//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ibu di Jember Bunuh Putri Kandung dan Kubur di Septic Tank

Foto Siti Solehah dan Septic Tank, Tempat Anaknya Dikubur

Kompas

Seorang ibu bernama Siti Solehah atau Sl (38 tahun) tega membunuh anak kandungnya sendiri bernama Iin, menderita keterbelakangan mental dan mengubur jasadnya di septic tank di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember, Jawa Timur. Dugaan pembunuhan tersebut terjadi sekitar dua tahun yang lalu (pada pertengahan Juli 2012 silam) dan jasad lin dipendam di dalam penampungan kotoran (septic tank) di samping rumahnya.

Kasus dugaan pembunuhan tersebut terungkap menyusul keterangan anak kandung Sl lainnya yang bernama Solihin (9). Bulan puasa lalu, Solihin diperlakukan kasar oleh Sl lantaran adiknya menangis karena ditinggal bermain. Ketakutan, bocah itu akhirnya memilih lari ke rumah kakeknya, Muhidin, dan tinggal di sana. Dia menceritakan kronologi kejadian kepada kakeknya.

Selang beberapa hari kemudian, Solihin akan diantar pulang ke rumahnya. Namun, saat itu yang bersangkutan menolak dengan alasan takut dibunuh seperti Iin. Mendengar pengakuan tersebut, Muhidin dan keluarganya langsung kaget. “Saya sempat tidak percaya dengan perkataan cucu saya itu, namanya juga anak kecil,” akunya seusai melapor ke Mapolsek setempat, Senin (4/8/2014).

Namun, Muhidin baru percaya setelah cucunya tersebut menjelaskan dengan detail kronologi kejadian pembunuhan tersebut. “Saya kemudian memutuskan melapor kejadian ini ke polisi, biar diungkap kebenarannya,” imbuh dia. Setelah mendapat laporan tersebut, polisi langsung bergerak dan mengamankan Sl untuk pemeriksaan.

“Hasil pemeriksaaan sementara, pengakuan Sl selalu berubah-ubah. Awalnya dia mengaku jika anaknya Iin telah menikah dan ikut suaminya ke Lumajang. Setelah ditanya lebih mendalam, dia mengaku jika Iin tinggal bersama saudaranya di Lumajang, namun terakhir dia akhirnya mengakui jika Iin telah dibunuh dan dikubur di jurang dekat pemakaman umum setempat,” kata Kanit Reskrim Mapolsek Sumberbari Ajun Inspektur Satu Y Susanto.

Polisi belum memercayai keterangan Sl dan masih dilakukan pendalaman. Sebab, menurut keterangan Solihin, kakak kandungnya itu dikubur di dalam septic tank. Demi mengungkap kebenarannya, petugas akan melakukan pembongkaran padaseptic tank tersebut. “Kita akan melakukan penyedotan kotoran dengan bantuan jasa sedot WC. Rencana pembongkaran itu akan kami lakukan besok pagi karena situasi sudah mulai malam,” ujar dia.

Kronologi Kejadian

Hari ini, Selasa (5/8/2014), polisi kembali melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap yang bersangkutan. “Kami terus mendalami kasus dugaan pembunuhan ini,” kata Kepala Polsek Sumberbaru AKP Saidi. Seusai diminta keterangan lanjutan, berbekal pengakuan Sl sebelumnya, polisi kemudian mengajak Sl untuk menunjukkan lokasi di mana jasad anaknya dikubur. Namun, di tengah perjalanan, Sl meminta polisi untuk berhenti dan dia akhirnya mengakui jika anaknya dimasukkan ke dalam septic tank seusai dibunuh.

“Berdasarkan pengakuan, diperkirakan pembunuhan tersebut terjadi pada 9 Juli 2012 silam sekitar pukul 09.00,” ungkap Saidi. Sl mengaku memukul korban dengan sandal di bagian kepala. Saat itu, korban tidak langsung meninggal. “Dia seperti orang pingsan, sambil menggigit lidahnya,” kenang Sl saat diperiksa.

Mengetahui korban pingsan, Sl kemudian membawa korban ke kamar belakang, lalu dikunci dari luar. “Saya sebenarnya menyesal, waktu saya sempat memeluk terus jasad anak saya,” kata dia. Sekitar pukul 01.00 dini hari atau sekitar 15 jam setelah kejadian tersebut, Sl kemudian membawa jasad korban yang sudah kaku untuk dibawa ke septic tank untuk dimakamkan. “Waktu itu kepala anak saya tutup dengan kain agar saya tidak ingat dengan wajahnya,” ujar dia lagi.

Mayat anak itu kemudian dimasukkan ke dalam septic tank yang memiliki kedalaman sekitar delapan meter. “Tetapi, waktu itu saya tidak menutupnya dengan semen. Saya tutup dengan tanah,” kata dia. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Jember, AKP Sunarto, yang turun ke lokasi kejadian menjelaskan, perlu dilakukan persiapan yang matang untuk melakukan pembongkaran.

Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan petugas RSD Subandi, pada Rabu (6/8/2014) besok. “Kami akan berkoordinasi lagi besok, guna persiapan pelaksanaan pembongkaran septic tank, Di lokasi, ratusan warga sejak pagi hari sudah berdatangan ke lokasi itu, untuk melihat pembongkaran septic tank. Namun warga kemudian pulang, setelah mengetahui bahwa rencana pembongkaran ditunda Kamis (7/8/2014) mendatang. Simak video Youtube di bawah ini yang diberitakan Metro TV mengenai peristiwa menggemparkan ini.

Motif dan Alasan Sl Bunuh Putrinya

Emosi, itulah penyebab Sl (38) tega membunuh anak kandungnya, Iin (20), dua tahun silam, tanggal 9 Juli 2012. Peristiwa itu bermula saat Iin yang mengalami keterbelakangan mental baru saja makan dan makan lagi. Mengetahui anaknya menambah makan, Sl kemudian memarahi Iin. “Karena makan lagi, saya marahi dia,” kata Sl sambil menangis, Selasa (5/8/2014).

Kemarahan tersebut semakin menjadi ketika Iin menjatuhkan piring yang berisi nasi hingga pecah. “Saya waktu itu sudah emosi dan memukulnya dua kali di bagian kepala dengan menggunakan sandal,” kata dia dengan nada menyesal.
Saat itu, Iin langsung jatuh seperti orang pingsan sambil menggigit lidahnya. Melihat anaknya ambruk, Sl kemudian membawa dia ke dalam kamar dan kemudian mengunci kamar itu dari luar.

Keesokan harinya, Soleha mengaku tega menghabisi nyawa anaknya. Korban dibunuh sekitar pukul 10.00 dan lalu jasadnya dibuang ke lubang septic tank.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: