//
Anda membaca...
Kecantikan

Fenomena Jilboobs, Berjilbab Tapi Pamer Lekuk Tubuh

Foto Artis Yang Pernah Tampil Dengan Jilboobs

Jilboobs merupakan fenomena untuk wanita berjilbab atau berhijab tetapi berpakaian ketat sehingga cenderung memamerkan lekuk tubuh dan payudara yang tercetak dengan jelas atau seksi. Istilah ini memang sedang ramai diperbincangkan di sosial media walaupun hal ini sudah lama menjadi trend di wanita modern di Indonesia.

Dalam sebuah halaman Facebook, akun Jilboobs community terdapat beberapa kumpulan foto wanita yang mengenakan jilbab tapi menonjolkan bagian payudara mereka. Tentu saja, akun ini langsung menuai kontroversi besar yang sebagian besar mengkritik baju yang mereka gunakan akan merusak esensi penggunaan jilbab sesungguhnya.

Untuk tampilan kasual, ada sebuah gaya yang lazim ditampilkan oleh para jilboobers. Seperti yang dirilis oleh liputan6.com, dari tampilan kasual tersebut setidaknya ada 3 hal yang bisa dilihat, yaitu

1. Model Jilbab
Dari foto-foto para Jilboobers yang beredar di dunia maya dapat dilihat bahwa jilbab yang dikenakan berukuran cukup pendek. Panjang jilbab-jilbab yang dikenakan hanya sampai pada bagian atas dada. Atau dengan kata lain jilbab tersebut tidak menutupi hingga bagian bawah dada.

2. Baju Ketat
Selain jilbab yang tidak sampai bagian bawah dada, biasanya para jilboobers memakai kaos atau kemeja atau paduan kaos dengan outerwear berukuran ketat. Efek dari jilbab yang tidak sampai bawah dada dan ukuran baju yang ketat adalah tereksposnya bentuk payudara. Selain payudara, bagian tubuh lain yang juga terekspos akibat ketatnya baju dan ukuran jilbab yang pendek adalah lekuk pinggang.

3. Skinny Jeans
Untuk gaya kasual, para jilboobers biasa memadukan baju ketatnya dengan skinny jeans atau jeans ketat yang membentuk kaki. Secara keseluruhan, dengan ukuran pakaian yang serba ketat, dapat dikatakan bahwa para Jilboobers tersebut memang menutup kulit namun tetap menampilkan lekuk-lekuk tubuh secara nyata.

Pendapat dan Tanggapan Tentang Jilboobs

Menanggapi fenomena jilboobs, Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah, Musni Umar menyebut rata-rata pemakai jilbab seperti ini baru belajar memakai jilbab. Musni menilai mereka tak bisa terlalu disalahkan karena masih dalam proses berhijab. Namun alangkah baiknya secara pelan-pelan mereka memperbaiki busana sehingga syari. “Ini sisi perbedaan dari kaum muda yang punya kreasi baru. Sebaiknya tidak menonjolkan hal-hal yang bisa memancing birahi dari laki-laki,” kata Musni.

“Hakekat jilbab itu untuk kepentingan menutup aurat. Di samping sebagai bentuk kepatuhan beragama, juga mmiliki manfaat sosial kemasyarakatan. Sungguhpun memakai pakaian, tetapi tetap menonjolkan lekuk tubuh, termasuk juga jenis pakaian tembus pandang, itu tetap tidak memenuhi standar kewajiban. Baik digunakan untuk laki-laki maupun perempuan,” kata Ketua KPAI Asrorun Niam dalam keterangannya, Rabu (6/8/2014).

Ia menyampaikan, ketentuan aurat itu, di samping kewajiban menutup anggota yang wajib ditutup, juga tidak menonjolkan bentuk dan lekuk tubuh, baik karena tipis maupun karena ketat. “Termasuk para pengusaha garmen dan desainer. Untuk memahami utuh agar mendesain pakaian yang bagus, modis tapi tetap memperhatikan aspek kepatutan dan kepatuhan,” jelas dia. “Jangan berkontribusi untuk meningkatkan kriminalitas dengan desain pakaian yang dipakai tetapi tetap mengeksploitasi lekuk tubuh. Memakai pakaian tetapi seperti telanjang,” tutup dia.

Dengan adanya trend Jilboos ini, Psikolog di Bidang Pendidikan dari Universitas Indonesia (UI), Dr Rose Mini A.p., M.Psi menilai, sejumlah perempuan muslim berusaha keras agar terlihat mampu mengikuti tren, tapi tidak mengerti bahwa apa yang mereka lakukan justru keliru buat pandangan muslim.

“Pakai kaos ketat atau lengan panjang ditimpa dengan kaos ketat, lalu atasnya jilbab, sudah jelas sekali itu tidak sesuai dengan ketentuan agama. Sebab, bila berbicara mengenai aurat, harus siap dengan pakaian yang longgar, panjang, dan tidak memerlihatkan lekuk tubuh, bentuk payudara, terlebih lekukan bokong, karena seksi,” kata Rose Mini saat diwawancarai Health Liputan6.com di Gedung Satmarindo, Jalan Ampera Raya Nomor 5, Cilandak, Rabu (6/8/2014)

Jadi, ketika memutuskan untuk berjilbab, seorang perempuan harus menanamkan dalam dirinya bahwa jilbab tidak hanya aksesoris semata. Sebab, tanggung jawab besar tengah menantinya. Selain itu juga, sebelum berjilbab, pikirkan dengan matang bahwa iman mereka memang sudah benar. “Saya berharap mereka mengerti benar apa yang mereka lakukan. Tindak-tanduk yang mereka perbuat, akan dicap tidak hanya namanya saja, tapi agamanya turut terbawa,” kata Rose Mini.

Sebagai contoh, bila ada seorang perempuan berjilbab tapi kelakukannya jauh dari sifat seorang muslimah sejati, atau dalam hal ini dia adalah orang yang suka mencuri, yang dicap jelek oleh orang lain bukan nama dan dirinya, melainkan agama yang dianut oleh perempuan itu yang tercemar, yaitu Islam. “Be carefull untuk masalah seperti ini,” kata Rose Mini.

Terpenting, lihatlah tingkah laku diri sendiri dan pastikan dengan penuh keyakinan bahwa mereka benar-benar siap untuk berjilbab. Tidak melakukan suatu hal yang merugikan orang lain, tidak mengambil hak orang lain, karena itu tidak akan mencoreng nama baik orang yang melakukannya itu, tapi juga agama yang dianutnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: