//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Jokowi Tunjuk Rini Soewandi Jadi Ketua Rumah Transisi

Foto Jokowi Membuka Secara Resmi Kantor Transisi

@aktivitasJokowi

Akhirnya presiden terpilih, Jokowi menunjuk Rini Mariani Soemarno Soewandi menjadi kepala atau ketua rumah transisi pasangan Jokowi-JK. Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Gotong Royong era Megawati ini akan memiliki memiliki 4 orang deputi, yaitu Anies Baswedan, Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto (Wasekjen PDIP), dan Akbar Faizal (Ketua DPP NasDem), berkantor di di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat.

Jokowi mengatakan, keempat deputi tim transisi tersebut bertanggung jawab mencakup antara lain melakukan komunikasi politik, dan mengelola kelompok-kelompok kerja. “Selain itu tim transisi juga bertugas menjabarkan seluruh visi misi serta program aksi Jokowi-JK kedalam suatu kebijakan yang mengedepankan agenda perubahan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan daerah,” ucapnya seperti yang dikabarkan liputan6.com. (Baca: Rumah Transisi, Kantor Jokowi-JK Sebelum Dilantik Jadi Presiden)

Namun, secara umum, Jokowi mengungkapkan, tim transisi bentukannya itu mempunyai empat tugas penting, yaitu:

1. Menyiapkan hal strategis yang berkaitan dengan APBN 2015 yang tentunya untuk membahas mengenai hal tersebut harus dilakukan komunikasi dengan pemerintahan SBY saat ini. Tim ini juga akan berhubungan dengan pemerintahan yang sekarang, yaitu pemerintahan Pak SBY.

2. Menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kelembagaan, pemerintahan di bawah presiden dan wakil presiden terlantik, baik berkaitan dengan kantor kepresidenan dan arsitektur kabinet nantinya.

3. Menjabarkan visi dan misi dalam rangka program kebijakan nantinya.

4. Menyiapkan program-program pemerintahannya agar dapat segera dilaksanakan dan dilakukan percepatan., misalnya Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, sehingga program-program ini bisa diberikan di masyarakat.

Rini Soewandi: Kami Siapkan Nama Calon Menteri

Kepala Kantor Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno Soewandi mengatakan timnya memang bekerja untuk mencari tokoh-tokoh yang bakal mengisi kabinet pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Selain sebagai kelompok kerja, pada saat yang sama kami juga menyiapkan kemungkinan nama-nama yang memang mempunyai potensi dan talenta yang tepat,” kata Rini di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 4 Agustus 2014, yang dirilis oleh tempo.co. Rini menjelaskan, penentuan orang yang layak menjadi menteri dan pejabat setingkat menteri adalah hak prerogatif presiden terpilih, yaitu Joko Widodo. Timnya hanya menyiapkan dan merekomendasikan sejumlah nama berdasarkan kemampuan dan bakat tokoh tersebut.

“Kami sebetulnya dalam arti menyiapkan tool and talent, menyiapkan bagaimana talenta-talenta di negeri ini, the right man in the right place. Itu tujuan yang ingin diterapkan beliau,” katanya. Namun, Rini melanjutkan, tugas tersebut hanya merupakan satu bagian dari tugas penting lain, yakni menyiapkan hal-hal strategis mengenai APBN, konsep dan jabatan, visi-misi Jokowi-JK, serta percepatan program-program lain. (Baca: Jokowi Hapus Jabatan Wakil Menteri Dalam Kabinetnya?)

Tim yang dipimpin Rini harus merampungkan semua itu pada akhir Septemper nanti. “Dengan begitu, waktu beliau masuk di pemerintahan, langsung bisa bergerak. Semua menterinya, siapa pun menterinya, langsung bisa kerja,” kata Rini

Tanggapan PKB dan Hanura

Menanggapi penunjukkan Rini Soewandi sebagai ketua rumah transisi Jokowi-JK, PKB menyebut itu adalah hak penuh dari Jokowi sebagai presiden terpilih. “Saya kira kebijakan penunjukan Ibu Rini adalah hak sepenuhnya Pak Jokowi,” kata Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding melalui pesan singkat, Senin (4/8/2014).

Sementara itu Partai Hanura mengapresiasi keputusan Jokowi untuk menunjuk mantan Menperindag di era Megawati Soekarnoputri itu. Partai pimpinan Wiranto ini pun tidak masalah bila tim transisi itu dipimpin orang non parpol. “Ya saya kira tidak ada masalah (bukan orang partai) dan harus kita hormati serta apresiasi penunjukan Ibu Rini tersebut,” kata Ketua DPP Hanura Saleh Husin lewat pesan singkat, Senin (4/8/2014).

Saleh menuturkan bahwa kantor adalah tim yang bersifat teknis terkait dengan pembahasan APBN untuk memperrcepat pelaksanaan visi misi. Oleh sebab itu, Saleh tidak melihat ada korelasi antara tim transisi dan penyusunan kabinet. “Tim transisi itu sama seperti tim ahli dan tidak terkait dengan pembahasan kabinet,” pungkasnya.

Meski tak ada kadernya yang menjabat sebagai deputi di Kantor Transisi, namun Hanura tak khawatir apabila tak kebagian jatah menteri di kabinet Jokowi-JK kelak, tentu saja jika pasangan ini benar-benar dilantik. “Saya pikir tidak khawatir ya. Karena kami bekerja dalam kabinet itu kan untuk membangun bangsa,” kata Ketua DPP Hanura Ali Kastela kepada detikcom, Senin (4/8/2014).

Meski begitu, Hanura akan selalu siap apabila dipanggil ikut dalam kabinet nantinya. Menurutnya, urusan berada dalam struktur kabinet bukan perkara individual parpol semata, melainkan persoalan bangsa secara luas. Ali tak menaruh prasangka buruk terhadap formasi elite Kantor Transisi Jokowi-JK. Dia yakin pimpinan Kantor Transisi bakal menghasilkan pemikiran yang baik.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: