//
Anda membaca...
Bisnis

Semua SPBU Jalan Tol di Indonesia Tak Lagi Jual Bensin Premium

Foto SPBU Pertamina KM 62, Terpadat di Jalan Tol Cikampek

Mulai tanggal 6 Agustus 2014, semua SPBU jalan tol di Indonesia tidak lagi menjual BBM subsidi jenis bensin premium yang jumlahnya ada 29 lokasi. Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah membuat aturan agar SPBU-SPBU di tol tidak menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Hal ini untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Pelarangan pembelian premium berlaku untuk seluruh jalan tol Indonesia, jumlahnya ada 29 SPBU,” kata Anggota BPH Migas Ibrahim Hasyim kepada detikFinance, Kamis (31/07/2014). Ia menegaskan aturan ini mulai berlaku pada 6 Agustus 2014. Artinya pada hari itu tak ada kegiatan penjualan BBM subsidi jenis premium di SPBU yang berlokasi di rest area tol.

“Premium sudah tidak ada layanannya lagi di seluruh jalan tol,” katanya. Menurut Ibrahim, aturan ini telah telah disampaikan kepada Badan Usaha seperti Pertamina dan Instansi terkait dan sudah melalui pembahasan intensif dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan. “Kita akan lakukan ini agar akhir tahun kuota cukup sehingga tidak memberatkan pemerintah mendatang,” jelas Ibrahim.

Cara itu mau tidak mau dilakukan untuk menghindari jebolnya kuota BBM solar dan premium pada akhir tahun 2014. Pengendalian merupakan respon dari penetapan kuota BBM bersubsidi di APBNP 2014 yang turun dari 48 juta kiloliter (KL) menjadi 46 juta kiloliter (KL).

“Yang lewat jalan tol umumnya berpenghasilan cukup untuk membeli Pertamax (BBM non subsidi) kalau dibutuhkan,” ungkap Ibrahim Hasyim. Ibrahim mengakui pembelian BBM subsidi jenis premium selama ini di SPBU yang ada di jalan tol seluruh Indonesia cukuplah besar. “Volumenya lumayan besar,” imbuhnya. Ibrahim juga mengungkapkan kebijakan ini tidak mengganggu kegiatan arus mudik-balik Lebaran.

“Kan mulainya nanti tanggal 6 Agustus 2014, sudah selesai mudiknya,” katanya. Hal ini juga dipertegas, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menegaskan aturan pelarangan penjualan BBM subsidi jenis premium di seluruh SPBU jalan tol mulai 6 Agustus 2014 tidak akan berdampak pada kegiatan arus balik Lebaran.

Ada 3 Aturan Larangan Untuk Kendalikan BBM Subsidi

Sebenarnya Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah mengeluarkan 3 aturan terkait pengendalian BBM subsidi. Menurut Ibrahim, regulasi yang dikeluarkan bukan hanya untuk mengurangi konsumsi BBM subsidi khususnya di wilayah Jakarta Pusat tetapi secara nasional.

Selain aturan pelarangan penjualan BBM subsidi jenis premium di seluruh SPBU jalan tol Indonesia pada 6 Agustus 2014, aturan kedua adalah penghapusan solar bersubsidi di Jakarta Pusat, yang mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2014. Kebijakan ini diyakini dapat menghemat konsumsi BBM bersubsidi. “Kalau di Jakarta Pusat ada 27 SPBU, tentu dengan adanya kebijakan ini akan ada penghematan,” ungkap anggota BPH Migas Ibrahim Hasyim.

Aturan ketiga adalah adanya pembatasan pembelian solar hanya berlaku pada 06.00-18.00 (Pagi-Sore) di wilayah tertentu yang rawan terjadi tindak kriminal. Sedangkan di malam hari tak ada penjualan solar bersubsidi mulai 18.00-06.00, yang berlaku mulai 4 Agustus 2014. “Kebijakan yang dikeluarkan tidak hanya untuk Jakarta Pusat, ada kebijakan lain di tempat lain,” imbuhnya. Dengan begitu persediaan BBM subsidi hingga akhir tahun cukup dan tidak jebol

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: