//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

WikiLeaks Sebut SBY dan Mega Terkait Kasus Korupsi Cetak Uang

Dokumen Wikileaks Sebut Skandal Korupsi Multi Negara

Dokumen WikiLeaks tanggal 29 Juli 2014 menyebutkan Presiden SBY dan Megawati Soekarnoputri terkait kasus korupsi cetak uang multi juta dolar yang melibatkan beberapa tokoh dan pemimpin Asia seperti Indonesia, Malaysia dan Vietnam, termasuk keluarga dan pejabat senior masing-masing negara itu. WikiLeaks merilis perintah pencegahan pemerintah Australia untuk mengungkap kasus tersebut, yang dapat anda simak di link berikut.

“Perintah super untuk memerintahkan keamanan nasional (Australia) untuk mencegah pelaporan tentang kasus ini, oleh siapa saja. (Tujuannya) untuk mencegah kerusakan hubungan internasional Australia,” tulis WikiLeaks, Rabu (30/7/2014), seperti yang diberitakan sindonews. Kasus ini menyangkut dugaan korupsi multi juta dolar yang dibuat oleh agen dari anak perusahaan RBA Securency dan Note Printing Australia untuk mengamankan kontrak yang diduga meibatkan pemerintah Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan negara-negara lain.

WikiLeaks menyebut ada 17 individu dalam kasus itu. ”Setiap Perdana Menteri Malaysia atau mantannya, Presiden Vietnam saat ini Truong Tan San, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (yang juga dikenal sebagai SBY), mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri (yang juga dikenal sebagai Mega) dan saat pemimpin partai politik PDIP, dan 14 pejabat senior lainnya,” lanjut dokumen WikiLeaks.

”Dan kerabat dari masing-masing tokoh negara, yang secara khusus tidak disebutkan namanya yang sedang dalam penyelidikan kasus korupsi,” imbuh dokumen itu. Dokumen tersebut juga secara khusus melarang publikasi urutan tokoh-tokoh terkait oleh perwakilan Australia untuk ASEAN, Gillian Bird, yang baru saja ditunjuk sebagai Australia sebagai Duta Tetap untuk PBB.

Keterangan dan Bantahan SBY

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa pemberitaan tersebut tak berimbang karena sama sekali tidak ada konfirmasi kepadanya. SBY kemudian menjabarkan isi pemberitaan tersebut yang mencatut pula negara-negara di Asia dengan tingkat korupsi tinggi seperti Indonesia dan Vietnam. Disebutkan pula oleh Wikileaks bahwa pemerintah Australia harus meningkatkan pertahanan negaranya.

“Ada 17 individu yang disebutkan oleh Wikileaks. Saudara-saudara, berita seperti ini cepat sekali beredar dan kemudian karena sangat sensitif, karena menyangkut kehormatan dan harga diri maka saya ambil keputusan tadi pagi untuk mengeluarkan pernyataan. Terima kasih untuk kesediaan wartawan untuk meneruskan. Pemberitaan Wikileaks dan Sindonews.com itu mencemarkan nama baik saya dan juga Ibu Mega. Ini menimbulkan spekulasi dan kecurigaan terhadap Ibu Mega dan saya,” imbuh SBY di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (31/7/2014) seperti yang dimuat detik.com.

Presiden SBY menyatakan telah mendapatkan penjelasan keterangan sejumlah pihak antara lain gubernur BI Agus Marto dan Menkeu Chatib Basri kemudian Kapolri, esensi atau rangkuman penjelasan sebagai berikut; pertama mengenai Indonesia yang pernah mencetak uang di Australia oleh perusahaan bernama NPA pada tahun 1999.

“Yang mencetak adalah NPA dan organisasi itu dalam naungan Bank Central Australia sebanyak 555 juta lembar dengan pecahan Rp 100.000. Itu fakta pertama. Kedua, keputusan kebijakan pengawasan dan kewenangan untuk cetak uang itu termasuk cetak uang itu ada pada BI, bukan pada pemerintah, bukan pada Presiden. Hal itu kewenangan Indonesia serta menjadi tugas BI dan peraturan yang berlaku bagi bangsa Indonesia. Sedangkan yang keempat sebenarnya baik Ibu Mega dan saya belum jadi Presiden poin saya adalah itu kewenangn BI pada saat uang itu dicetak tidak terlibat dalam arti mengambil keputusan atau pun mengeluarkan perintah Presiden. Berita yang diamplifikasi oleh Sindonews.com adalah sesuatu yang menyakitkan,” papar SBY.

SBY pun mengikuti perkembangan yang terjadi di Australia, Menlu pun telah memberikan penjelasan kepada dia. SBY meminta pihak Australia memberikan penjelasan secara terang benderang terkait kasus ini agar tak menimbulkan kecurigaan yang berujung fitnah. “Saya berharap didengar oleh Wikileaks dan Sindonews, Pemerintah Australia, dan saya harap didengar KPK. Saya ingin segala sesuatunya terang benderang,” kata SBY.

Bantahan PDIP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membantah informasi terbaru yang dikeluarkan situs antikerahasiaan WikiLeaks tentang perintah pencegahan pemerintah Australia untuk mengungkap kasus dugaan korupsi para tokoh dan pemimpin Asia, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. “Jelas tidak ada itu Ibu Mega terkait korupsi,” ujar Ketua DPP PDIP Bidang Hukum Trimedya Panjaitan saat dihubungi Sindonews, Rabu (30/7/2014).

Lagipula, kata dia, sejauh Ketua Umum PDIP itu meninggalkan kursi pemerintahannya, tidak pernah ada kabar yang mengaitkan Mega dengan kasus hukum. Terlebih, ujar dia, WikiLeakssering mengabarkan rumor atau gosip politik yang akurasinya diragukan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: