//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Demokrat: Kami Siap Oposisi Jika Jokowi Jadi Presiden

Foto Max Sopacua, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat

Kompas.com

Wakil Ketua Umum Demokrat Max Sopacua mengatakan siap jadi oposisi atau akan berada di luar pemerintahan jika Jokowi dan Jusuf Kalla berkuasa dimana secara resmi bakal dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019 pada Oktober mendatang. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa pihaknya tetap bagian koalisi Merah Putih yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

“Kalau Jokowi-JK berkuasa, kami di luar pemerintahan,” kata Max di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Minggu (3/8/2014), seperti dikutipTribunnews.com. Max membantah Partai Demokrat telah berpindah haluan mendukung pasangan Jokowi-JK lantaran banyak kadernya secara terbuka mendukung pasangan nomor urut dua tersebut.

“Kami masih konsisten seperti halnya saat pengumuman resmi Demokrat 30 Juni lalu, yakni mendukung Prabowo-Hatta. Kami sekarang menjalankan kehormatan partai,” tuturnya. Kubu Prabowo-Hatta tengah menggugat ke Mahkamah Konstitusi terkait keputusan KPU yang menetapkan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. Mereka juga mendorong dibentuknya panitia khusus Pilpres di DPR. Mereka beralasan terjadi kecurangan dalam Pilpres 9 Juli lalu. (Baca: Kubu Prabowo: DPR Akan Bentuk Pansus Usut Kecurangan Pilpres)

Hanya, Demokrat tidak ikut dalam deklarasi koalisi Merah Putih yang dipermanenkan. Koalisi itu dilanjutkan dalam kerja sama di parlemen. Pada saat itu Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mengaku tidak mengutus siapa pun untuk mewakili Partai Demokrat dalam deklarasi koalisi permanen di legislatif oleh Koalisi Merah Putih yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (14/7/2014). Walaupun demikian, Partai Demokrat diwakili oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli,yang mengaku mendapat izin dari Syarief Hasan untuk hadir dalam deklarasi, dan kehadirannya diakui mewakili Partai Demokrat. Ia berbicara dalam deklarasi tersebut.

Max Sopacua: Kami Tak Cari Kekuasaan

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menegaskan partainya masih konsisten seperti pada saat pertama kali Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarif Hasan menyatakan Demokrat resmi memberikan dukungan kepada Prabowo-Hatta. Menurut Max, partainya tidak mencari-cari kekuasaan seperti partai lain. Konsep yang diusung Prabowo-Hatta, kata dia, sejalan dengan konsep yang sudah dijalankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun memerintah.

“Jangan samakan kami dengan PKB atau yang lain. Yang langsung nempel-nempel yang mencari kekuasaan. Kami enggak mencari kekuasaan. Kalau mau mencari kekuasaan kami dengan yang mau menang saja dari awal gitu,” tegas Max.(Baca: Demokrat dan Golkar Menyeberang Ke Kubu Jokowi?)

Max mengatakan hingga kini belum ada keputusan DPP Demokrat untuk membuka komunikasi dengan kubu Jokowi-JK. Bahkan, Demokrat siap bila nantinya berada diluar pemerintahan. “Kita enggak ada sinyal di DPP. Pak Marzuki sudah sampaikan kita diluar pemerintahan. Partai kita berkuasa 10 tahun, harga dirinya tinggi engga bisa dilecehkan begitu saja,” kata Max kepada Tribunnews.com, Kamis (31/7/2014).

Ia pun merasa heran dengan sikap Ketua Fraksi Demokrat di MPR Jafar Hafsah yang mengungkapkan adanya sinyal partai berlambang bintang mercy itu kepada kubu Jokowi-JK. “Saya engga mengerti, pak Jafar ikut terus perjalanan kampanye Pak Prabowo, sebelum hari pemilihan dia terbitkan buku tentang Prabowo. Kalau Pak Jafar dan kawan-kawan merapat ke Jokowi jangan menggangu garis partai. Kita mengawal garis partai,” tuturnya.

Max Sopacua: Alasan Ruhut Dukung Jokowi Karena SBY Mau Lengser

Max Sopacua mengakui, tidak heran terhadap sikap Ruhut yang tak sejalan dengan kebijakan partainya tersebut dengan mendukung pasangan Jokowi-JK. “Kalau Ruhut itu tidak usah ditanya. Ketika Partai Golkar tahun 2004 mau ambruk, dia loncat ke SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) karena SBY mau jadi presiden,” kata Max di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Minggu (3/8/2014), seperti yang diberitakan tribunnews.com. (Baca: Alasan Ruhut Sitompul Mendukung Jokowi-JK)

Karenanya, anggota Komisi I DPR itu tak kaget saat Ruhut “loncat” ke kubu Jokowi-JK. Sebab, presiden SBY akan mengakhiri masa jabatannya pada Oktober 2014 setelah dua periode atau sepuluh tahun berkuasa. “Sekarang SBY mau lengser dia loncat ke Jokowi karena mau jadi presiden. Kalau ada yang mau jadi ‘Tuhan’, dia (Ruhut) nanti loncat lagi ke sana,” ujarnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: