak hanya ditentukan oleh faktor internal, tapi juga eksternal, yakni pengawasan publik. Apalagi kredibilitas MK saat ini tengah jatuh akibat kasus Akil Muchtar, sehingga gugatan ini menjadi kesempatan bagi hakim untuk mengembalikan kredibilitas MK tersebut. (Baca: Ternyata 2 Hakim MK Berasal dari Parpol Koalisi Prabowo)

Terkait klaim Prabowo-Hatta bahwa kecurangan massif terjadi dalam pilpres 9 Juli 2014, menurut Refly, klaim itu justru merugikan Prabowo. “Karena berarti Jokowi kuat, dia bisa mempengaruhi, bisa menentukan.” Kendati menjadi pihak yang digugat, Refli menyarankan sebaiknya kubu Jokowi-Jusuf Kalla juga menyiapkan data dan fakta menghadapi gugatan. “Intinya siapa yang kuat fakta dan data, itu yang dimenangkan.

Ruhut Sitompul: 3 Faktor Mengapa MK Akan Tolak

Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan ada tiga faktor yang bisa menyebabkan gugatan itu gagal atau ditolak oleh hakim MK. Ruhut yang mengaku selama lima tahun jadi pengacara DPR di MK, sembilan orang hakim MK selalu menggarisbawahi soal alat bukti. Jadi, tidak ada pengaruhnya walaupun sebuah gugatan itu diupayakan oleh ratusan pengacara sekalipun.

Ia memisalkan, selisih suara dari hasil penghitungan suara ada 1.000 maka penggugat wajib untukmenghadirkan bukti otentik 1.000 suara tersebut yang mereka klaim hilang ataupun dicurangi. “Mereka harus menjelaskan 1.000 suara yang dikatakan curang itu. Apakah suaranya palsu, atau dihilangkan,” kata anggota Komisi III DPR tersebut saat dihubungi Republika, Selasa (29/7).

Nah, untuk gugatan Prabowo-Hatta yang selisihnya mencapai 8 juta suara dengan Jokowi-JK, maka mereka harus menghadirkan 8 juta suara yang hilang tersebut. “Kalau kurang satu suara saja, maka mereka kalah,” katanya. Ruhut menyindir klaim kubu Prabowo-Hatta yang menyebut akan menghadirkan 10 truk untuk menghadirkan bukti itu. Menurutnya, delapan juta suara tak akan cukup untuk dimuat dalam belasan truk tersebut. (Baca: Alat Bukti Tim Prabowo Ke MK: 3 Bundel, Bukan 10 Truk)

Faktor kedua, lanjut Ruhut, adalah soal yang saat ini ramai diberitakan oleh media massa. Yakni, kesalahan teknis penulisan dan ketikan gugatan Prabowo-Hatta. “Kesalahan teknis dalam laporan gugatan ini menunjukkan bahwa Prabowo-Hatta tidak siap kalah,” kata Ruhut.

Menurut Ruhut, data-data mereka tersebut banyak berasal dari PKS. Padahal, waktu gugatan atas hasil pemilu legislatif sebelumnya, data-data dari PKS banyak yang tidak terima oleh MK. Faktor ketiga adalah, faktor Prabowo yang menyatakan mundur beberapa jam sebelum KPU menyatakan hasil penghitungan suara pilpres. Menurutnya, tindakan itu telah mencederai undang-undang.

Diskusi

Satu respons untuk “Refly Harun: Gugatan Prabowo Akan Ditolak MK

  1. Nama-nama Tim Prabowo yang menggugat harus dituliskan dengan ‘pena sejarah’ untuk dibaca anak cucunya. Untuk menjadi pelajaran di masa mendatang.

    Posted by arif rahman | Agustus 3, 2014, 6:01 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: