//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Internal Kubu Jokowi Rebutan Jatah Kursi Menteri?

Foto Selfie Jokowi Dengan Para Relawan Artis

Kompas

Beredar kabar terjadi gonjang-ganjing di dalam internal kubu Jokowi-JK dimana para pendukung presiden terpilih ini berebutan jatah kursi menteri setelah penetapan kemenangan oleh KPU. Persaingan ini tidak hanya melibatkan partai politik pengusung saja namun pergerakan individu yang mencoba mendekati Jokowi.

“Orang-orang non parpol nafsunya lebih ngeri, mengalahkan orang-orang yang di partai,” kata seorang elite parpol pendukung Jokowi-JK saat berbincang dengan detikcom, Senin (4/8/2014). Para elite parpol pengusung Jokowi-JK terus memantau pergerakan para individu yang kerap menempel Jokowi. Pergerakan para individu ini ditengarai sebagai upaya agresif memikat Jokowi agar memberikan kursi menteri.

“Putaran terakhir kampanye mereka ikut, menempel ketat. Mulai dari kampanye terakhir kita-kita yang dari parpol ditendang-tendang. Seolah-olah hebat memberi masukan. Setelah pencoblosan mereka ngatur semuanya, sampai hari ini,” ujarnya. Pergerakan para individu dianggap terlalu agresif. Padahal, para elite parpol lebih santai menyikapi pembagian jatah menteri. “Sebab untuk parpol nanti ada forumnya sendiri. Forum para ketum-ketum setelah sidang MK,” paparnya.

Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan bahwa sudah ada pembicaraan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati dengan PKB diawal jalinan koalisi ihwal kursi menteri agama. Menurut politikus PKB Ali Maschan Moesa khusus untuk posisi menteri agama sudah diserahkan kepada PKB. “Ada semacam komitmen kalau yang urusan agama diserahkan ke kami, PKB, NU lah,” kata Ali Maschan ketika dihubungi detikcom, Jumat (1/8/2014).

Dikonfirmasi soal adanya gesekan soal kursi menteri ini, Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK dari PKB Marwan Jafar hanya menjawab diplomatis. Dia menegaskan penunjukan menteri sepenuhnya diserahkan kepada Jokowi-JK. Dia juga menepis partainya meminta jatah kursi menteri kepada Jokowi-JK. “Itu hak prerogratifnya presiden,” jawab Marwan diplomatis.

Jokowi dan JK sudah berkali-kali menegaskan tak ada bagi-bagi jatah kursi menteri di kabinetnya nanti. Keduanya terbuka untuk menerima usulan dari semua pihak, namun akan memutuskan formasi di kabinet sesuai dengan kompetensi dan rekam jejak. Jokowi kini juga sudah membuat Rumah Transisi yang salah satu fungsinya untuk menyiapkan arsitektur kabinet. Mantan Walikota Solo ini menunjuk Rini Mariani Soemarno sebagai kepala staf rumah transisi. (Baca: Jokowi Tunjuk Rini Soewandi Jadi Ketua Rumah Transisi)

Bisa Menjadi Ganjalan Jokowi Menyusun Kabinet?

Rebutan jatah menteri di kalangan internal ini malah bisa jadi ganjalan Jokowi untuk membentuk kabinet yang bersih dan profesional. “Ini menjadi tantangan pertama bagi Jokowi, karena akan dibuktikan mampu nggak dia memilih orang-orang yang tepat untuk posisi yang tepat,” kata pengamat politik Arya Fernandes, Selasa (5/8/2014), seperti yang dirilis oleh detik.com.

Arya menjelaskan, kegaduhan yang terjadi justru di internal pendukung ini malah akan mengganggu konsentrasi Jokowi. Padahal, presiden terpilih membutuhkan waktu dan suasana yang kondusif agar bisa menemukan tokoh terbaik untuk menduduki jabatan menteri di kabinet.

“Justru cara berkoar-koar meminta jatah menteri adalah tidak baik bagi proses awal pembentukan dan penyusunan kabinet, karena di awal mereka sudah sepakat koalisi tanpa syarat. Seperti apa wajah kabinet ditentukan Jokowi,” jelas Arya. “Kegaduhan itu justru akan mengganggu konsentrasi Jokowi dan JK,” tegasnya.

KPK Siap Bantu Jokowi Beri Pertimbangan

Usulan agar Jokowi berkonsultasi dengan KPK agar memperoleh menteri yang bersih dari kasus korupsi pun muncul. Bak gayung bersambut, KPK menyambut baik usulan itu. Lembaga anti korupsi itu siap membantu Jokowi untuk memberi pertimbangan nama-nama yang bersih dari kasus korupsi dan layak untuk menjabat sebagai menteri.

“Sejauh untuk kepentingan bangsa, sesuai dengan otoritas dan kompetensi KPK dan bila tidak menimbulkan potensi coi, KPK tentu akan mempertimbangkannya bila memang ada permohonan resmi untuk itu (membantu memberi pertimbangan nama menteri),” kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto saat berbincang dengan detikcom, Selasa (5/8/2014). KPK tentu sudah punya data nama-nama orang yang bersih dan berintegritas. Sayangnya, Bambang belum mau membuka nama-nama tokoh bersih dan berintegritas yang sudah masuk dalam data KPK.

Usulan agar KPK bisa ikut dalam proses pemilihan menteri ini awalnya muncul dari adik kandung alm Gus Dur, KH Salahuddin Wahid. Gus Sholah mengatakan Jokowi harus hati-hati agar menemukan menteri yang benar-benar memiliki integritas. Bahkan dia menyarankan Jokowi bertanya ke KPK soal rekam jejak calon menterinya. Perlu klarifikasi dengan KPK apakah calon yang akan diangkat betul-betul bersih,” sarannya.

Diskusi

Satu respons untuk “Internal Kubu Jokowi Rebutan Jatah Kursi Menteri?

  1. sepertinya koalisi bagi2 kursi pasti ada di kubu jokowi,bullshit bila tdk ada bagi2 kursi,skenario berebut kursi jokowi hampir sempurna agar citra jokowi tdk jelek,maka pemberitaan nya koalisi partai yg sibuk berebut kursi.
    apapun itu yg terpenting sampai saat ini jokowi blm final menang,karena banyaknya kecurangan di kubu jokowi dan saat ini KPU sudah tdk netral disertai pemberitaan terbaru KPU yg membuka kotak suara tanpa ijin MK

    Posted by joan osborne | Agustus 5, 2014, 4:38 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: