//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa, Sejarah dan Politik

Umpat Jubir KPK, Aktivis Progres 98 Akhirnya Diusir Polisi

Foto 3 Aktivis Progress 98 Diangkut Polisi ke Polres Jaksel

Detik & Kompas

Setelah mencaci maki dan mengumpat jubir (juru bicara) KPK, Johan Budi SP, massa Progres 98 akhirnya diusir dan diamankan Polisi. Sejumlah orang yang tergabung dalam organisasi pimpinan Faisal Assegaf itu sudah tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan,sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (4/8/2014), seperti . Mereka tak banyak berkomentar dan langsung masuk ke lobby tamu. Belakangan, Eggi Sudjana yang diketahui salah satu tim kampanye nasional Prabowo-Hatta juga nampak hadir.

Rupanya, Faizal dan kawan-kawan melaporkan sejumlah kasus ke bagian Direktorat Pengaduan Masyarakat. Tak puas melaporkan kasus, Faizal menuntut bertemu dengan Komisioner KPK. Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya ditemui juru bicara KPK, Johan Budi SP. Namun, kedatangan Johan malah disambut dengan caci maki dan kata-kata kasar. Faizal dan kawan-kawan menuding KPK hanya mengancam demonstran, dan menyebut KPK melindungi Megawati Soekarnoputri.

Mendengar umpatan dari Faizal, Johan kaget dan sedikit menahan emosi. Dia balik bertanya, kapan dirinya mengancam. Pertanyaan Johan pun membuat Faizal tersudut dan meledak. Faizal dan tiga orang lainnya nyaris memukul Johan, beruntung bagian keamanan KPK berhasil mengamankan Johan.

Faizal dan tiga kawan yang masih bernafsu terus berusaha mendekat, tapi mereka ditahan massa lain dan polisi. Keributan pun sempat terjadi di ruang tamu KPK. Kemudian, polisi dan bagian keamanan menjauhkan Faizal dan kawan-kawannya, sembari dilerai Eggi Sudjana. Keributan pun berakhir.

“Mereka menyampaikan kehendak mereka untuk menginap di KPK, kemudian oleh pihak KPK tak diizinkan. Artinya, dari tuan rumah pun tak diizinkan, secara aturan pun tak mengizinkan, ya kami persilakan mereka untuk meninggalkan,” kata Kepala Kepolisian Sektor Setiabudi Komisaris Besar (Pol) Audie S Latuheru di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin.

Saat diamankan, ketiga anggota Progres 98 itu tampak berteriak-teriak. “Kami bukan koruptor kenapa diperlakukan seperti ini? Koruptor saja tidak seperti ini!” ucap salah seorang di antara mereka. Ketiganya lalu digiring ke luar Gedung KPK dan dibawa dengan mobil kepolisian. Puluhan petugas kepolisian tampak siaga di Gedung KPK.

“Kalau perlu tangan kami diborgol untuk memastikan kami tidak akan membuat keributan,” kata Ketua Progress 98, Faizal Assegaf dalam audiensi tersebut sambil menjamin anggotanya tidak akan berbuat rusuh.

Menurut Audie, ketiga anggota Progres 98 tersebut akan dibawa ke Polres Jakarta Selatan untuk kemudian dimintai keterangan. Sejauh ini, kata Audie, polisi belum melihat siapa pihak yang berada di balik aksi Progres 98 tersebut. Ia memastikan ada ketentuan yang dilanggar tiga anggota Progres 98 tersebut. “Belum lihat siapa yang menyuruh, tapi ada ketentuan yang dilanggar,” ujarnya. Saat ditanya apakah ketiganya akan ditahan, Audie menjawab, pihaknya akan memperlakukan ketiganya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyatakan, KPK akan segera melaporkan Faizal Assegaf ke polisi. Laporan tersebut akan disampaikan KPK ke polisi dalam menindaklanjuti pengakuan Faizal mengenai transkrip rekaman sadapan pembicaraan antara Jaksa Agung Basrief Arief dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

KPK merasa keberatan dengan pernyataan Faizal yang mengaku mendapat transkrip rekaman tersebut dari orang suruhan Bambang. Sementara itu, Jaksa Agung dan Tim Hukum PDI Perjuangan telah melaporkan Faizal ke kepolisian. Faizal dilaporkan atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.

Faizal mengaku mendengar rekaman sadapan percakapan yang berisi permintaan Megawati kepada Basrief agar tidak menyeret calon presiden Joko Widodo ke dalam kasus dugaan korupsi bus transjakarta. Faizal mengaku rekaman itu diperdengarkan oleh utusan Bambang Widjojanto. Namun, Faizal tak bisa membuktikan soal rekaman suara. Kepada wartawan, ia hanya membagikan selebaran yang isinya diklaim sebagai transkrip rekaman. (Baca: Bocoran Transkrip Pembicaraan Megawati dengan Jaksa Agung)

Pada hari Rabu, 30 Juli 2014, massa Progress 98 juga melakukan demonstrasi di depan gedung KPK. Alasan mereka melakukan unjuk rasa adalah menuntut 4 kasus diselesaikan yang mereka klaim melibatkan Megawati dan Jokowi. Dua orang dari massa tersebut mengaku bahwa mereka telah dibayar Rp 80 ribu per orang. (Baca: Massa Demo Jokowi di KPK Ternyata Dibayar Rp 80 Ribu)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: