//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ryan Minta MK Legalkan Bunuh Diri dengan Disuntik Mati

Foto Ignatius Ryan Tumiwa Yang Ingin Disuntik Mati

Detik

Seorang pria bernama Ignatius Ryan Tumiwa meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melegalkan bunuh diri dengan cara disuntik karena stress dan sudah lama menganggur sehingga tidak mau merepotkan lingkungan sekitarnya. Pria berusia 40 tahun ini dibantu seorang pengacara bernama Fransisca Indrasari untuk membantu gugatannya di Mahkamah Konstitusi. Dia mengaku sangat takjub dengan permohonan judicial review yang dilakukan oleh warga Taman Sari, Jakarta Barat ini, yang merupakan jebolan S2 Universitas Indonesia (UI).

“Saya melihat perjuangan Ryan sangat luar biasa. Dia sudah mencoba segala hal untuk melegalkan suntik mati dan membatalkan pasal 344 KUHP,” ucap Fransisca kepada detikcom, Selasa (5/8/201). Fransisca mengatakan, gugatan yang dilakukan jebolan Administrasi Fiskal itu bukan semata-mata hanya karena ingin bunuh diri akibat himpitan ekonomi. Menurutnya, pasal 344 KUHP yang melarang seseorang disuntik mati tidak berdasar.

“Jadi dia mau merevisi pasal 344 KUHP supaya orang yang hopeless, misalnya orang yang punya salah satu organ tubuhnya tidak berfungsi lalu dia minta disuntik mati supaya tidak repotkan keluarganya. Jadi lebih ke arah sana,” ujarnya. Gugatan ini dilakukan Ryan karena, bila ingin menyuntik mati dirinya maka orang yang menyuntiknya akan dihukum sesuai pasal 344 KUHP.

Dengan demikian, bila Ryan ingin bunuh diri maka dia atau orang yang membunuhnya akan terancam penjara maksimal selama 12 tahun. Oleh karena itu, dia meminta MK untuk menghapus pasal 344 KUHP tersebut. Pasal tersebut berbunyi:

Barang siapa yang menghilangkan jiwa orang lain atas permintaan orang itu sendiri yang disebutkannya dengan nyata dan sungguh-sungguh, akan dihukum penjara selama-lamanya 12 tahun.

Alasan Ignatius Ryan Tumiwa Ingin Bunuh Diri

Ignatius Ryan Tumiwa, ingin dirinya disuntik mati karena putus asa tidak punya pekerjaan. Oleh sebab itu, Ryan meminta Mahkamah Konstitusi (MK) memuluskan upaya bunuh dirinya dengan menghapus pasal 344 KUHP. Lalu bagaimana jika Ryan diberi tunjangan oleh pemerintah, apakah tetap bunuh diri atau melanjutkan hidup?

“Saya pilih dua duanya tapi untuk sekarang saya terima tunjangannya,” kata Ryan seperti dikutip dari majalah detik edisi 139, Senin (4/8/2014). Ryan meminta untuk disuntik mati ketika sudah tua. Alasannya karena Ryan tidak mempunyai istri dan tanggungan. Dia juga tidak mau merepotkan lingkungannya ketika nanti usianya sudah tua.

“Nanti suatu saat saya tua, kan saya tidak menikah. Daripada nanti saya bengang-bengong enggak bisa ngapa-ngapain lagi, ya saya minta disuntik mati saja,” ucap pria berusia 40 tahun itu. Menurutnya, bunuh diri itu bukan sesuatu untuk dilarang. Ryan mengatakan peraturan yang melarang dirinya untuk dilakukan suntik mati merupakan hal yang merugikan haknya sebagai warga negara.

“Karena suntik mati ini bukan hanya untuk orang seperti saya saja, tapi buat orang tua yang stroke. Misalnya daripada bengang-bengong lebih baik disuntik mati saja, daripada mereka mati pelan pelan,” terang Ryan.

Ryan Sebenarnya Stress?

Meski seorang pengangguran, Ryan ternyata cukup berpendidikan. Dia adalah lulusan S2 Universitas Indonesia (UI) jurusan Administrasi Fiskal tahun 1998. Sejak kecil dia tinggal di Jalan Taman Sari, Jakarta Barat. Hidupnya pada dahulu kala tergolong serba berkecukupan. Tapi, itu hanya masa lalu.

Kini dia hidup susah, bahkan saudara kandungnya pun seolah tak mempedulikannya. Kondisi rumah Ryan kini kumuh, kusam dan kotor. Saat hujan datang, rumah itu bak kapal bocor karena plafonnya sudah bobrok. Dengan tinggi pagar sekitar 2 meter pekarangan rumah Ryan hanya dihiasi rumput-rumput liar. Kehadiran rumput liar di sudut-sudut halaman menandakan rumah ini tidak pernah dirawat.

Di dalam rumah kondisi lebih parah, udara pengap langsung menyeruak ketika pintu dibuka. Di ruang tamu terdapat sofa lusuh yang di atasnya terdapat puluhan plastik menumpuk. Bau tak sedap mengudara di dalam rumah Ryan. Saat melanjutkan ke ruang keluarga di sana kondisi juga sama. Terdapat koran lama yang sudah menguning di sudut ruangan dan tak ketinggalan bungkusan sampah makanan juga berserakan di sekitar sana.

Para tetangga mengatakan, Ryan memang seperti orang yang depresi. Padahal, saat SD, Ryan merupakan orang yang pintar. Tak jarang dia mendapat rangking sebagai siswa berprestasi di kelasnya. “Dia itu stress sebenernya. Dari kecilnya dia sudah menunjukan kecenderungan seperti itu. Saya itu satu sekolah sama saya. Dari jaman sekolah dia itu pinter, rangking terus di sekolah. Saya pisahnya pas SMP,” ujar Akioe, tetangga Ryan

Hakim MK, Patrialis Akbar Nasihati Ryan

Dalam kesaksian di sidang perkara 16 Juli 2014, Ryan mengaku depresi karena selama lebih dari setahun tidak memiliki pekerjaan sehingga ingin mengakhiri hidupnya dengan suntik mati. Mendengar tuntutan Ryan, para hakim yang diketuai oleh hakim Aswanto dan beranggotakan hakim Patrialis Akbar dan hakim Anwar Usman itu menghujaninya dengan nasihat. Mereka mengaku prihatin melihat ada masyarakat yang meminta legalitas atas upaya mengakhiri hidupnya.

Hakim Patrialis Akbar mengaku ngeri sekaligus sedih membaca permohonan Ryan karena secara resmi memohon agar upaya bunuh dirinya tidak dapat dibebankan sanksi hukum. Ia pun menyarankan Ryan untuk berinisiatif mencari pekerjaan dari usaha kecil-kecilan. “Begini, Pak Ryan, ya. Pak Ryan, kita nggak boleh putus asa dalam hidup ini. Pak Ryan itu jangan putus asa hidupnya. Mungkin bisa juga Pak Ryan jualan koran misalnya. Itu kan usaha juga,” ujar Patrialis.

Patrialis juga meminta Ryan menghubungi sanak saudara untuk membicarakan masalahnya. Jika ada kesulitan, terutama masalah finansial, imbuh Patrialis, sebaiknya memang dibicarakan baik-baik kepada keluarga daripada menyelesaikan masalah dengan mengakhiri hidup. “Seperti Pak Ryan minta suntik mati, saya kira ini di agama kannggak boleh ya Pak Ryan, ya. Nggak boleh karena memang yang menghidupkan kita itu kan bukan kita, Pak. Yang menghidupkan kita ini kan Sang Maha Pencipta, Tuhan kita,” ujarnya.

Nasihat pun terlontar dari hakim Aswanto yang meminta Ryan untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. Ia meminta Ryan untuk merenungkan kembali niatnya untuk bunuh diri karena perbuatan tersebut dilarang dalam agama. “Apalagi tadi Saudara Ryan menyampaikan bahwa sekarang dalam keadaan depresi, ya, dalam keadaan bingung. Pencipta sudah mengatakan bahwa Beliau memberikan ujian kepada umat-Nya tidak melebihi dari kemampuan umat-Nya untuk menerima ujian itu. Mudah-mudahan ujian ini bisa diterima dan dilalui oleh Saudara Ryan,” kata Aswanto.

Diskusi

Satu respons untuk “Ryan Minta MK Legalkan Bunuh Diri dengan Disuntik Mati

  1. mungkin bunuh dirinya supaya di akui masyarakat dan bisa terkenal mungkin ….

    hahha konyol . . .

    Posted by Dikatama | Agustus 7, 2014, 2:59 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: