//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Kronologi Kasus Pembunuhan SPG Cantik di Semarang

Foto Pelaku Pembunuhan SPG Muda Cantik, Dedek Syahrial

Detik.com

Inilah kronologi kasus pembunuhan seorang SPG cantik di Kota Semarang. Gadis muda berusia 18 tahun itu bernama Fatmasari Wijaya, yang ditemukan tewas bersimbah darah akibat luka di lehernya sekitar pukul 14.30 WIB di rumahnya, di Kampung Batik Tengah, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.

Korban Fatma masih berusia muda, baru lulus SMA. Kematian korban baru diketahui oleh keluarga satu jam kemudian. Ibu korban, Oeik Hok Jhon (52), adalah pihak pertama yang menemukannya. Dia mengaku terkaget-kaget melihat jasad anaknya berlumuran darah di dalam rumah. Oeik juga menemukan bahwa anaknya masih menggunakan pakaian lengkap yang kerap digunakannya untuk bekerja.

“Saat saya masuk ke rumah, pintunya tidak terkunci. Saya kira ya anak saya ada di rumah. Soalnya pagi ketika berangkat kerja pukul 08.00 WIB, anak saya masih ada di kamar,” kata Oeik di lokasi kejadian, Minggu (3/8/2014). Oeik menemukan anaknya dalam kondisi tubuh penuh darah. “Saya lihat ada luka tusukan di leher, sebelah kanan,” paparnya, seperti yang diberitakan kompas.com.

Untuk mengurangi lumuran darah, ibu korban kemudian mengambil air di kamar mandi demi membasuh wajah anaknya. Pihaknya pun berusaha sekuat tenaga memberanikan diri untuk keluar dan meminta bantuan kepada tetangga.

Kronologi Pembunuhan Menurut Versi Polisi

Pelaku pembunuhan gadis muda di Kota Semarang, Fatmasari Wijaya (18), akhirnya ditemukan oleh pihak kepolisian. Polisi menemukan pelaku tidak beberapa lama setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Batik Tengah, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.

Menurut Kapolsek Gayamsari Kota Semarang Kompol Juara Silalahi, pemeriksaan oleh aparatnya menunjukkan bahwa pembunuhan dilakukan lantaran pelaku sakit hati terhadap korban. Dia mengatakan, pelaku datang ke rumah korban pukul 11.00 WIB dan berusaha menawarkan obat herbal kepada korban. Merasa tak ada kecurigaan, pelaku pun dipersilakan masuk ke rumah dan berbicara lebih lanjut.

“Korban sempat tertarik dengan penawaran hingga dia mau dicek kesehatannya setelah ditawari secara gratis. Akan tetapi, setelah cek kesehatan, pelaku justru meminta pembayaran dan memaksa korban untuk membeli obat,” ujar Kapolsek. Korban pun merasa dibohongi hingga menolak saat dimintai bayaran. Cekcok hingga adu mulut menjadi tak terelakkan. “Pelaku emosi, kemudian mendorong korban dan memukulnya,” tambahnya.

Korban pun tak mau kalah. Dia kemudian masuk kamar dan mengambil gunting untuk menjaga diri sekaligus melakukan perlawanan. Pelaku terkena gunting. Beberapa jari putus akibat sabetan gunting tersebut. Tidak terima, pelaku kemudian mengejar korban hingga ke kamar. Pelaku kemudian merampas gunting, dan aksi brutal pelaku dimulai.

“Pelaku menusukkan gunting berulang kali ke bagian kanan leher korban. Seusai melakukan aksi itu, pelaku sempat mencuci tangan, kemudian meninggalkan lokasi,” papar Kapolsek. Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain gunting yang digunakan pelaku. Tersangka pun saat ini mendekam sementara di tahanan Mapolsek Gayamsari untuk diproses lebih lanjut.

Kapolsek Gayamsari Kompol Juara Silalahi mengatakan saat melakukan olah tempat kejadian perkara di Kampung Batik Tengah nomor 489 kelurahan Rejomulyo Semarang, tidak ditemukan smartphone korban. Namun saat dilakukan penangkapan di RSUD Ketileng Semarang, ternyata barang itu ada pada pelaku. “Terancam dijerat dengan pasal 365 KUHP juga karena handphone korban ditemukan di dalam plastik yang dibawa pelaku,” kata Juara di Mapolsek Gayamsari, Senin (4/8/2014). Simak reka ulang pembunuhan ini seperti yang ditayangkan Antv.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: